banner 160x600
banner 160x600
banner 2560x598

banner 2560x598

Diam-diam, Polda Sumut Mulai Kuak Pembunuhan Marsal

  • Bagikan
Ilustrasi Penembakan Jurnalis | Wideazone.com
Ilustrasi Penembakan Jurnalis | Wideazone.com
banner 468x60

TERNYATA, secara diam-diam tim bentukan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak telah menelusup ke lapangan.

WIDEAZONE.COM, MEDAN | Upaya cepat untuk menguak latar belakang pembunuhan Mara Salem Harahap —Pemred Iassemnewstoday.com– diam-diam sudah kelayapan di lapangan.

“Saya ingin kasus pembunuhan ini harus segera terkuak. Tim bentukan kita diam-diam sudah bergerak ke lapangan,” ujar Panca Harahap, Senin (21/6/2021).

Panca menyatakan bahwa pihaknya serius untuk mengungkap kasus itu. “Doakan saja ya. Semoga pelakunya segera kita tangkap,” kata Panca.

Sementara Direktur Raserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan segera mengusut tewasnya Marsal Harahap.

“Secara diam-diam tim kita sudah bergerak ke lapangan. Saya memimpin langsung untuk menguak pelaku penembakan itu,” ujar Tatan.

Menurut Tatan, Marsal Harahap adalah seorang jurnalis yang juga pemimpin redaksi media setempat.

Ia tewas setelah ditembak di dekat rumahnya di kawasan Huta VII, Nagari Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Sabtu lalu (19/6/2021).

Marsal ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di paha kiri dan bagian bawah perutnya.

Banyak yang bertanya, kok Marsal tewas terbunuh. Ada persoalan apa terbunuhnya dia di balik kasus pembunuhan dirinya.

Semasa hidupnya, Marsal dikenal sebagai wartawan media Iassemnewstoday.com yang kerap memberitakan seputar dugaan penyelewengan oknum pejabat BUMN.

Selain itu, kata Direkrimmum, korban juga mengangkat peberitaan terkait maraknya peredaran narkoba dan kasus perjudian di Kota Pematang Siantar dan di Kabupaten Simalungun.

“Dia juga seringkali memberitakan bisnis hiburan malam yang diduga telah melanggar aturan. Bisa jadi konten inilah yang memicu dirinya terbunuh,” pungkasnya. (*)

Laporan Abror Vandozer/Rel

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *