Pada 22 Januari lalu, dia merobek salinan Al-Qur’an di Den Haag, Belanda. Penyelidikan telah dibuka atas sejumlah tuduhan, seperti dilansir dari TASS, Rabu (1/2/2023).
Penyelidikan tersebut juga termasuk upaya menghasut permusuhan dan perselisihan, pelanggaran nilai-nilai agama dan penghinaan terhadap keyakinan publik.
Aksi tercela Paludan itu telah menyebabkan skandal serius antara Turki dan Swedia. Pada pidatonya sebelum membakar Al-Qur’an, Paludan mengkritik Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan memajang kartun Nabi Muhammad.
Setelah itu, Erdogan mengatakan bahwa Swedia tidak seharusnya mengharapkan dukungan Ankara untuk keanggotaan NATO.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



















