Tersengat Listrik, Deni Tewas Mengenaskan

- Jurnalis

Selasa, 26 Maret 2019 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, MUARA ENIM — Selasa dinihari (26/3/2019), suasana kebun belakang perumahan Villa Jamin Blok L Rumah Tumbuh Kecamatan Muaraenim yang sepi, tiba-tiba terdengar suara minta tolong.

Pagi dinihari itu, Mumamad Yani menemukan sosok laki-laki yang sudah menjadi mayat. Di lengan lelaki itu terdapat kayu yang dililit kawat berduri.

Ada dugaan. kayu dililit kawat berduri itu memuat aliran medan listrik dari rumah pemilik kebun, Mansur (Isur) bin Abdullah (50).

Korban tewas tersebut mengenakan kaus hitam bergambar Jembatan Ampera. Ia bercelana jeans berwarna hitam tanpa alas kaki.

Baca Juga:  KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Mayat itu tergeletak di antara semak kebun di belakang Perumahan Villa Jasmin Blok L Rumah Tumbuh Kecamatan Muaraenim.

Mendengar teriakan itu, secara terburu-buru datang, Hasanuddin bin Badri (46). Suhartini (43). Tampaknya mereka tegang melihat mayat yang dikenal sebagai Deni bin Dindit (20).

Setelah dilaporkan ke Babinmas, segera diteruskan ke SPKT Polres Muaraenim pada pukul 6 Wib. Namun sebelumnya, Muhammad Yani melaporkannya terlebih dahulu ke ketua RT dan ketua RW serta babainmas setempat.

Mendapat laporan itu, petugas SPKT Polres Muaraenim segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mengumpulkan bukti-bukti di TKP, mayat Deni segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Rabain Muaraenim.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Belum diketahui motif kematian Deni. Namun dugaan sementara ia tewas akibat getaran medan listrik melalui kawat berduri di kayu yang Deni pegang. Aliran listrik tersebut tersambung dari rumah pemilik kebun, Mansyur Abdullah.

Untuk kepastian apa penyebab kematian Deni, hasilnya menunggu informasi tertulis hasil visum et repertum rumah sakit, serta identifikasi Satuan Resor Kriminal (Satreskrim) Polres Muaraenim. (shanti)

Berita Terkait

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎
Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini
BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:31 WIB

KI Sumsel Sentil Parpol: Jangan Cuma Terbuka di Pusat‎

Selasa, 1 September 2026 - 08:46 WIB

Klaim Sumsel Surplus Beras: Beras Premium 5 Kilogram Langka di Pasaran, Bulog Ngaku Stok Terbatas

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB