Dengan Perpres, Diharapkan Dapat Menjaga Kelestarian Lahan Persawahan

- Jurnalis

Senin, 14 Januari 2019 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Julian Junaidi: Harus Disarankan ke Pemerintah

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Saat ini, lahan persawahan di Indonesia menghilang seluas 900.000 hektare. Itu terjadi sejak 10-15 tahun. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, mengatakan lahan sawah di Indonesia terus menyusut hingga tersisa 7,1 juta hektare.

“Untuk mengatasi hilangnya lahan persawahan, saat ini kami sedang menyiapkan pepres (peraturan presiden). Perpres ini disiapkan untuk menjamin sawah berkelanjutan. Ya, nanti sawah-sawah yang irigasi dan lainnya harus dipreserve sebagai sawah abadi agar terjamin tersedianya sawah untuk menjamin kebutuhan pangan,” ujar Sofyan.

Menyikapi apa yang disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang terkait alih fungsi lahan, tentu akan mengancam ketahanan pangan yang berlangsung secara masif. Terkait masalah itu, pengamat masalah pertanian Drs Julian Junaidi MSi, mengatakan alih fungsi lahan pertanian menjadi industrialisasi, perumahan hingga perkebunan merupakan ancaman terbesar bagi ketahanan tangan.

Baca Juga:  PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia

“Iya. Faktor penyebab utama penyusutan lahan tak lain adalah alih fungsi untuk tujuan non pertanian. Coba perhatikan di beberapa daerah di Sumsel, ditemukan lahan pertanian basah sudah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan, bahkan untuk pemukiman penduduk,” katanya Julian.

Jika kondisi ini dibiarkan secara berkelanjutan, tambahnya, maka Sumsel akan kekurangan lahan pertanian, terutama pertanian basah untuk persawahan. Sedangkan di sepanjang Jalan Lintas Palembang-Indralaya, di sebelah kiri Palembang, terdapat lahan basah.

Dulunya, kawasan itu masuk ke dalam irigasi  Ogan Keramasan I  (OK 1) dan Ogan Keramasan II (OK 2).  Seperti  Desa Pegayut, Ibul Besar, Pelabuhan Dalam juga masuk ke Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir (OI),” katanya.

Menurut Julian, di Desa Pegayut sudah banyak lahan pertanian basah yang dibangun perumahan dan bangunan seperti bangunan sekolah dan lainnya. Begitu juga di kawasan Palemraya dan Pulau Kecil Kecamatan Pemulutan Selatan. Beberapa lahan eks pertanian basah sudah menjadi kebun sawit cukup luas.

Baca Juga:  Bank Sumsel Babel Imbau Nasabah Waspada Transaksi Digital

Bila perlu, sudah ada saran kepada pemerintah agar alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan jangan dilakukan secara sewenang-wenang. Sebab keadaan ini dapat mengganggu produksi pangan masyarakat Sumatera Selatan. Dia mengatakan, selain alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan, permasalahan lain juga terjadi alih fungsi lahan irigasi teknis menjadi kolam air deras.
“Yang kita inginkan agar aturan yang ada diterapkan dengan baik dan benar agar Sumsel tetap menjadi provinsi surplus beras dan pemasok cadangan beras nasional,” kata Julian menutup perbincangan. (anto)

 

Berita Terkait

Lady Rara Siap Meriahkan Malam Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah
PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah
Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah
PLN Gercep Perkuat Tegangan Listrik bagi Warga Kenten Laut
PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia
PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:27 WIB

Lady Rara Siap Meriahkan Malam Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah

Kamis, 30 April 2026 - 23:45 WIB

PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:13 WIB

Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

Rabu, 29 April 2026 - 13:10 WIB

Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah

Berita Terbaru