banner 1105x262

Bukit Asam Komitmen Laksanakan Hilirisasi Batubara Jadi DME

Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo [Jokowi] groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di kawasan industri Tanjung Enim, Sumatera Selatan [Sumsel] pada Senin [24/1/2022].
Presiden Republik Indonesia Ir H Joko Widodo [Jokowi] groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di kawasan industri Tanjung Enim, Sumatera Selatan [Sumsel] pada Senin [24/1/2022].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, TANJUNG ENIM | PT Bukit Asam Tbk [PTBA] siap dan berkomitmen dalam pengembangan serta pelaksanaan proyek hilirisasi batu bara menjadi dymethi ether [DME].

Proyek digarap bersama dengan PT Pertamina [Persero] dan Air Products and Chemicals Inc ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor liquid petroleum gas [LPG].

Komitmen tersebut ditandai dengan salah satunya pelaksanaan groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di kawasan industri Tanjung Enim, Sumatera Selatan [Sumsel] pada Senin [24/1/2022].

Agenda tersebut dihadiri langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo [Jokowi] dan proyek itu ditetapkan sebagai proyek strategis nasional melalui Perpres 109/2020 secara resmi dimulai.

“Pelaksanaan groundbreaking ini menjadi momentum bersejarah dalam pengembangan kerja sama proyek,” kata Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa [25/1/2022].

Dikatakan Dirut PTBA, acara ini gambaran yang baik dalam kaitannya dengan komitmen dan kesiapan Bukit Asam. “Kami sekaligus mengharapkan dukungan Presiden beserta Kementerian dan lembaga terkait demi kelancaran proyek hilirisasi ini,” Arsal.

Proyek hilirisasi batu bara menjadi DME, ujar Arsal, sejalan dengan transformasi dan fokus Bukit Asam dalam pengembangan industri hilir untuk memberikan nilai tambah batu bara secara optimal.

“Melalui proyek ini, batu bara kalori rendah akan dikonversi menjadi syngas dan diproses menjadi methanol untuk menghasilkan DME sebagai alternatif pengganti LPG,” tambahnya.

Proyek akan dilakukan di Tanjung Enim selama 20 tahun dengan total investasi sebesar USD2,1 miliar atau setara Rp30 triliun. Dengan utilisasi 6 juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun.

Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Investasi/KepaIa Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Juga, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pj. Bupati Muara Enim Nasrun Umar, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan CEO Local Partner Air Products Indonesia Duddy Christian. [abV/red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.