Bobol ATM Bank SumselBabel di Palembang, WNA Rusia Vladimir Kasarski Diringkus di Jakarta: Gunakan Jasa Hacker dari Meksiko

- Jurnalis

Senin, 8 April 2024 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolrestabes Kombes Pol Harryo Sugihartono memberikan keterangan persnya terkait penangkapan WNA asal Rusia Vladimir Karaski yang melakukan aksi membobol ATM Bank SumselBabel di Palembang.

Kapolrestabes Kombes Pol Harryo Sugihartono memberikan keterangan persnya terkait penangkapan WNA asal Rusia Vladimir Karaski yang melakukan aksi membobol ATM Bank SumselBabel di Palembang.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG| Aksi warga negara asing [WNA] asal Rusia Vladimir Kasarski membobol ATM Bank SumselBabel terendus Reskrim Polrestabes Palembang.

Modus akses ilegal tersangka dibantu hacker asal Meksiko dan menyasar mesin ATM milik Bank Pembangunan Daerah [BPD] Sumsel terjadi di Jalan Bambang Utoyo, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan IT II, Kamis 28 Maret 2024 sekira pukul 02.00 WIB.

Penangkapan Vladimir Kasarski dipimpin langsung Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing dan Kasubnit Pidum Iptu Jhonny Palapa saat berada di apartemennya Jakarta pada 1 April 2024.

Atas ulah WNA tersebut, pihak Bank SumselBabel mengalami dampak kerugian senilai Rp30 juta.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono membenarkan bahwa anggotanya dari Satreskri meringkus tersangka dalam perkara akses ilegal atas unit mesin ATM di Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan IT II Palembang melibatkan warga Rusia. “Saat ini sedang didalami karena pernah melakukan tindak pidana serupa. Bahkan sempat dideportasi,” ungkap Kapolrestabes dalam keterangan persnya, Senin 8 April 2024.

Dibantu Hacker Asal Meksiko

Jelas, Kapolrestabes, dalam aksinya tersangka Vladimir Kasarski melakukan secara sendiri pada sasaran mesin ATM yang model lama. “Namun hasil penyelidikan, tersangka bekerja sama dengan seorang hacker [DPO] diduga berada di negara Meksiko yang bekerja dengan identitas nomor luar negeri, hebatnya hacker ini mengetahui keberadaan mesin-mesin ATM Bank yang masih menggunakan program lama,” jelasnya menyebutkan.

Baca Juga:  Siap-siap Pembuang Sampah Sembarangan di Palembang Ditindak!

Oleh karena itu, sambung dia, pihaknya mencurigai ada pihak-pihak lain turut membantu dari pada hacker tersebut.

“Peristiwa ini terungkap atas kinerja cepat dari Satreskrim Polrestabes Palembang di-backup Jatanras Polda Sumsel dalam kurun waktu 4 hari berhasil diungkap dan menangkap tersangka Vladimir,” tuturnya.

Bobol ATM Gunakan Aplikasi Any Desk

Modus tersangka dengan menggunakan aplikasi Any Desk kemudian tersangka masuk ke ATM memasang kabel USB yang disambungnya ke Laptop miliknya dan meletakkan [laptop] di atas kursi plastik serta menghidupkan video call handphonenya yang diletakkan di atas mesin ATM untuk memantau situasi di dalam mesin ATM.

Tersangka lalu keluar dari ATM, kemudian mengunci pintu ATM dengan seling kunci roda sepeda dan memasang tulisan “rusak”.

Lalu tersangka masuk ke dalam mobilnya sambil memantau situasi dalam mobil. Namun dicurigai oleh penjaga malam ATM, sehingga tersangka langsung pergi.

Baca Juga:  Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

“Menggunakan aplikasi Any Desk yang mana pengoperasian dari laptop bisa dikendalikan dari jarak jauh, diketahui peran tersangka Vladimir sendiri menunggu di mesin ATM dan berkomunikasi dengan hacker sambil menunggu petunjuk uang keluar, namun curiga aksinya diketahui petugas langsung kabur dari lokasi,” ujar Kombes Pol Harryo.

Atas perbuatannya, tersangka akan diterapkan dengan Pasal 363 ayat 5 KUHP juncto 53 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

“Saat ini kita melakukan pengembangan terhadap pelaku yang lain, dan kita sudah menyita beberapa alat bukti diantaranya, paspor, laptop notebook, kabel USB, handphone, mobil hyundai, dan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, Vladimir ketika diwawancarai mengakui perbuatannya.

“Saya hanya menunggu beberapa bulan di Indonesia sampai visa nya kembali, saya suka di Indonesia dan sebelumnya sudah pernah beraksi dan berhasil,” aku tersangka yang diartikan translator.

Vladimir mengaku jika bekerja sama dengan hacker karena sebelumnya tidak mengetahui bagaimana cara mengoperasikan.

“Sehingga saya lebih tertarik untuk memperdalami,” ungkapnya.

“Setiap berhasil membobol uang di ATM maka hasilnya dibagi dua dengan hacker,” tutupnya. [AbV]

Berita Terkait

Surak Sumsel Sentil DKPP: Jangan Jadikan Evaluasi Pemilu Sekadar Formalitas
Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda
Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru
Pledoi Haji Sutar: Harta Sejak 1995 Bukan Hasil Pencucian Uang
Muscab PKB Sumsel Rampung, Puluhan Nama Calon Ketua DPC Masuk Meja DPP
Empat Atlet Disabilitas Palembang Dapat SIM D Gratis, Bukti Layanan Inklusif Polri

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:55 WIB

Surak Sumsel Sentil DKPP: Jangan Jadikan Evaluasi Pemilu Sekadar Formalitas

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Selasa, 21 April 2026 - 18:58 WIB

Sumsel Darurat Pelanggaran Pemilu, DKPP Gandeng Unsri: Evaluasi Tak Bisa Ditunda

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Bupati Enos Lepas 437 JCH OKU Timur dalam Haru

Senin, 20 April 2026 - 22:11 WIB

Pledoi Haji Sutar: Harta Sejak 1995 Bukan Hasil Pencucian Uang

Berita Terbaru