WHO Sebut Vaksinasi Lansia di Indonesia Masih Rendah

- Jurnalis

Senin, 13 September 2021 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Vaksinasi

Ilustrasi Vaksinasi

WIDEAZONE.com, JAKARTA | World Health Organization (WHO) menyoroti rendahnya capaian vaksinasi pada kelompok lanjut usia (lansia). WHO mencatat capaian tersebut terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Berdasarkan laporan WHO yang dikeluarkan pada 8 September 2021, jumlah lansia yang belum divaksin di Indonesia secara nasional 16,064,449 dari target vaksinasi 21,553,118 lansia.

Sementara lansia yang telah divaksin sebanyak 1,574,979 pada dosis pertama, dan dosis kedua baru 3,913,690.

WHO Sorot Laju COVID-19 Kaltara: Risiko Infeksi Sangat Tinggi. “Cakupan vaksinasi lansia tetap rendah di sebagian besar provinsi,” dikutip laporan tersebut, Jumat (10/9).

Baca Juga:  Wali Kota Ratu Dewa Dorong Penguatan SDM dan Performa RSUD Gandus

WHO juga menyoroti Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Berdasarkan laporan yang WHO terima dari Kepala Dinas Kesehatan Kota, sebanyak 12.563 lansia telah mendapatkan dosis pertama dan 9.615 dosis kedua.

Jumlah capaian itu masih jauh dari target vaksinasi lansia di Tasikmalaya, yakni 58.522 lansia.

WHO juga menilai angka tersebut lebih rendah dibandingkan cakupan pada anak usia 12-17 tahun. Capaian vaksinasi pada kelompok tersebut yakni sebanyak 870,309 pada dosis pertama dan 1,986,675 pada dosis kedua.

Baca Juga:  Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat

Kronologi Pelajar di Ciamis Meninggal Sehari Usai Vaksinasi
WHO menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam vaksinasi lansia adalah aksesibilitas. Namun, WHO menyebut upaya berkelanjutan untuk mempercepat vaksinasi lansia sedang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota.

“Bekerja sama dengan lembaga dan mitra pemerintah lainnya,” dikutip laporan tersebut.

Jika merujuk pada data Kementerian Kesehatan, secara nasional, capaian vaksinasi dosis pertama di Indonesia per 10 September mencapai 71,175,259 dan kedua mencapai 40,867,993 orang.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Dorong BPJS Kesehatan Ciptakan Terobosan Inovatif untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan
Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat
Wali Kota Ratu Dewa Dorong Penguatan SDM dan Performa RSUD Gandus
Menuju Sumsel Nol Kematian Dengue 2030, Herman Deru Resmikan Pemantauan Aktif dan Vaksinasi Anak SD di Palembang
Sinergi Karang Taruna dan Posyandu: Membangun Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri di Kota Palembang
Bahaya MSG? Saat Ibu Perlu Bijak Memilah Informasi Kesehatan Keluarga
Lima Puskesmas di Palembang Bisa Rawat Inap dan Ramah Disabilitas
RSUD Palembang Bari Luncurkan Program GEBRAK

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:32 WIB

Gubernur Herman Deru Dorong BPJS Kesehatan Ciptakan Terobosan Inovatif untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:42 WIB

Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:47 WIB

Wali Kota Ratu Dewa Dorong Penguatan SDM dan Performa RSUD Gandus

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:42 WIB

Menuju Sumsel Nol Kematian Dengue 2030, Herman Deru Resmikan Pemantauan Aktif dan Vaksinasi Anak SD di Palembang

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:24 WIB

Sinergi Karang Taruna dan Posyandu: Membangun Generasi Muda Berkarakter dan Mandiri di Kota Palembang

Berita Terbaru

Kantor Pusat Bank Sumsel Babel Jakabaring Palembang.

Ekobis

Bank Sumsel Babel Gelar Lelang Asset di Tiga Wilayah

Rabu, 29 Apr 2026 - 13:10 WIB

Kepala Kejari Sumsel Dr Ketut Sumedana memberikan keterangan pers soal penanganan dua perkara sekaligus dalam satu hari soal obstruction of justice hingga korupsi KUR pada Selasa 28 April 2026.

Headlines

Kejati Sumsel Gebrak Dua Perkara: OOJ hingga Korupsi KUR

Selasa, 28 Apr 2026 - 22:08 WIB