17 Tradisi Masyarakat di Indonesia Sambut Ramadhan Kareem 1445 Hijriah/2024 Masehi ‘Marhaban Yaa Ramadhan’

- Jurnalis

Minggu, 10 Maret 2024 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ramadhan Kareem 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Ramadhan Kareem 1445 Hijriah/2024 Masehi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | ‘Marhaban Yaa Ramadhan’ Ramadhan 1445 Hijriah atau 2024 Masehi akan segera menghampiri umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai tradisi dilakukan masyarakat Nusantara dalam menyambut bulan yang suci, bulan penuh ampunan, penuh keberkahan dan bulan terbaik dari 1000 bulan.

Bahkan masyarakat di setiap daerah menjalani ragam tradisi dengan penuh kekhidmatan tatkala Ramadhan tiba. Redaksi WIDEAZONE.com merangkumnya dari berbagai sumber pada 10 Maret 2024, di antaranya;

1. ‘Meugang’ Aceh, salah satu tradisi masyarakat di bumi PANCACITA dalam menyambut bulan Puasa dengan menyembelih [memotong] hewan pada satu atau dua hari sebelum Ramadan, saat itu juga diperingati dengan memasak, hingga menyantap daging bersama-sama dengan keluarga;

2. ‘Marpanggir’ tradisi khas masyarakat di Sumatera Utara [Sumut] kala memasuki bulan Puasa dengan cara membersihkan diri dengan mandi secara tradisional menggunakan rempah-rempah atau dedaunan [bunga mawar, kenanga, serai, pandan, daun limau, hingga bunga pinang] sebagai bahan wewangian;

3. ‘Malamang’ tradisi rutin masyarakat di Sumatera Barat [Sumbar] ketika menyambut Ramadan, dalam hal ini warga setempat dengan penuh kegembiraan membuat makanan tradisional yakni Lemang. Tradisi ini memiliki tujuan menjalin silaturahmi antar masyarakat Minangkabau;

4. ‘Ziarah Kubro’ salah satu tradisi masyarakat di Sumatera Selatan [Sumsel] untuk kegiatan mendoakan serta mengunjungi pemakaman dan tempat bersejarah yang menjadi bukti perjuangan dakwah Islam yang dilakukan oleh para ulama, para wali Allah dan para Sultan di Kota Palembang. Kegiatan ini murni syiar Islam yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Sekaligus sebagai ajang silaturahmi akbar, terkhusus dalam rangka menyambut kedatangan bulan Ramadhan.

Kegiatan ini dilangsungkan setiap minggu pertama di 10 hari terakhir bulan Sya’ban. Tradisi ini menjadi aset wisata rohani yang sangat potensial, bagi Kota Palembang khususnya dan Sumatera Selatan umumnya.

Baca Juga:  Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

5. ‘Bantai Adat’  salah satu tradisi masyarakat di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dengan menyembelih puluhan ekor kerbau lalu dijual dan dibeli kembali masyarakat untu disajikan kala sahur pertama di bulan Puasa.

6. ‘Balima Kasai’ dimaknai mandi wewangian, menggunakan air yang telah dicampur jeruk purut, nipis dan jeruk kapas. Tradisi ini kerap dilakukan masyarakat Riau di pinggir Sungai Kampar saat menyambut bulan Ramadan, juga sebagai bentuk pembersihan diri.

7. ‘Ngelop’ salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat di Lampung memasuki bulan Puasa. Usai acara silaturahmi, dan makan bersama, menjelang sore, masyarakat secara bersama-sama turun ke laut untuk mandi.

8. ‘Cucurak’ tradisi masyarakat Jawa Barat, biasanya dilakukan saat menyambut Ramadan, dengan berkumpul, makan bersama dengan menggunakan alas daun pisang sambil lesehan. Menu yang disajikan meliputi nasi liwet, tempe, ikan asin, sambal hingga lalapan.

9. ‘Padusan’ tradisi masyarakat Jawa Tengah memasuki bulan Puasa [Ramadhan]. Dalam bahasa Jawa diartikan mandi. Padusan dilakukan sebagai bentuk ritual penyucian diri atau lebih dimaknai untuk mengintrospeksi diri sehingga dalam menjalankan ibadah di bulan Suci dalam keadaan penuh dengan totalitas.

10. ‘Megengan’ bentuk ritual dari budaya Jawa yang umum dilakukan saat memasuki bulan istimewa Ramadhan. Beberapa unsur khas dari tradisi ini adalah kue apem yang melambangkan permohonan maaf. Sehingga sebelum memasuki Puasa untuk saling bermaafan.

11. ‘Nyorog’ merupakan tradisi asli Jakarta atau suku Betawi yang tetap terjaga dan dilestarikan. Tradisi ini dilakukan kala menyambut bulan suci Ramadhan, dengan memberikan atau berbagi makanan bagi anggota keluarga yang lebih tua, termasuk orang tua atau mertua.

12. ‘Megibung’ salah satu tradisi masyarakat beragama Islam di Kabupaten Karangasem, Bali dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan melakukan kegiatan memasak dan makan bersama dengan cara duduk melingkar.

Baca Juga:  Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

13. ‘Martunu Solong’ merupakan tradisi masyarakat Polewali Mandar, Sulawesi Barat menyambut Ramadan. Pada tradisi ini, penerangan tradisional yang terbuat dari buah Kemiri dan ditumbuk dengan kapuk lalu dinyalakan serta dililitkan di potongan bambu. Selanjutnya diletakkan di berbagai tempat seperti pagar, halaman, anak tangga, pintu masuk, hingga dapur.

14. ‘Pawai Obor’ memberikan terang benderang Kota Pontianak, Kalimantan di malam hari, hal ini tentunya kerap kali Ramadhan tiba. Obor dibuat dari sebatang bambu yang diberi minyak tanah supaya apinya bisa menyala.

15. ‘Bebersinan’ tradisi mandi junub atau mandi besar yang dilakukan masyarakat Lombok dengan tujuan pembersihan diri saat memasuki bulan suci Ramadhan. Bebersinan dapat dilakukan di mana saja, seperti mandi besar di rumah masing-masing, bahkan bisa saja dilakukan di danau atau sendang seperti Air Terjun Kembang Kuning, Air Terjun Sendang Gile, Taman Narmada, atau di Pemandian Sesaot.

16. ‘Batahlil’ salah satu tradisi masyarakat Maluku saat memasuki bulan Puasa dengan mengirimkan doa ke pada leluhur, orang tua, sanak saudara yang telah meninggal dunia.

17. ‘Bakar Batu’ salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Papua untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Batu yang dibakar hingga panas kemudian digunakan untuk memasak makanan. Makanan yang dimasak biasanya adalah daging ayam, kambing, dan umbi-umbian.

Mari kita sambut bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi dengan sukacita, dengan penuh rasa gembira, kebahagiaan dan totalitas dalam melaksanakan seluruh kewajiban yang ditetapkan Allah SWT pada surat Al Baqarah ayat 183;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ.

[AbV]

Berita Terkait

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎
70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan
SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎
Di Tengah Isu Demo Memanas, Hashim Tegaskan Jakarta Aman: Saya Datang Karena Percaya SMSI
Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎
Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:03 WIB

PJU Palembang Dibobol Berulang, 35 Titik Jadi Langganan Pencuri ‎

Selasa, 1 September 2026 - 16:49 WIB

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Selasa, 1 September 2026 - 08:21 WIB

Pimpin Lapas Martapura, Farizal Antony Diminta Lanjutkan Sinergi dan Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:39 WIB

SKAKMAT! BPH Bongkar Borok YPLP-PT Sumsel: Pemecatan Rektor UPGRI Palembang Ilegal Alias Kudeta ‎

Berita Terbaru

Ilustrasi WI-OK

Headlines

70 CCTV AI Kepung Palembang, Incar Pelaku Pencurian Aset PJU

Selasa, 1 Sep 2026 - 16:49 WIB