“Burung Gagak” Lebihi Ukuran Normal, Jumantri pun Tewas

- Jurnalis

Minggu, 31 Maret 2019 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber Photo : detikcom

Sumber Photo : detikcom

WIDEAZONE.COM, PROBOLINGGO — Karena dinilai ukuran kelaminnya terlalu besar, menyebabkan isttrinya Jumanti tewas setelah berhubungan badan.

Karena itu Barsah dilaporkan mertuanya, Nedi Sito (55) ke polisi. Di hadaoan penyidik Polres Probolinggo, Nedi melaporkan anaknya, Jumantri tewas setelah berhubungan suami-istri dengan Barsah, karena ukuran penis menantunya melebihi takaran normal.

Laporan warga Dusun Brukan, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo itu mengejutkan polisi.

Untuk menyelidiki kasus itu, polisi mengumpulkan keluarga korban serta memanggil Barsah. Pertemuan dua keluarga itu disaksikan Kepala Desa Maron Kidul, Ridwanto.

Baca Juga:  Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Agar kebesaran “burung gagak” Barsah dapat dibuktikan, polisi meminta agar laki-laki itu memperlihatkan alat kelaminnya di hadapan petugas. Ternyata alat kelamin Barsah sebagai pihak terlapor, tak ubahnya dengan alat kelamin lelaki normal.

“Ternyata ukuran kelamin terlapor normal-normal saja, seperti layaknya ukuran pria Asia,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pbolinggo, AKP Riyanto, seperti yang dilansir detikcom Rabu (27/3/2019).

Baca Juga:  Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Melihat fakta itu, mertua Barsah mencabut laporannya. Bahkan kedua keluarga besar saling memaafkan.

Bahkan Nedi meminta maaf kepada Barsah karena telah termakan isu tentang ukuran pemis menantunya. Bahkan Nedi menyesali telah mempercayai anaknya Jumantri telah meninggal dunia akibat ukuran penis menantunya.

Ternyata, setelah ducek kebenarannya, Jumantri meninggal dunia karena gangguan epilepsi. Secara neurologs jangka panjang, penyakit itu diderita Jumantri sejak berusia 14 tahun. (abror vandozer)

Berita Terkait

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik
Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta
Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI
IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026
Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang
Wamenaker Bahas Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja dengan Kejati Sumut
Kolaborasi PLN dan Kementerian Perdagangan Hadirkan SPKLU Ultra Fast Charging
Kemnaker Beri Cara Ampuh bagi Pencaker Cepat Dapat Kerja

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:45 WIB

Dewan Pers Gelar Diskusi Kasus Magdaleneid, SMSI Dorong Penguatan Mekanisme Sengketa Jurnalistik

Rabu, 15 April 2026 - 18:24 WIB

Selain Negara, HAM Disabiltas Intelektual Menjadi Tanggung Jawab Swasta

Rabu, 1 April 2026 - 17:58 WIB

Jamaah Muslimin Desak Pemerintah Tuntut Pertanggungjawaban Zionis Israel Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:57 WIB

IdulFitri 1 Syawal Jatuh Pada Sabtu 21 Maret 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:15 WIB

Menaker: Perusahaan Perlu Bantu Pekerja Agar Kariernya Terus Berkembang

Berita Terbaru

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.

Headlines

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:13 WIB