Diduga Bunuh Diri, Saipul Arman Gantung Diri Di Kamar Mandi

- Jurnalis

Senin, 29 April 2019 - 22:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Kepolisian dari Polsek Lembak Kabupaten Muara enim sedang melakukan olah TKP di Rumah Korban, Senin (29/4/2019) (photo :Agustiawan)

Anggota Kepolisian dari Polsek Lembak Kabupaten Muara enim sedang melakukan olah TKP di Rumah Korban, Senin (29/4/2019) (photo :Agustiawan)

WIDEAZONE.COM, MUARA ENIM — Warga Desa Kemang Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim heboh atas salah satu warga diduga meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara gantung diri Senin (29/4/2019).

Diketahui warga Dusun 1 Desa Kemang Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim ,atas nama Saipul Arman (58) bin Muyib pertama kali di ketahui istri korban

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Lembak mengatakan ,Pada hari Senin tanggal 29 April 2019 sekira Jam 05.00 Wib bertempat di Rumah Korban Dusun 1 Desa Kemang Kecamatan Lembak Kab.Muara Enim, kejadian bermula pada hari minggu tanggal 28 april 2019 sekira jam 20.30 WIB.

Anggota Kepolisian dari Polsek Lembak Kabupaten Muara enim sedang melakukan olah TKP di Rumah Korban, Senin (29/4/2019) (photo :Agustiawan)

Lanjut Kapolsek, setelah menonton tv korban menyuruh istrinya untuk mematikannya dan tidur, kemudian pada hari minggu tanggal 29 april 2019 sekira pukul 05.00 Wib , Latipa (45) binti Rusman (istri korban) yaitu Saksi Latifah terbangun dari tidur dan melihat korban sudah tidak berada di dalam kamar lalu saksi latifah hendak pergi ke kamar mandi dan betapa kagetnya istri korban melihat suaminya sudah tergantung dalam keadaan meninggal dunia, atas kejadian tersebut saksi langsung memberitahukan kepada saksi Nabila .untuk kemudian saksi langsung memberitahu warga dan pemerintah setempat serta Pihak Kepolisian,”ujar Kapolsek.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

“Selanjutnya pihak kepolisian yang dilakukan ,Mendatangi TKP dan mengevakuasi korban,untuk mendampingi Pihak Puskesmas Lembak Untuk Memeriksa keadaan Tubuh Korban. Selanjutnya mengamankan barang bukti berupa baju dan celana yang dikenakan oleh korban dan Tali Rafia yg di gunakan korban untuk gantung diri.

Berdasarkan keterangan saksi yang melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian, Kapolsek Lembak dan Kanit Reskrim beserta anggota Reskrim melaksanakan giat Olah TKP dikediaman rumah korban sesaat setelah menerima Laporan dari warga Desa Kemang.

Pada Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia , dengan posisi berlutut, leher terikat tali ( Rapia ) , lidah menjulur dan mengeluarkan darah akibat lidah yg tergigit serta dari arah kemaluan korban mengeluarkan darah .

Baca Juga:  Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Setelah korban diangkat dari TKP, Korban dibawa ke Rumah Korban, dan berdasarkan hasil pemeriksaan Petugas Puskesmas Lembak, bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik namun ditemukan lebam pada leher akibat jeratan tali yang digunakan korban  dan darah keluar dari arah kemaluan diakibatkan pecah pembuluh darah yang mana hal tersebut juga disebabkan oleh potongan Mulut Botol Jenis Sprite yg sebelumnya dipasang Korban pada batang kemaluan .

Berdasarkan keterangan istri korban sendiri yang memasang botol jenis minuman sprite yang terpasang dikemaluan korban, dikarenakan korban  dalam kurun waktu lima tahun tidak pernah lagi berhubungan suami istri (setiap kali istri mengajak berhubungan badan korban tidak mau).

Menurut keterangan saksi diketahui korban memang bertingkah laku lemah lembut (banci / Waria), dengan kejadian tersebut, keluarga korban menerima bahwa hal ini sebagai musibah dan tidak akan melakukan autopsi dan membuat surat pernyataan. (agustiawan)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele
Wagub Sumsel Cik Ujang Hadiri Harlah ke-10 Ponpes Hidayatullah Mubtadiin
Diduga Gelapkan Hak Perangkat Desa Rp700 Juta, Kades Betung Dilaporkan ke Polda Sumsel

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:30 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Senin, 13 Juli 2026 - 16:26 WIB

Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:25 WIB

Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB