Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi Sebut Inflasi Sumsel Masih Terkendali 

- Jurnalis

Kamis, 1 Agustus 2024 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi SH MSE saat menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik [BRS] bulan Agustus 2024 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik [BPS] Provinsi Sumsel, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis 1 Agustus 2024.

Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi SH MSE saat menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik [BRS] bulan Agustus 2024 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik [BPS] Provinsi Sumsel, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis 1 Agustus 2024.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Penjabat [Pj] Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel] Elen Setiadi SH MSE menyebut inflasi masih terkendali.

“Sesuai paparan Kepala BPS Provinsi Sumsel bahwa pada Juli ini Sumsel mengalami deflasi dan Inflasi masih 2 persen lebih. Artinya secara umum inflasi masih terkendali,” ungkap Elen saat menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik [BRS] bulan Agustus 2024 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik [BPS] Provinsi Sumsel, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Kamis 1 Agustus 2024.

Tampak hadir  dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto. Selain rilis Inflasi, BPS juga merilis beberapa indikator juga dirilis oleh BPS yakni Nilai Tukar Petani [NTP], Pariwisata, Transportasi dan Ekspor Impor.

Menurut Elen,  sumber-sumber deflasi sifatnya ada yang situasional karena pasokannya berlimpah seperti cabai merah, bawang merah, tomat dan menjadi sumber deflasi.

Begitupun sumber inflasi dikatakan Elen juga bersifat situasional tahunan seperti pendidikan. Namun ada juga yang cukup surprise, yakni emas yang mengalami kenaikan secara terus menerus.

“Karena itu emas menjadi salah satu penyumbang inflasi beberapa bulan belakangan. Satu lagi yang surprise lagi adalah peralatan skincare dan rekreasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Sekda Edward Candra Silaturahmi ke Kantor OPD Usai Libur Lebaran

Terkait komoditas beras yang menjadi salah satu sumber inflasi, menurut Elen sudah menjadi perhatian pihaknya. Pemprov bahkan sudah menyiapkan beberapa strategi dengan mengundang beberapa perusahaan dan Bulog untuk mendetailkan bagaimana mengendalikan inflasi yang bersumber dari beras.

“Kita siapkan strateginya, mestinya ini bisa tetap kita jaga,” jelasnya.

Selain Inflasi, BPS juga merilis NTP. Dimana Perkembangan Nilai Tukar Petani NTP Sumatera Selatan pada bulan Juli 2024 naik 1,45 persen dibandingkan NTP bulan lalu, yaitu dari 122,40 menjadi 124,18.

Kenaikan NTP Juli 2024 dipengaruhi oleh kenaikan NTP pada sebagian subsektor, dimana masing-masing naik: Tanaman Pangan 2,52 persen; Perkebunan 1,47 persen; Perikanan 0,23 persen dan Perikanan Budidaya 0,91 persen. Sedangkan NTP yang mengalami penurunan yaitu subsektor: Hortikultura sebesar 4,12 persen; Peternakan 1,48 persen dan Perikanan Tangkap 0,20 persen.

Dalam kegiatan tersebut, pada Juli 2024 terjadi inflasi year on year [y-on-y] Provinsi Sumatera Selatan sebesar 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen [IHK] sebesar 106,11.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Palembang sebesar 2,09 persen dengan IHK sebesar 105,82 dan terendah terjadi di Kabupaten Muara Enim sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 106,69.

Baca Juga:  OKI Darurat Kejahatan Siber: OJK dan Polda Sumsel Perang Lawan Sacam

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,17 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,92 persen; kelompok transportasi sebesar 2,04 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,61 persen, kelompok pendidikan sebesar 2,86 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,59 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,45 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,40 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,86 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen.

Tingkat deflasi month to month [m-to-m] Provinsi Sumatera Selatan Bulan Juli 2024 sebesar 0,29 persen dan tingkat inflasi year to date [y-to-y] sebesar 0,35 persen. [AbV/red]

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru dan wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Usai LKPJ 2025 Disetujui DPRD
Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30
Musda Demokrat Sumsel Berpotensi Aklamasi, Petahana Melenggang
Gubernur Herman Deru Paparkan Strategi Tekan Kemiskinan dan Kemandirian Pangan Sumsel dalam Podcast detikcom
Hadiri Ajang Nasional, Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Kinerja Daerah melalui Apresiasi Kemendagri 2026
Gubernur Herman Deru Tegaskan Peran Strategis Sumsel sebagai Motor Kolaborasi Sumbagsel
Strategi Gubernur Herman Deru–Wagub Cik Ujang Dongkrak Ekonomi Sumsel Berbuah Penghargaan Nasional
Gubernur Herman Deru: Prediksi Kemarau Kering Jadi Alarm Dini Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Sumsel

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:51 WIB

Gubernur Herman Deru dan wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Usai LKPJ 2025 Disetujui DPRD

Senin, 27 April 2026 - 20:46 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30

Senin, 27 April 2026 - 20:15 WIB

Musda Demokrat Sumsel Berpotensi Aklamasi, Petahana Melenggang

Senin, 27 April 2026 - 06:34 WIB

Gubernur Herman Deru Paparkan Strategi Tekan Kemiskinan dan Kemandirian Pangan Sumsel dalam Podcast detikcom

Senin, 27 April 2026 - 06:29 WIB

Hadiri Ajang Nasional, Gubernur Herman Deru Dorong Peningkatan Kinerja Daerah melalui Apresiasi Kemendagri 2026

Berita Terbaru