Tim Gabungan Polda Sumsel Kejar Oknum Polres Lubuklinggau Aniaya Debt Collector

- Jurnalis

Minggu, 24 Maret 2024 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Sunarto yang menggelar konferensi pers bersama Dirreskrimum Kombes M Anwar Reksowidjojo dan Kabid Propam Kombes Agus Halimudin, Minggu sore 24 Maret 2024.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Sunarto yang menggelar konferensi pers bersama Dirreskrimum Kombes M Anwar Reksowidjojo dan Kabid Propam Kombes Agus Halimudin, Minggu sore 24 Maret 2024.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Tim gabungan Ditreksrimum dan Bid Propam Polda Sumsel sampai ini masih melakukan pencarian oknum anggota Polres Lubuk linggau berinisial Aiptu FN.

Oknum polisi tersebut telah melakukan penganiayaan dua orang debt collector [DC] yang hendak menarik paksa mobil miliknya di areal mal PSX, Sabtu, 23 Maret 2024.

Video kejadian penganiayaan menggunakan senjata softgun dan sajam oleh oknum polisi tersebut menjadi atensi Kapolda Sumsel, Irjen A Rachmad Wibowo SIK.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Sunarto yang menggelar konferensi pers bersama Dirreskrimum Kombes M Anwar Reksowidjojo dan Kabid Propam Kombes Agus Halimudin, Minggu sore 24 Maret 2024.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes M Anwar Reksowidjojo menyebutkan Pelaku atas nama FN anggota SPKT Polres Lubuk Linggau Polda Sumsel. Menurut Anwar Kronologi singkat kejadian pada saat korban bersama komplotan debtcollector sedang berada di parkiran PS mall mendapati ada 1 unit mobil toyota avanza yang menggunakan nopol palsu.

Baca Juga:  Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas

“Korban bersama kawannya berbicara mengenai masalah mobil yang di gunakan oleh pelaku kemudian terjadi cekcok, bersitegang antara korban dan pelaku. Pelaku yang merasa tidak senang kemudian berupaya menabrakkan mobilnya,” jelasnya.

Kemudian, ujar Dirreskrimum, pelaku keluar dari dalam mobil langsung mengeluarkan sepucuk senjata softgun dari pinggang dan langsung mengarahkan ke korban Robert JS, akan tetapi tidak mengenai korban kemudian pelaku langsung memukul korban menggunakan gagang softgun tersebut dan mengenai kepala bagian kiri.

Pelaku kembali ke dalam mobil dan mengambil senjata tajam jenis sangkur kemudian mengejar korban lain Dedi Z dan menembaknya mengenai tangan sebelah kanan yang membuatnya terjatuh dan kemudian dianiaya menggunakan sajam oleh pelaku mengakibatkan luka tusukan 4 tempat dileher atas, punggung dan lengan.

Baca Juga:  SCW Soroti Kejanggalan Kondisi Prima Salam, Desak BNN Periksa Menyeluruh

“Kedua korban langsung di bawa ke rumah sakit siloam dan saat ini dalam perawatan intensif, sementara pelaku langsung melarikan diri dan saat ini kita lakukan upaya persuasif, pendekatan kepada keluarga agar segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Alumni Akpol 1993 tersebut mengatakan Timnya bersama Propam, Polrestabes Palembang dan Polres Lubuk Linggau sedang melakukan pencarian pelaku dan melakukan pendalaman kasus tersebut.

“Tim kita dari Ditkrimum, Bid Propam dan Polres Lubuk Linggau, termasuk juga dari Polrestabes Palembang sedang kejar ini pelaku, kita imbau juga segera menyerahkan diri agar masalahnya menjadi terang. Kita lakukan pemeriksaan saksi saksi dan juga pelajari melalui kamera CCTV yang ada di lokasi,” ujarnya.

“Kita akan menyelesaikan permasalahan ini dengan transparan dan objektif, selain itu kita mengharapkan kerjasama dan kooperatifnya pihak  keluarga sehingga permasalahan ini cepat terselesaikan,” tandasnya. [Abror Vandozer]

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Komisi II DPRD Prabumulih Minta Klarifikasi PD Petro Prabu soal Dugaan Penggelapan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Berita Terbaru