WIDEAZONE.COM, SUNGALIAT | Sayuran hijau seperti sawi merupakan sajian khas warga Tionghoa di Bangka dalam merayakan Imlek di hari pertama. Sebab, menurut Guru Agama Konghucu, WS Halim Setiawan, sawi dimaknai sebagai pembawa rejeki atau besar harapan mendapatkan rejeki.
“Sawi itu jika orang suku Hakka (Khek) Bangka menyebutnya tai choi (choi hi) yang berarti rejeki. Sedangkan tai itu besar, dengan artian besar harapan rejeki,” kata WS Halim Setiawan di Sungailiat, Minggu (22/1/2023).
Namun, menurut Halim, sajian sawi pada hari pertama Imlek ini tidak semuanya sama di masing-masing daerah. Hal itu sesuai dengan suku dan daerah asal warga Tionghoa.
“Sayuran hijau ini, menurut cerita, karena dahulunya kebanyakan warga Tionghoa adalah bertani atau bercocok tanam. Seperti sayuran hijau atau sayur kehijauan, seperti sawi dan lainnya,” ucap Halim.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)





![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-129x85.jpg)



![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

