“Pempek Ikan Gabus Dan Nasib Ikan Belida”

- Jurnalis

Minggu, 13 Januari 2019 - 08:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG–Pempek menjadi ikon kuliner bagi Kota Palembang Sumatera Selatan. Bahkan pempek sudah go nasional karena rasanya yang enak dengan campuran saus cuka membuat lidah bergoyang.

Tapi, bagaimana jadinya ketika bahan bakunya sulit dicari? Walaupun ada harganya melambung tinggi. Pempek berbahan dasar tepung kanji daging ikan. Ikan yang paling banyak digunakan saat ini adalah ikan gabus. Ikan ini dipilih karena hasil olahannya menjadikan pempek terasa lebih gurih dibanding ikan lainnya. Misalnya ikan tenggiri, ikan ruca, parang-parang dan lainnya.

Di Palembang, pasokan ikan gabus semakin berkurang. Ikan gabus sulit ditemukan petani atau pencari ikan. Ikan gabus dapat ditemukan atau dikirim ke kota sangat sedikit membuat harganya melambung tinggi.

Hal itu membuat bingung pedagang untuk menyesuaikan harga jual, menaikkan harga atau malah mengurangi kualitas hingga mengganti bahan dengan ikan lain. Asosiasi Pempek Palembang mengatakan, harga ikan gabus di pasaran tradisonal terutama di saat musim penghujan melambung tinggi di kisaran Rp.100 ribu – Rp.105. ribu per kilogram. Harga itu naik melebihi dari harga normal pada kisaran Rp.40 ribu – Rp.50 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Pengamat Ekonomi Khawatir Krisis 1998 Akan Terulang!

Ikan gabus semakin sulit ditemukan di perairan Palembang dan daerah sekitarnya. Selain karena volume air sedang tinggi karena lagi musim hujan, juga disebabkan karena kerusakan lingkungan perairan umum daratan. Satu-satunya daerah yang banyak ditemukan adalah Kabupaten Ogan Komering Ilir, meski tidak sebanyak dulu.

Lalu bagaimana kondisi ini akan terus berlanjut? Sementara kebutuhan ikan gabus semakin tinggi di tengah persediaan menyusut. Kondisi ini bisa jadi mengubah kebiasaan penggunaan bahan baku pempek di tempat asalnya.

Dahulu penggunaan bahan baku untuk pempek menggunakan ikan lopis atau di Sumsel biasa disebut ikan belida. Nama “ikan belida” atau disebut juga “belido” diambil dari salah satu sungai di Sumatera Selatan, Sungai Belida. Sungai yang bermuara ke Sungai Musi merupakan salah satu tempat banyak ditemukan ikan belida.

Ikan belida dipilih karena menciptakan rasa pempek yang lezat. Seiring waktu, semakin langka dan mahalnya ikan belida membuat pembuat pempek beralih ke lain hati. Penggunaan ikan alternatif lain pun diambil. Di antara banyak ikan yang bisa digunakan jadi bahan baku pempek, ikan gabus adalah yang lebih cocok menggantikan ikan belida.

Baca Juga:  Dokter Puskesmas Rasuan Menang Grand Prize, Undian Pesirah BSB Dorong Ekonomi Lokal OKU Timur

“Sebaiknya mulai dikembangkan budidaya ikan gabus, sehingga pasokan tetap ada dan harga stabil seperti halnya ikan lele dan ikan patin. Hal ini sudah kami sampaikan ke pemerintah saat ada kunjungan Komisi IV ke sentra kuliner ikan di Benteng Kuto Besak beberapa waktu lalu,” kata M Firdaus, anggota Asosiasi Pempek Palembang.

Masalahnya, pembudidayaan ikan gabus sulit karena tergolong ikan kanibal. Ikan gabus tidak dikenal sebagai ikan budidaya. Pasokan ikan gabus diambil dari perairan liar oleh para pencari ikan. Akankah penggunaan ikan gabus untuk pempek akan mengulang kembali cerita tentang ikan belida? Tak ada lagi cara kecuali menjaga alam perairan umum dan daratan di Sumatera Selatan tetap terjaga sehingga tetap menjadi habitat alami ikan gabus. Mudah-mudahan nasib ikan gabus tidak sama dengan ikan belida. (dn)

Berita Terkait

Lady Rara Siap Meriahkan Malam Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah
PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah
Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah
PLN Gercep Perkuat Tegangan Listrik bagi Warga Kenten Laut
PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center di Indonesia
PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:27 WIB

Lady Rara Siap Meriahkan Malam Pengundian Super Grand Prize Tabungan Pesirah

Kamis, 30 April 2026 - 23:45 WIB

PLN UID S2JB Perluas Jangkauan Kelistrikan Sasar Sungai Jeruju OKI

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 11:13 WIB

Bapenda Pelembang Temukan Sejumlah Pelanggaran WP di Pusat Perbelanjaan: Kepatuhan e-Tax Rendah

Rabu, 29 April 2026 - 13:10 WIB

Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah

Berita Terbaru