Fanny: Gawat Soal Narkoba, Pemprov Sumsel Harus Tes Urine

- Jurnalis

Kamis, 4 April 2024 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Yayasan Gugus Antispasi Narkoba Nusantara Sumatera Selatan (GANN Sumsel) Nurfrafyanti Fanny

Ketua Yayasan Gugus Antispasi Narkoba Nusantara Sumatera Selatan (GANN Sumsel) Nurfrafyanti Fanny

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Ketua Yayasan Gugus Antispasi Narkoba Nusantara Sumatera Selatan (GANN Sumsel) Nurfrafyanti Fanny, menyatakan keprihatinannya atas predikat Sumsel sebagai wilayah rangking kedua nasional dalam hal peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.

Menurut Fanny, pemerintah harus tegas dalam keadaan ini. Paling tidak, kata Fanny, Pemprov Sumsel harus tegas dan melalukan tes urine kepada perengkat kerjanya.

“Pemprov Sumsel perlu melalukan tes urine dari tingkatan pimpinan teratas hingga ke ASN-ASN secara keseluruhan,” tegas Fanny, Selasa, 3 April 2024.

Baca Juga:  Eks Kades Ogan Ilir Korupsi Lahan, Divonis 5 Tahun Penjara

Tes urine tersebut, katanya, harus dilakukan di Badan Narkotika Nasional (BNN) dan di Polda Sumsel. “Tes urine itu wajib didampingi Yayasan GANN,” ujarnya.

Sedangkan biaya bagi pelaksanaan tes urine harus disiapkan dari anggaran daerah yang dialokasikan bagi pemberantasan narkoba.

Pelaksanaan tes urine itu, katanya, dilakukan secara periodik dan dadakan, sehingga kerahasiaannya bisa dilaksanakan secara terjamin.

Terkait masalah itu, Fanny menganggap bahwa Pemerintahan Sumsel tidak serius mengantisipasi bahayanya narkoba, sehingga Sumsel berada di level kedua dalam hal peredaran narkoba.

Baca Juga:  Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

“Pemerintah menganggap, pemberantasan narkotika dan obat-obatan terlarang itu hanya tugas Polda dan BNN saja. Padahal panglima pemberantasan narkoba itu adalah pemerintahan daerah,” tegas Fanny.

Kuat dugaan Fanny, angka prevalensi narkoba terbesar, pusarannya terjadi di pemerintahan, sehingga kondisi ini harus menjadi atensi bagi semua pihak.

“Jadi, tes urine ini harus segera dilakukan sesering mungkin yang didampingi Yayasan GANN Sumsel,” jelas Fanny menutup perbincangan. (*)

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi
Fakta Baru Terungkap di Praperadilan SP3 Polda Sumsel, Pemohon Sebut Ada Indikasi Ketidaknetralan Penyidikan
Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan
PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
SPH Lain Terbit di Lahan 15.000 Meter Persegi Milik Indrawansyah, Kades Ulak Pandan Lahat Digugat ke PTUN Palembang

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:09 WIB

Aksi Tawuran Brutal di Lambidaro Palembang, Enam Pemuda Direhabilitasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:43 WIB

Fakta Baru Terungkap di Praperadilan SP3 Polda Sumsel, Pemohon Sebut Ada Indikasi Ketidaknetralan Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:56 WIB

Aksi Pengoplosan LPG di OKU Timur Terbongkar, Tersangka Terancam 6 Tahun Kurungan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:22 WIB

PN Palembang Tegaskan Eksekusi Lahan Eks Cineplex Cinde Sah, Perlawanan Tergugat Tak Hentikan Pelaksanaan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Berita Terbaru