Wabup OKI Unggah Kesadaran Penerima PKH yang Telah Berkecukupan Undur Diri

- Jurnalis

Kamis, 14 Februari 2019 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, KAYUAGUNG — Wakil Bupati Ogan Komering Ilir HM Djakfar Shodiq menggugah kesadaran masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini telah berkecukupan secara ekonomi untuk mengundurkan diri dari kepesertaan.

“Sengaja kita sambangi keluarga mampu namun masih terdaftar dalam peserta PKH. Kita menggugah warga untuk merelakan kepesertaannya dengan sukarela,” jelas Wabup

Mantan anggota Legislatif ini mengatakan, dengan upaya pendekatan ini, nantinya akan bergulir kepada masyarakat yang memang layak menerima PKH.

“Program ini harus tepat sasaran. Setelah kita menyambangi warga, ternyata responnya juga diterima dengan baik. Bahkan ada sejumlah warga yang memang lebih dulu merencanakan pengunduran diri,” terangnya.

Djakfar Shodiq juga mengatakan, mekanisme untuk masyarakat yang telah mengundurkan diri selanjutnya dapat dicatat pendamping PKH.

“Tinggal diurus proses administrasi oleh pendamping. Bukan itu saja, keikhlasan warga ini kita apresiasi dengan mengundang sekaligus pemberian penghargaan minggu depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru Ajak Orang Tua Siapkan Generasi Berani dan Berakhlak Hadapi Perubahan Zaman

Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKI, Amiruddin mengungkapkan sosialisasi ini merupakan tahap awal dalam memberikan kesempatan kepada penerima kategori mampu untuk berbagi kesempatan dengan warga yang memang layak menerima.

Masih menurut Amirudin, mengenai pemasangan stiker ini sendiri, masih berupa wacana, tetapi dengan terlebih dulu melihat hasil dari sosialisasi yang tengah berlangsung.

“Langkah awalnya dimulai sosialisasi oleh Pak Wabup di Kayuagung selanjutnya akan dilakukan di kecamatan lain. Syukur-syukur hanya dengan sosialisasi banyak yang tergugah hingga kita tidak perlu tempel stiker dirumah-rumah penerima PKH” ungkapnya.

Carut-marut masalah PKH ini sendiri disebabkan banyak faktor. Ia mengatakan salah satunya, selain penerima yang tidak tepat sasaran, juga diakibatkan penyaluran untuk membantu masyarakat yang tidak mampu ini berdasarkan basis tahun 2011.

“Kuota penerima PKH di OKI saat ini mencapai 36 ribu penerima. Data yang dipakai penyaluran PKH saat ini berdasarkan basis tahun 2011 lalu,” jelasnya.

Dirinya mengakui, berbagai pengaduan masyarakat diperkirakan memakai data lama. Ia yakin sudah banyak kondisi ekonomi penerima PKH yang berubah.

Baca Juga:  10 Catar Akpol Mundur, Polda Sumsel Perketat Tahapan Ujian

“Masalah PKH ada dua pertama yang di dalam tidak mau keluar padahal secara syarat sudah tidak memenuhi dan kedua, yang benar-benar butuh tidak bisa masuk. Inilah yang menjadikan banyak aduan masuk. Sebaliknya, lanjutnya, proses mengeluarkan orang dari penerima pun tidak mudah,” imbuhnya.

Selain itu juga, penerima tidak mau dengan bebagai alasan dan keras kepala, sistem untuk mengeluarkan penerima juga tidak mudah.

“Paling mudah adalah masyarakat yang sudah mampu punya kesadaran untuk keluar dari program PKH, sehingga orang lain yang lebih membutuhkan bisa masuk program,” pungkasnya.

Berita Terkait

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan
Polda Sumsel Gebrak “Sumsel Bhayangkara Run 2026” Total Hadiah Capai Rp367 Juta hingga Ratusan Doorprize

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terbaru