Dampak tertutupnya jalan menuju tambang memberikan efek bagi perusahaan PT Muara Alam Sejahter (MAS), PT Bara Alam Utama (BAU), terlebih lagi bagi PT RUBS, pemilik usaha pertambangan yang tak bisa melakukan pengangkutan batubara.
Hal ini disampaikan oleh General Manager (GM) PT RUBS Mauritius Thomas ST kepada awak media saat berada di desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, Minggu (26/7/20).
GM PT RUBS, Mauritius Thomas ST, mengungkapkan, kita sudah empat hari tidak bisa mengeluarkan batu bara (Hauling red), imbas penutupan akses jalan menuju tambang oleh warga Muara Maung.
Selama 4 hari ini, lanjut Thomas, kita mengalami Kerugian, karena tidak bisa mengirim batu bara ke dermaga tongkang, melalui dermaga di Palembang.
“Demmurage kapal/vessel tidak tahu menahu masalah ini, karena kita sudah kontrak, apabila kuota tidak terpenuhi kita rugi, Apa lagi sudah 4 hari ini tongkang belum bisa berjalan untuk dikirim, karena dampak tidak bisa Hauling,” keluhnya.
Jadi, Thomas menambahkan, perusahaan yang terdampak penutupan jalan menuju tambang, PT MAS, PT PMMS, dan PT KKA.
“Sedangkan terdampak penutupan jalan tambang yakni, PT BAU, PT BME, PT SCG, PT EEM dan PT LPPBJ,” tambahnya.
Sementara itu, Syahwan selaku Koordinator Aksi masyarakat Muara Maung, menuturkan. kami tetap bertahan menduduki jalan.
“Kami tetap di sini hingga bermalam. Sebelum ada penyelesaian dari pihak perusahaan, kami akan tetap bertahan,” tuturnya.
Laporan Bambang MD/Agus
Editor Abror vandozer



![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-225x129.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-225x129.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-225x129.jpg)
![Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Nurcahyo JM SH MH turun langsung mengevaluasi kinerja jajaran Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur [OKU Timur], Selasa 27 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0042-225x129.jpg)
![Lahan Cetak Sawah Rakyat [CSR] di Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Timur, Sumatera Selatan, menunjukkan potensi menjanjikan. Hasil ubinan di Desa Campang Tiga Ulu, Kecamatan Cempaka, mencapai setara 7,76 ton gabah kering panen [GKP] per hektare,](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261028-WA0017-129x85.jpg)
![Salah satu objek Yayasan STIMIK IGM yang dipasang plang banner. [Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0043-129x85.jpg)


![Petugas PLN saat melakukan pemeliharaan kelistrikan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi [SUTT] 150 kilovolt [kV] Sarolangun-Muara Rupit untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261027-WA0044-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

