Tak Terima Tawaran, Oknum Petugas Diduga Aniaya Opang

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2020 - 22:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak Terima Tawaran, Oknum Petugas Diduga Aniaya Opang

Tak Terima Tawaran, Oknum Petugas Diduga Aniaya Opang

WIDEAZONE.COM, KAYUAGUNG — Seorang ojek pangkalan (Opang) di depan kantor bank BRI cabang Kayuagung diduga alami penganiayaan.

Dugaan penganiayaan terjadi, lantaran Opang menawarkan ‘Ojek’ ke pada penumpang.

Kejadian bermula saat Hasan (24) warga kelurahan Jua jua kecamatan Kayuagung yang berprofesi sebagi tukang ojek, menawarkan jasanya.

Sambil memangil ‘Ojek’ berulang ke pada calon penumpangnya. Seorang pria yang ditawarkan itu, baru saja keluar dari bank BRI Kayuagung.

Merasa tidak senang dengan tawaran, pria tersebut langsung menganiaya Hasan.

“Ketika saya sedang menunggu penumpang di samping taman depan kantor bank BRI Kayuagung. Saat itu terlihat seorang pria keluar dari kantor bank BRI, lalu saya memanggilnya sambil menawarkan dengan sebutan ‘Ojek’,” kata Hasan, Jum’at (05/06/2020) sekira pukul 13.45WIB.

“Saat itu saya kira pria tersebut tidak mendengar. Kemudian saya panggil lagi “Ojek Bu, Ojek Kak” dengan nada keras,” ungkap Hasan sambil menirukan gayanya kepada Wartawan.

Baca Juga:  Divonis 1 Tahun Penjara, Terdakwa Pulang "Melenggang" Tidak Ditahan

Lanjut Hasan, ketika memanggil dan menawarkan jasanya sebagai ojek dengan nada keras, kemudian pria itu memanggilnya dan langsung memukul saya beberapa kali.

“Pukulannya mengenai wajah saya dan bagian tubuh lain. Tidak berselang lama kejadian itu, datanglah teman saya yang berprofesi sama seperti saya bernama Hasan (25) bin Sulaiman dan Herman alias Dikok (27) yang hendak melerai kami, namun tidak bisa. Mereka pun tak luput dari amukan dari pria itu,” paparnya

Sesudah menganiaya dirinya dan kedua temannya, Lanjut Hasan, pria itu langsung mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA) kepada dirinya dan mengaku sebagai polisi.

“Sesudah memukul kami, pria tersebut mengeluarkan KTA dan mengaku dirinya Polisi dan meninggalkan kami, namun saya tidak tau persis identitas pelaku,” ujarnya sambil menirukan gaya pria tersebut.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien

Sementara itu, Diko yang menyaksikan kejadian itu, membenarkan kejadian penganiayaan terhadap rekannya, dirinya melihat dan langsung melerai Hasan saat dianiaya.

“Saat itu saya lagi makan di tempat pangkalan ojek, ketika itu saya melihat kejadian dan langsung melerai rekan saya dan pria itu, namun pria itu tidak mau dilerai dan menantang saya sambil berkata ‘kamu tidak tahu dengan saya, saya ini polisi’, sambil menirukan gaya pria itu, ” jelasnya.

Tak terima atas perlakuan itu, Hasan dan rekannya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Hingga berita ini ditayangkan pihak dari Kepolisian belum dapat terkonfirmasi.

Laporan Ukik

Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral
Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan
Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Kasus Dugaan Narkoba Wakil Walikota Menggantung! Pengamat: Mana Komitmen DPRD Palembang?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Ponpes Modern Al-Fahd Sesalkan Peristiwa Kekerasan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Berita Terbaru