ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Dengar Pendapat [RDP] Komisi IV DPRD Palembang dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang soal evaluasi PJJ [pembelajaran jarak jauh] pada Senin 14 September 2026.

Rapat Dengar Pendapat [RDP] Komisi IV DPRD Palembang dengan Dinas Pendidikan Kota Palembang soal evaluasi PJJ [pembelajaran jarak jauh] pada Senin 14 September 2026.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG  | Palembang belum aman. Kabut asap karhutla bukan lagi sekadar mengganggu jarak pandang, tetapi sudah menghantam kesehatan ribuan pelajar. Per 14 November, kualitas udara tercatat mencapai ISPU 209, masuk kategori “sangat tidak sehat”.  Di tengah kondisi itu, 2.222 siswa tercatat terpapar ISPA [infeksi saluran pernapasan akut].

‎Angka tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah dan orang tua. Temuan itu mencuat dalam rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan Kota Palembang dan Komisi IV DPRD Kota Palembang, yang membahas polemik Pembelajaran Jarak Jauh [PJJ] untuk jenjang TK, SD, dan SMP yang telah berjalan selama sepekan.

‎Keputusan rapat menegaskan selama ISPU berada di atas 200, PJJ tetap diberlakukan. Alasannya sederhana—anak-anak tidak boleh dipaksa berada di tengah udara yang membahayakan kesehatan.

‎Namun persoalannya tidak sesederhana memindahkan kelas ke layar. Kepala Dinas Pendidikan [Kadisdik] Kota Palembang Muhammad Affan Prapanca mengakui kondisi setiap wilayah berbeda. Ada sekolah yang mencatat kasus ISPA tinggi, ada yang menurun, bahkan ada yang nihil.

‎“Tidak bisa secara umum kita narasikan. Kawasan yang satu dan kawasan yang lain berbeda-beda.” ujarnya dalam keterangan usai rapat pada Senin 14 September 2026.

‎Dijelaskan Affan, hal ini juga mengacu pada Permendikdasmen nomor 26, bahwa ketika dianggap memungkinkan untuk dilakukan pembelajaran tatap muka, maka ada pengecualian bagi satuan pendidikan yang memang mampu dan siap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka. Bisa juga dilakukan tatap muka secara terbatas, seperti dengan pengurangan jam belajar

‎Perbedaan kondisi inilah yang memicu terhadap penerapan PJJ secara menyeluruh atau terdapat mekanisme perbedaan pada satuan pendidikan.

‎”Sekolah yang berada di wilayah dengan kualitas udara di bawah ISPU 200 nantinya dapat membuka pembelajaran tatap muka, baik secara penuh maupun terbatas dengan pengurangan jam belajar,” ungkap Kadisdik.

‎Kebijakan itu, kata Affan, akan dituangkan melalui edaran tambahan Wali Kota Palembang, dengan memberikan ruang bagi satuan pendidikan menyesuaikan metode pembelajaran berdasarkan kondisi udara di wilayah masing-masing. “Artinya, sekolah di zona aman tidak harus ikut PJJ jika indikator udara sudah memungkinkan,” kilahnya.

‎Tetapi ada catatan penting, ungkap dia, keputusan harus berdasarkan data dan dievaluasi secara berkala, sekitar 3–7 hari. Jangan sampai sekolah dibuka hanya karena mengejar normalitas, sementara udara masih mengancam kesehatan siswa.

‎Selain itu, tidak semua siswa siap mengikuti pembelajaran daring. Sebagian siswa tidak memiliki HP yang memadai maupun akses internet dan kuota yang cukup.

‎”Dinas Pendidikan pun mengakui bahwa PJJ berkepanjangan berpotensi memperlebar kesenjangan pembelajaran,” sebutnya.

‎Sejumlah sekolah bahkan harus menyediakan fasilitas di sekolah bagi siswa yang kesulitan mengikuti pembelajaran dari rumah.

‎Hasil rapat Komisi IV tidak berhenti sebagai pembahasan. Rekomendasi akan disampaikan langsung kepada Wali Kota Palembang untuk menjadi dasar kebijakan.

‎Wakil Ketua Komisi IV DPRD Palembang, Syaiful Fadli meminta masyarakat memahami bahwa kondisi tiap wilayah tidak sama.

‎”Jangan memaksakan anak masuk ketika udara berbahaya. Tetapi jangan pula membuat anak-anak di zona aman kehilangan hak belajar tatap muka tanpa alasan yang kuat,” ujarnya.

‎Pemerintah daerah juga didorong terus mempercepat penanganan karhutla. Sebab selama sumber asap belum dituntaskan, sekolah hanya bisa terus bermain di hilir.

‎Syaiful Fadli menyebut ISPU di titik 209 bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada 2.222 siswa yang tercatat terkena ISPA.

‎PJJ saat ini menjadi tameng sementara. Sekolah di wilayah dengan ISPU di bawah 200 bisa mendapat ruang untuk kembali tatap muka. Tetapi semua kebijakan harus tunduk pada satu prioritas yaitu keselamatan anak.

‎”Palembang belum benar-benar normal. Kabut asap belum selesai. Dan ketika ribuan anak sudah jatuh sakit, pemerintah tidak boleh lengah,” urainya.

‎Orang tua pun, imbau Wakil Ketua Komisi IV, harus tetap waspada: pantau kondisi udara, perhatikan kesehatan anak, dan jangan memaksakan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara kembali memburuk.

Baca Juga:  Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Laporan/Editor Abror Vandozer 

Berita Terkait

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
MISTERI 5 TAHUN TERBONGKAR! Rani dan Ayuhana Dibunuh, Jasad Tinggal Tulang-belulang di Rumah Kosong
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Selasa, 8 September 2026 - 16:00 WIB

ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Berita Terbaru

Oleh: Bayumi AP SE MSi [Ketua Komunitas dan Praktisi Pendidikan]

Opini

Kabut Asap: Ketika Rumah Berubah Jadi Sekolah

Kamis, 10 Sep 2026 - 12:28 WIB