Dugaan Pencemaran Limbah, Masyarakat di Tiga Wilayah Prabumulih Barat Akan Gelar Unjuk Rasa

- Jurnalis

Senin, 6 Januari 2020 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Pemeberitahuan Unjuk Rasa Masyarakat di tiga wilayah Desa Dangku, Gunung Kemala dan Payuputat Kecamatan Parbumulih Barat

Surat Pemeberitahuan Unjuk Rasa Masyarakat di tiga wilayah Desa Dangku, Gunung Kemala dan Payuputat Kecamatan Parbumulih Barat

WIDEAZONE.COM, PRABUMULIH — Dugaan pencemaran limbah, masyarakat di tiga wilayah yakni Desa Dangku, Gunung Kemala dan Payuputat Kecamatan Parbumulih Barat akan menggelar aksi kembali.

Aksi unjuk rasa masyarakat tersebut akan dilaksanakan pada Selasa 14 Januari 2020.

Koordinator dari unjuk rasa masyarakat, Syaiful Antoni menyampaikan dalam pesan singkatnya melalui media sosial yang tertuang dalam surat pemberitahuan unjuk rasa.

“Sesuai undang-undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1998, kami dan segenap masayarakat di tiga wilayah akan melaksanakan kegiatan unjuk rasa di halaman kantor PT GHEMMI dan PT LCL. Kami akan memblokade jalan Pal 6, jalan Puskesmas, di semua titik kegiatan perusahaan dan penutupan pompa air di lokasi PT LCL dan Water Intake,” kata Syaiful.

Photo Dokumentasi Masyarakat di Tiga Wilayah Desa Dangku, Gunung Kemala dan Payuputat Kecamatan Parbumulih Barat
Photo Dokumentasi Masyarakat di Tiga Wilayah Desa Dangku, Gunung Kemala dan Payuputat Kecamatan Parbumulih Barat

Ia mengungkapkan, tuntutan aksi kami, meminta kepada Walikota Prabumulih, Bupati Muara Enim dan instansi terkait untuk dapat memfasilitasi pertemuan perusahaan PT GHEMMI dengan masyarakat guna mencari solusi penyelesaian sengketa dugaan pencemaran dampak lingkungan yang tak kunjung selesai.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

“Menuntut normalisasi sungai-sungai yang tercemar diantaranya Danau Manggal sebab tempat tersebut merupakan destinasi wisata dan tempat lelang lebak lebung mengingat lokasi tersebut sumber perekonomian masyarakat. Meminta Bapak Kapolri dan aparat penegak hukum untuk mengakkan aturan dan memberikan sanksi sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup nomor 32 tahun 2009,” ungkap Syaiful Antoni.

Baca Juga:  ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Lanjut Sayiful, apabila nantinya aksi kami tak digubris, jangan salahkan kami seandainya nanti masyarakat yang bergerak sendiri.

“Sebab setiap aturan dan penyampaian telah kami disampaikan, baik aspiarasi pertemuan dengan pemerintah kota Prabumulih, pemerintah provinsi Sumatera Selatan telah diberitahukan namun tak kunjung membuahkan hasil,” tukasnya sembari menutup percakapan melalui komunikasi seluler. (Abror Vandozer)

 

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Berita Terbaru