BPS Sumsel: 5,89 Ribu Orang Sumsel Keluar dari Kemiskinan

- Jurnalis

Kamis, 15 Juli 2021 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Trafik Kemiskinan Turun di Sumsel (Wideazone.com)

Ilustrasi Trafik Kemiskinan Turun di Sumsel (Wideazone.com)

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mensejahterakan masyarakat cukup membuahkan hasil.

Terbukti, meski di tengah wabah pandemi COVID-19 jumlah rakyat miskin di provinsi ini terus mengalami penurunan. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel, jumlah penduduk miskin di Sumsel pada Maret 2021 yakni sebanyak 1.113,76 ribu orang atau sebesar 12,84 persen dari total penduduk.

Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada bulan September 2020 sebesar 1.119,65 ribu orang atau 12,98 persen, maka selama enam bulan atau pada kurun waktu September 2020-Maret 2021 terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,14 persen. “Artinya, angka tersebut setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5,89 ribu orang,” kata Kepala BPS Sumsel Zulkipli, Kamis (15/7).

Penurunan angka kemiskinan membuktikan jika Pemprov Sumsel dan Kabupaten/kota  telah bersinergi dalam melaksanakan berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, kegiatan ekonomi produktif, dan lainnya sehingga masyarakat tidak jatuh miskin akibat pandemi COVID-19. “Bahkan penduduk miskin di Sumsel ada yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu menunjukkan kesejahteraan penduduk miskin semakin membaik melalui intervensi berbagai program perlindungan sosial,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolres OKU Timur: Hari Bhayangkara Jadi Momentum Perkuat Pelayanan dan Keamanan

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020-Maret 2021 atau dalam 6 bulan terakhir, angka kemiskinan di daerah perkotaaan dan perdesaan mengalami penurunan. Angka kemiskinan di daerah perkotaan turun sebesar 0,16 persen poin atau setara 2,18 ribu penduduk miskin. “Sedangkan angka kemiskinan di daerah perdesaan turun sebesar 0,13 persen poin atau setara 3,71 ribu penduduk miskin,” paparnya.

Menurutnya, persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu menurunkan angka kemiskinan, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

“Tercatat, pada periode September 2020 – Maret 2021 Indeks Kedalaman Kemiskinan di Sumsel juga mengalami penurunan dari 2,261 pada September 2020 menjadi 2,260 pada Maret 2021 atau turun sebesar 0,001 poin. Penurunan indeks kedalaman kemiskinan dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan,” jelasnya.

Baca Juga:  Open House Iduladha Gubernur Herman Deru di Griya Agung

Fenomena itu mengungkapkan, ujarnya, bahwa tingkat kesejahteraan penduduk miskin di Sumatera Selatan dalam kurun waktu 6 (enam) terakhir semakin membaik, bahkan mampu mengangkat sebagian kecil penduduk miskin keluar dari kemiskinan.

“Kebijakan pemerintah telah mampu mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin dan meningkatkan jumlah komoditas yang dikonsumsi penduduk miskin juga telah meningkatkan taraf kehidupan penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan. Lalu, Indeks Keparahan Kemiskinan di Sumsel periode September 2020 – Maret 2021 mengalami penurunan dari 0,627 September 2020 menjadi 0,542 Maret 2021 atau turun sebesar 0,085 poin,” tuturnya. (Adv)

Berita Terkait

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak
Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa
Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:13 WIB

Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:09 WIB

Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

Berita Terbaru