banner 2560x598

banner 2560x598

BBPOM Sidak Apotek, Hasilnya Ditemukan Produk Kadaluarsa

  • Bagikan
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan [BBPOM] Palembang bersama wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda lakukan sidak dadakan terhadap dua apotek acak pada Kamis [4/11/21].
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan [BBPOM] Palembang bersama wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda lakukan sidak dadakan terhadap dua apotek acak pada Kamis [4/11/21].
banner 468x60

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan [BBPOM] Palembang bersama wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda lakukan sidak dadakan terhadap dua apotek acak pada Kamis [4/11/21].

“Saya sengaja bersama BBPOM dan dinas terkait melakukan kegiatan sidak dadakan di beberapa apotek di Jalan MP Mangkunegara,” ujar Fitrianti.

Pemeriksaan yang diadakan secara tiba-tiba itu menunjukan hasil yang agak memprihatinkan, pasalnya masih ditemukan obat-obatan, makanan, serta kosmetik yang sudah kadaluwarsa, tidak berizin, ataupun memiliki klaim berlebihan.

“Barang-barang berbahaya di atas mestinya dihancurkan masih dijual secara bebas di apotek-apotek, inilah yang BBPOM berusaha cegah,” jelas Kepala Bidang Pemeriksaan BBPOM Palembang Aquirina Leonora.

“Ini menjadi tantangan sendiri bagi kami para pengawas untuk lebih mengintensifkan kegiatan pengawasan dengan bertujuan melindungi kesehatan masyarakat di wilayah kota Palembang,” tambahnya.

Leonora menjelaskan bahwa produk yang beredar di apotek harus memiliki izin resmi dari BBPOM dan Kementrian Kesehatan agar teruji Khasiat dan keamanannya.

“Apotek dan produsen yang mengedarkan barang tak layak, atau tidak berizin akan diberikan teguran, bila ditemukan melakukan lagi akan diberikan teguran yang lebih keras, dan bila tiga kali melakukan pelanggaran maka akan diproses secara hukum,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan kota Palembang dr Fenty Aprina MKes mengatakan bahwa Sumber daya manusia yang dipekerjakan apotek juga patut diawasi kembali

Ditemukan di salah satu apotek yang disidak tadi seorang penjaga apotek yang tidak memiliki pengetahuan serta sertifikasi yang memadai untuk menjamin kualitas barang yang diedarkan.

“Seperti yang tadi itu, dia bukan asisten apoteker sehingga dia tidak paham bahwa obat-obat yang dijual di Apotek itu harus memiliki izin edar,”

Pemerintah kota, Dinas Kesehatan, serta BBPOM terus menghimbau apotek dan produsen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan dan melengkapi izin yang diperlukan

Rakyat juga harus selalu cermat dan waspada, ingat Cek KLIK [Cek Kemasan, label, Izin edar, dan Cek Kadaluwarsa].

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *