Minta Bantu UMKM, Presiden Jokowi: Jangan Sampai Produk ‘Online’ Dikuasai Luar Negeri

- Jurnalis

Jumat, 11 Januari 2019 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

WIDEAZONE.COM-JAKARTA, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di negara kita itu ada 56 juta. Ada banyak problem di UKM-UKM kita yang berkaitan dengan bagaimana membangun brand, bagaimana mengikuti design yang sesuai pasar, bagaimana membuat kemasan menarik, dan persoalan-persoalan lain yang menyangkut modal, akses ke pasar.

“Yang kita lihat ini, satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta ini bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-9 dan Peluncuran Mitra Bukalapak, di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1) malam.

Oleh sebab itu, Presiden mengajak Bukalapak agar membangun ekosistem online supaya sambung dengan ekosistem offline-nya. Artinya, seluruh UMKM, seluruh UKM yang ada di negara kita bisa masuk semuanya ke Bukalapak.

Caranya seperti apa? Menurut Presiden, bisa saja kerja sama misalnya, dengan Menteri Perindustrian, dengan Menteri UKM untuk memperbaiki packaging, memperbaiki kemasan-kemasan yang ada di negara kita.

Presiden Jokowi meninjau stand mitra Bukalapak saat menghadiri Peringatan HUT ke-9 Bukalapak, di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1) malam. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi meninjau stand mitra Bukalapak saat menghadiri Peringatan HUT ke-9 Bukalapak, di Hall B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1) malam. (Foto: JAY/Humas)

Menurut Kepala Negara dirinya hampir setiap kali, setiap minggu masuk ke kampung, masuk ke desa. Ia merasa sedih kalau melihat sebuah produk kualitasnya bagus, barangnya bagus tapi tidak bisa masuk akses ke pasar karena packaging-nya yang jelek. Tidak diberi sebuah brand yang kelihatan memiliki kualitas.

Belum lagi nanti berbicara hal yang berkaitan dengan desain seperti  furniture. Kepala Negara menjelaskan, banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus tapi tren tidak mengikuti tren pasar. Desainnya bagus, tapi warnanya tidak mengikuti juga keinginan pasar.

Baca Juga:  PLN UP3 Palembang Pasang 200 kWh Meter di Gardu Tegangan Ujung

“Seperti inilah yang tadi saya sampaikan, kalau bisa disambungkan antara ekosistem offline dan ekosistem online ini akan menjadi sebuah kekuatan yang besar bagi produk-produk yang ada di negara kita,” ujar Presiden seraya menambagikan, jangat besar peluang itu.

Presiden juga mengingatkan, jangan sampai karena produk-produk kita enggak bisa masuk, produk UKM enggak bisa masuk ke online diisi oleh barang-barang dari luar. “Jangan sampai kejadian ini terjadi. Market place kita, produknya itu justru dari luar. Mungkin sementara enggak apa-apa tapi dalam jangka pendek, jangka tengah, ini harus diusahakan bersama-sama agar barang-barang itu semuanya produk dalam negeri kita,” tegasnya.

Sangat Besar

Menanggapi informasi yang disampaikan oleh CEO Bukalapak, Ahmad Zaky, bahwa  sekarang Pelapak yang ada di Bukalapak ini ada 4 juta, Presiden Jokowi mengatakan, itu jumlah yang sangat besar.

Tetapi, kalau dibandingkan dengan 56 juta, menurut Presiden, Bukalapak masih punya pekerjaan besar yang 52 juta, Pak Zaky. “Juga ini tugas pemerintah, menteri-menteri yang ada. Agar semuanya itu masuk, 56 juta itu masuk semuanya ke Bukalapak,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan rasa senangnya karena 70-80 persen pedagang yang ada, pelapak yang ada di Bukalapak ini adalah UKM. Apalagi Bukalapak tahun ini diseleksi oleh pemerintah kita untuk menjadi salah satu penyalur kredit ke UKM, yang namanya Kredit UMi, Kredit Ultra Mikro.

Baca Juga:  Pemprov Sumsel dan Bank Sumsel Babel Kolaborasi Dorong UMKM Lokal Melalui Hiburan Rakyat dan Undian Super Grand Prize Pesirah

“Ini saya kira sangat bagus sekali. Instrumen kredit ini akan sangat bermanfaat bagi usaha-usaha mikro yang kita miliki,” ucap Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga berpesan agar keberanian Ahmad Zaky mendirkan Bukalapak dengan modal Rp80.000 dan sempat putus asa namun kemudian tidak tega karena sudah ribuan UKM yang mulai tergantung pada platform Bukalapak, dijadikan sebuah contoh, sebuah inspirasi bagi seluruh pengusaha muda kita yang ada di Indonesia.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap unicorn seperti Bukalapak tidak hanya mengeksploitasi pertumbuhan ekonomi digital, tapi juga memiliki hati, yang memiliki jiwa, punya misi sosial, jauh di luar hanya sekadar mengejar profit dan keuntungan.

“Nah, inilah saya kira yang menjadi contoh, menjadi teladan kita agar semua pelaku ekonomi digital kita ini meniru dan memiliki semangat yang sama,” pungkas Presiden.

Diakhir pidatonya Presiden didampingi Achmad Zaky, Menkominfo, dan Kepala Bekraf menekan tombol virtual sebagai tanda peluncuran Mitra Bukalapak. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menerima potongan tumpeng yang diberikan oleh Achmad Zaky.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukota, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjnegoro, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menkominfo Rudiantara, Kepala Bekraf Triawan Munaf. (FID/JAY/ES)

 

Berita Terkait

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx
PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar
PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat
Gubernur Herman Deru Dukung FESyar Regional Sumatera 2026 untuk Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah
Wagub Cik Ujang Dorong Peluang Investasi Sumsel dalam Forum Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok–Indonesia
Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:50 WIB

Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:28 WIB

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:34 WIB

PLN UID S2JB Tebar Kepedulian Lewat Qurban untuk Masyarakat Sekitar

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:32 WIB

PLN UID S2JB Siaga Iduladha 1447 H, Pastikan Pasokan Listrik Andal untuk Masyarakat

Berita Terbaru