WIDEAZONE.COM, TANJUNGENIM — Upaya pengusiran warga korban relokasi di Desa Bukit Munggu terkesan sangat tak manusiawi. Selain secara politis tanah di kawasan itu diam-diam digerogoti dengan alat-alat berat sehingga keadaan suasananya sangat menyedihkan.
Apabila ada warga yang kebetulan masuk ke wilayah tambang karena mempertahankan lokasi hunian.mereka, warga tersebut akan habis dihajar oknum-oknum dari PT Bukit Asam.
Dalam video yang berdurasi beberapa menit, tergambar seorang warga “dihakimi” pekerja tambang. Selain warga itu ditekan dengan pijakan, tangan korban diborgol seperti seorang perampok.
https://youtu.be/J2pdf0jbboY
” Wah gambar ini terlihat sangat kejam. Seharusnya, ketika ada warga yang masuk ke lokasi karena mempertahankan wilayah mereka seharusnya diberi penjelasan cerdas. Misalnya dijelaskan ke warga secara transparan, apabila mereka masuk ke wilayah kerja, dampaknya sangat berbahaya.
“Mereka itu manusia. Jangan diperlakukan secara keji. Kebijakan kejam seperti ini sangat melanggar hak hak azasi manusia (HAM),” ujar komisioner Komisi Nasoonal Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Nur Kholis, Sabtu (2/2/2019).
Dalam perbincangan melalui telepon seluler, Nur Kholis sangat sedih menyaksikan perilaku manusia-manusia di kawasan tambang yang memperlakukan seorang warga secara tidak manusiawi.
“Dalam waktu yang tepat, saya akan mendelegasikan para komisioner untuk mempelajari kasus ini. Sebab dari sikap orang-orang di tambang itu yang memperlakukan seorang warga secara tak manusiawi, telah melanggar HAM,” ujar Nur Kholik dengan suara bergetar.
Nur Kholis yang pernah dua periode memimpin Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Palembang itu menyatakan akan selalu komitmen membela masyarakat korban kekerasan.
Menurut dia, para pengelola PT Bukit Asam harus mempertimbangkan keberadaan mereka di kawasan bumi Tanjungenim Muaraenim.
Sebab pemerintah berharap dengan mengelola hasil tambang dari wilayah setempat, seharusnya perusahaan itu mampu menjaga nilai kesejahteraan warga.lokal. Bahkan bumi Tanjungenim yang telah diporakporandakan harus dijaga kelestariannya. “Bahkan tanah yang sudah digarap, seharusnya direboisasi agar dapat memperbaiki eksistensi tanah bekas penggalian,” ujarnya.
Bahkan warga setempat harus diajak untuk meraih prestasi terbaik bagi keuntungan perusahaan dan kesejahteraan masyarakat.
Nur Kholis berjanji akan mendampingi warga yang kehilangan hak-hak mereka.
Apakah ada kesalahan jika wilayah tambang berdekatan dengan pemukiman warga?
Nur Kholis mengatakan tidak. Tidak ada kesalahan dengan semua fakta tersebut. Namun pihak perusahaan tidak dibenarkan bermain keras untuk mengusir warga. “Apalagi warga telah mendiami wilayah itu secara turun temurun. Saya akan mempelajari kasus ini,” ujar Komisioner Komnas HAM asal Sumatera Selatan itu.
Sementara itu, ketika masalah ini dikonfirmasikan ke pihak perusahaan itu, Manager Humas PT Bukit Asam (Tbk) Efensi menolak menemui wartawan Wideazone.com. Alasannya repot dan selalu menghadiri rapat perusahaan.
“Silakan menemui Pak Muhammad Saman. Saya sudah mendelegasikan masalahnya ke dia,” katanya di telepon seluler.
Sementara Saman sendiri ketika dikonfirmasi hanya menjelaskan soal relokasi warga Desa Atas Dapur berbeda dibanding masalah warga Bukit Munggu. “Persoalannya berbeda. Pak,” kata Saman tanpa menjelaskan perbedaan yang terjadi antara warga Desa Atas Dapur dan Bukit Munggu.
Bahkan menurut Efensi, apa yang dikemukakan Saman itu sudah benar. “Pernyataan Saman itu sudah benar,” kata Efensi dengan nada tinggi.
Sementara itu, saat diwawancarai sebulan lalu, Usi, seorang wanita korban relokasi, mengatakan pihak perusahaan seolah tak mau mengetahui penderitaan warga setempat.
“Kami sudah bermukim selama empat hingga lima generasi di Bukit Munggu ini. Dulu, ini hutan lindung. Tapi tiba-tiba dinyatakan sebagai hutan produksi. Karena itu mereka seenaknya memperlakukan warga desa. Alasannya, tempat kami berdomisili ini lokasi pertambangan PTBA. Akhirnya kami diusir dengan penggantian yang tidak sesuai dengan harga harta benda kami, Pak,” kata Usi dengan air mata mengalir ke pipi.
Sedangkan menurut dia, apa yang terjadi dalam gambar video itu memang benar. “Saya berteriak agar ibu yang diperlakukan secara tak manusiawi itu jangan digebuki,” kata Usi. (abror vandozer/anto narasoma).



![Mobil listrik asal Vietnam tengah melintas di Jalan POM IX [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Mobil-listrik-asal-Vietnam-tengah-melintas-di-Jalan-POM-IX-225x129.jpg)
![Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/kabut_asap_versi1_final_v2_copy_1920x1247-225x129.jpg)
![SMP Negeri 19 Palembang [Gambar Ist.net]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/SMP-Negeri-19-Palembang-Gambar-Ist.net_-225x129.jpg)


![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-225x129.jpg)
![Mobil listrik asal Vietnam tengah melintas di Jalan POM IX [Foto: AbV-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/Mobil-listrik-asal-Vietnam-tengah-melintas-di-Jalan-POM-IX-129x85.jpg)
![Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/kabut_asap_versi1_final_v2_copy_1920x1247-129x85.jpg)
![SMP Negeri 19 Palembang [Gambar Ist.net]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/SMP-Negeri-19-Palembang-Gambar-Ist.net_-129x85.jpg)




![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)

![Presiden RI Prabowo Subianto [gambar Ist]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20250227-WA0099-scaled-266x266-1-266x200.jpg)
