Setelah Diperkosa, Kakaknya Dijebloskan ke Penjara

- Jurnalis

Jumat, 22 Februari 2019 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keadaan Jumaidah (Korban Pemerkosaan)

Keadaan Jumaidah (Korban Pemerkosaan)

WIDEAZONE.COM, MUARAENIM — Masyarakat Kabupaten Muaraenim sangat jengkel dengan kasus perkosaan ibu rumah tanga Jumaidah binti Bakri.

Sejak melaporkan kasus perkosaan atas dirinya ke Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim, hingga saat ini persoalannya tetap terkatung-katung tanpa perkembangan berarti. Sementara sang pemerkosa Rahman, bebas berlenggang kangkung ke sana-sini.

Akibat perkosaan itu, secara psikologis, Jumaidah mengalami ketidakstabilan jiwa. Bahkan ia kerap kali menangis sedih tatkala melihat Rahman berkeliaran.

 

“Hukum di negeri ini seolah tidak adil terhadap kami, sebagai orang kecil, ” ujar Jumaidah kepada Wideazone.com sembari menitikan air matanya, Jumat (22/2/2019)

Akibat perkosaan itu, selain kehidupan rumah tangganya kacau, kakak ipar yang mencoba membela Jumaidah, justru harus terpuruk ke balik jeruji besi.

Untuk mengingat kembali kejadian kelam yang melukai perasaan korban tersebut, pada Jumat (9/12/2018) isteri Roni bin Darul Qutni itu hendak berbelanja ke warumg Rahman. Rencananya, Jumaidah hendak membeli jeli drink nabati. “Saat itu Rahman sedang ada di warungnya, ” ujar Jumaidah dalam dialeg bahasa Ogan.

Roni (Suami Jumaidah)

Saat itu, sembari mendekati Jumaidah, Rahman bertanya tentang utang suaminya. “Mekmane, kebile Roni mbayar utang die tu (Bagaimana, kapan Roni bisa membayar utangnya), ” tanya Rahman.

Jumaidah hanya menjawab nanti saja jika suaminya telah menerima gaji. Selanjutnya Rahman mengatakan mudah jika ingin melunasi utangnya.

“Mudah mekmane, Mang. Aku enggop Mang. Amu macam-macam kelekah, dibayar oleh Roni, ” jawab Jumaidah langsung pulang ke rumahnya.

Namun ada sesuatu yang ia lupa, karena Jumaidah ingin membeli dua keping racum nyamuk, telur, mi dan gula. Belanjaan itu ia letakkan di meja dapur.

Malam itu, sekitar pukul 23.00 Wib, pintunya diketuk dari luar. Jumaidah terbangun lalu membuka pintu. “Ade ape, Mang, ” tanya Jumaidah.

Namun Rahman mengatakan bahwa ia memgantarkan racun nyamuk yang lupa dibawa Jumaidah sore tadi.

Rahman masuk dan mendorong tubuh Jumaidah ke di dinding. Lelaki setengah baya itu membawa sepotong kayu berukuran 50 sentimeter. Sambil mengarahkan kayu itu ke kepala Jumaidah, dengan tangan kirinya Rahman menekan payudara korban. “Dengah diam. Amu dengah beteriak, kubunoh, ” ancam Rahman.

Karena takut ancaman itu, akhirnya Jumaidah pasrah tak berdaya. Dia diperlakukan Rahman secara tak senonoh, yang akhirnya Jumaidah diperkosa laki-laki itu.

Atas kejadian itu, Jumaidah hanya bisa menangis. Setelah mengetahui isterinya diperkosa Rahman, Roni marah bukan main. Kakak Roni memanggil Rahman yang sedang duduk di kursi. Melihat keadaan tak menguntungkan, Rahman menendang kakak Roni.

Sementara Roni mencengkeram krah baju Rahman. Ia hendak memukul pelaku perkosaan itu. Namun karena ayah Roni mencoba menghalangi, akhirnya Roni melepaskan cengkeramannya.

Kakak Ipar Roni Harus Terpuruk ke Balik Jeruji Besi

Yang membuat aneh masyarakat Muaraenim, meski telah dilaporkan ke polisi, namun belum ada tindakan hukum terhadap Rahman. Bahkan atas kasus yang dianggap mengancam dirinya, kakak ipar Roni dilaporkan Rahman ke polisi. Justru hingga saat ini Jumaidah merasa, setelah ia diperkosa ternyata kakaknya dijebloskan ke tanahan polisi. “Hukum ini benar-benar tidak adil, ” tukas korban tak tahan menahan tangisnya. (shinta)

 

Berita Terkait

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi
Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara
Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU
UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor
Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM
Pasca Gerebek Sarang Narkoba, 2 Warga Desa Ditangkap
Munas IX Kadin Indonesia Akan Dibuka Ketua MPR RI
MAPPI Sumsel Gelar Musda ke III, ini kata Awaludin

Berita Terkait

Kamis, 25 Maret 2021 - 15:00 WIB

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi

Sabtu, 6 Maret 2021 - 23:19 WIB

Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:53 WIB

Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:52 WIB

UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:47 WIB

Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM

Berita Terbaru

DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan atau PKB Sumsel menyatakan kesiapan Musyawarah Cabang [Muscab] di seluruh kabupaten/kota, dijadwalkan pada 18 April 2026.

Headlines

Muscab PKB Sumsel Dijadwalkan 18 April: 90 Persen Siap

Kamis, 16 Apr 2026 - 19:13 WIB