AS Sebut Operasi Militer Rusia di Ukraina Gagal!

- Jurnalis

Kamis, 24 Maret 2022 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Konflik Rusia-Ukraina

Ilustrasi Konflik Rusia-Ukraina

OPERASI Militer khusus Rusia di Ukraina telah gagal mencapai tujuan dan mengalami kemunduran. 

Pernyataan itu disampaikan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat [AS] Jake Sullivan, dikutip dari laman Republika, Kamis [24/3/2022].

“Perang tidak akan berakhir dengan mudah atau cepat,” ungkap Sullivan. 

Rusia telah menetapkan tiga tujuan ketika memulai operasi militer khusus di Ukraina. Ketiga tujuan itu di antaranya, menaklukkan Ukraina, meningkatkan kekuatan dan prestise Moskow, serta memecah belah Barat.

“Rusia sejauh ini secara nyata gagal mencapai ketiga tujuan tersebut. Faktanya, sejauh ini telah mencapai kebalikannya. Meskipun Rusia mungkin mengambil lebih banyak wilayah dalam operasi militer yang brutal ini, tapi tidak akan pernah mengambil negara itu dari rakyat Ukraina,” ujarnya. 

Sullivan memperkirakan bahwa kekerasan akan semakin parah dalam waktu dekat. “Akan ada hari-hari sulit di depan di Ukraina, paling sulit bagi pasukan Ukraina di garis depan dan warga sipil di bawah pemboman Rusia,” katanya.

Sullivan membuat pernyataan ketika Presiden AS Joe Biden menuju ke Eropa untuk memperkuat persatuan dengan sekutu Washington, dan mengoordinasikan tanggapan mereka terhadap invasi Rusia.

Baca Juga:  Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

“Biden dijadwalkan menghadiri pertemuan darurat NATO pada Kamis ini [24/3/2022]. Biden juga dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Kelompok Tujuh [G7] dan berpidato di Uni Eropa pada sesi Dewan Eropa,” jelasnya. 

“Dia akan bergabung dengan mitra kami dalam menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia, dan memperketat sanksi yang ada untuk menindak penghindaran serta memastikan penegakan yang kuat,” tambahnya. 

Sullivan mengatakan, Biden akan mengumumkan aksi bersama untuk mengurangi ketergantungan Eropa pada gas Rusia. Biden melarang impor minyak dan gas Rusia. Beberapa negara Eropa, yang lebih banyak bergantung pada pasokan Rusia juga berjanji untuk bergerak menuju kemandirian energi.

Biden kemudian akan mengunjungi Polandia, dan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Andrzej Duda serta pasukan AS yang ditempatkan di negara itu. Biden telah berulang kali berjanji untuk mempertahankan “setiap inci” wilayah NATO.  

Baca Juga:  Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Aliansi tersebut memiliki pakta pertahanan kolektif yang menyatakan bahwa, serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Ukraina telah mencari keanggotaan NATO tetapi bukan dari blok yang dipimpin AS. 

Rusia meluncurkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari. Sebelum operasi militer dimulai, Moskow telah mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin menuntut agar NATO tidak memperluas ekspansi NATO ke negara pecahan Uni Soviet. Namun tuntutan ini tidak digubris oleh AS maupun NATO. 

Sejak Rusia menggelar operasi militer khusus ke Ukraina, AS dan sekutunya menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap ekonomi Moskow. Termasuk hukuman finansial kepada Putin dan elit di lingkaran dalamnya.

“Yang bisa kami lakukan adalah mengedepankan tiga lini usaha dasar kami. Itulah yang kami lakukan yaitu membantu Ukraina mempertahankan diri, memperkuat aliansi NATO dan membebankan sanksi dan konsekuensi pada Rusia,” kata Sullivan. [mr/red]

Berita Terkait

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat
Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎
PALEMBANG DARURAT ASAP: 297 Titik Karhutla–ISPA Tembus 115 Ribu Kasus, Tertinggi dalam 4 Tahun ‎

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 September 2026 - 10:09 WIB

MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong

Selasa, 8 September 2026 - 09:52 WIB

Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB

Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.

Headlines

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:31 WIB