Perdana, Muba Gelar PTM Terbatas, Bupati Dodi: Simbol Perjuangan

- Jurnalis

Senin, 23 Agustus 2021 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA langsung melakukan pemantauan proses PTM terbatas di beberapa SD-SMP di kota Sekayu, di antaranya SMP Negeri 1 dan SD Negeri 3 Sekayu.

Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA langsung melakukan pemantauan proses PTM terbatas di beberapa SD-SMP di kota Sekayu, di antaranya SMP Negeri 1 dan SD Negeri 3 Sekayu.

Cek Suhu dan Cuci Tangan Sebelum Masuk Kelas, Wajib Pakai Masker

WIDEAZONE.com, SEKAYU | Perdana, aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas bagi SD hingga SMP sederajat diselenggarakan di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pada kesempatan itu, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA langsung melakukan pemantauan proses PTM terbatas di beberapa SD-SMP di kota Sekayu, di antaranya SMP Negeri 1 dan SD Negeri 3 Sekayu.

“Dari hasil peninjauan, Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai ketentuan. Sekolah sudah melaksanakan ketentuan yang ada, siswa sudah menggunakan masker, tempat cuci tangan sudah ada dan siswa di kelas juga diberi jarak,” ujar Bupati Dodi didampingi Wakil Ketua DPRD Muba H Rabik SH, Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT, Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy SH SIk MSi, Kajari Muba diwakili oleh Kasi Intel Abu Nawas SH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Musni Wijaya SSos MSi serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS, Senin (23/8).

Dikatakan Dodi Reza, hari perdana dilaksanakan sekolah PTM terbatas, merupakan simbol hasil dari perjuangan selama ini untuk mengupayakan PTM terbatas, akhirnya bisa dimulai hari ini. Setelah kriteria dan syarat yang telah ditetapkan bersama, hari ini peserta didik SD dan SMP se-Kabupaten Muba sudah memenuhi kriteria dan syarat bisa melaksanakan sekolah PTM terbatas.

Baca Juga:  Herman Deru Pastikan 18 Sapi Kurban dari Presiden Prabowo Tepat Sasaran

“Hari ini kita lihat langsung, bagaimana anak-anak SD dan SMP dengan semangatnya bisa belajar di sekolah dan tentu dengan segala upaya telah dilakukan pihak sekolah dan harapan semua orang tua telah direalisasikan,”ucapnya.

Kami harapkan, sambung Dodi Reza setelah satu bulan berjalan kita akan mengevaluasi kembali pelaksanaan tersebut, kemungkinan jam belajar ditambah kemudian frekuensi atau ada hal-hal yang menjadi pelajaran bagi kita untuk memperbaiki kondisi ke depan, “Sehingga bobot pembelajaran secara fisik di sekolah ini bisa lebih besar dibandingkan sekolah daring, dengan syarat jangan sampai kasus-kasus timbul dari pembelajaran di sekolah ini,”tuturnya.

Kepala Daerah Inovatif se Indonesia ini menerangkan, bagi siswa yang tidak boleh mengikuti proses KBM secara tatap muka, mereka tetap mendapatkan pelajaran yang sama yakni semua materi yang diberikan oleh guru ke siswa di sekolah akan dikirimkan langsung ke siswa via online.

“Jadi, mereka tidak akan ketinggalan materi pelajaran. Karena pihak sekolah setiap hari mengirimkan materi pelajaran ke siswa yang bersangkutan,” tegasnya.

Baca Juga:  Belasan Rumah Warga 24 Ilir Palembang Retak Diduga Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Baru Empat Diperbaiki

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Muba, Musni Wijaya SSos MSi, pelaksanaan PTM terbatas dilaksanakan dengan peserta didiknya dibagi, ada yang hadir langsung ke sekolah, ada juga yang sekolah secara daring, dan PTM hanya berlangsung 2 jam, dari pukul 07:30 – 09.30 dan 10:30 – 12.30 WIB.

“Untuk sekolah tingkat SD dibagi, hari Senin-Selasa kelas 5 dan 6, hari Rabu-Kamis kelas 3 dan 4, Jumat-Sabtu kelas 1 dan 2. Sementara untuk tingkat SMP, Senin-Selasa kelas IX, Rabu-Kamis kelas VIII, dan Jumat-Sabtu Kelas VII. Kalau nanti dari hasil evaluasi berjalan dengan bagus, protokol kesehatan baik, tidak ada terjadi kasus yang terpapar COVID-19 dari PTM terbatas ini maka akan kita beri reward, kita tingkatkan sekolah tatap muka, rencananya tingkat SMP Kelas IX dan 50 persen kelas VIII pada Senin-Rabu, Kelas VII dan 50 persen kelas VIII pada Kamis-Sabtu. Sementara tingkat SD hari Senin – Rabu kelas 4, 5 dan 6, hari Kamis – Sabtu kelas 1, 2 dan 3,” jelasnya.

Laporan Sudirman NK/Adv

Berita Terkait

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak
Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa
Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru