WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Dinas Pendidikan Kota Palembang melarang para pelajar untuk merayakan valentine, atau biasa disebut hari kasih sayang. Valentine days yang dirayakan setiap 14 Februari tersebut sangat populer dikalangan kaum muda khususnya pelajar. Pada umumnya perayaan valentine di hiasi dengan pesta, bertukar kado dan hadiah sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang kepada pasangan.
Melihat fenomena euforia valentine yang tak terarah, Disdik Kota Palembang menilai perayaan valentine tidak sesuai dengan pendidikan karakter yang diusung pendidikan nasional dan merupakan kegiatan yang bertentangan dengan norma-norma yang ada.
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang Drs. H. Herman Wijaya, M.Si mengatakan, berkasih sayang tidak hanya satu hari dan merupakan sesuatu yang wajib dilakukan kepada siapapun baik kepada guru, orang tua dan kepada sesama.
“Kita tak mau dengan valentine day, pelajar salah mengartikan rasa cinta dan sayang hingga menyalahi tatakrama, sopan santun, dan adat istiadat di Bumi Sriwijaya ini” jelasnya, saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (14/2/2019).
Herman menambahkan ini sekedar himbauan, kontrol sesungguhnya terletak pada sekolah dan keluarga. Setidaknya hal ini membendung pelajar untuk tidak melakukan hak menyimpang. Hari Valentine memang kerap dijadikan kegiatan yang tidak senonoh dan tidak pantas bagi pelajar. Tidak sekedar hanya berbagi hadiah dan menyampaikan ungkapan, melainkan kepada prilaku yang menyimpang. Salah satunya adalah perlakuan sex bebas, yang berdampak pada pernikahan dini dan putus sekolah.
“Kami tidak akan memberikan sanksi tetapi sanksinya dikembalikan kepada orang tua masing-masing. Himbauan ini disampaikan kepada setiap Sekolah karena hari kasih sayang itu sendiri tidak sesuai dengan pendidikan karakter yang selama ini diusahakan Pemerintah Kota Palembang,” jelasnya.
Menurut dia, imbauan tersebut sudah sering dilakukan setiap tahunnya dengan tujuan menangkal budaya luar yang tidak sesuai dengan ajaran agama, norma sosial maupun budaya nasional Indonesia.
“Budaya kita beda dengan orang Barat. Budaya Indonesia tidak sesuai dengan budaya Barat. Harusnya kasih sayang harusnya tidak sempit kepada pacar saja, tetapi kepada guru, orang tua hingga sesama manusia dan bisa diterapkan setiap hari,” tegas Hermanhasan basri)








![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)








![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

