“TERORIS” Profesor Hingga Militer Bisa Dirusak

- Jurnalis

Senin, 28 Februari 2022 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Youtuber Catatan Jurnalis Rza Fahlevi bincangi Ketua FKPT

Youtuber Catatan Jurnalis Rza Fahlevi bincangi Ketua FKPT

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Terorisme merupakan sebuah kejahatan yang sangat berbahaya.

Mengapa disebutkan berbahaya? bersama dengan kasus korupsi serta narkoba, kejahatan ini termasuk ke dalam kejahatan yang luar biasa [extra ordinary crime], sehingga butuh penanganan secara serius dan keterlibatan semua pihak dalam melakukan antisipasi [preventif] hingga menyelesaikan masalah ini.

Dalam wawancara Eksklusif Catatan Jurnalis, Riza Vahlevi di kanal Youtube, https://youtu.be/ipEFmWDO00g berjudul “Bahaya Ilmu Cuci Otak Terorisme-Gebrakan FKPT Sumsel” Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme [FKPT] Sumatera Selatan Ahmad Romi Afriansyah dengan lantang menyampaikan bahaya laten terorisme menyasar ke kalangan anak muda, hal ini tidak dapat dibiarkan. Sebagai komponen bangsa harus Bersama-sama memerangi hal tersebut.

“Saya benci teroris !!! karena terorisme ini merupakan kejahatan luar biasa, perusak komponen yang ada anak bangsa, mulai dari orang yang tidak berpendidikan sampai orang yang bergelar Profesor sekalipun, dari mereka orang sipil sampai mereka orang yang ada di militer semuanya bisa dirusak oleh teroris atau faham radikalisme ini,” ungkap Romi.

Disampaikan Romi, pembentukan FKPT merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh BNPT dalam mencegah terorisme di seluruh Wilayah Indonesia dengan tujuan untuk menghimpun dukungan masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan terorisme dengan berbasiskan penerapan nilai-nilai kearifan lokal dari masing-masing daerah.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Karhutla di Tanjung Lago, Tiba di Palembang Siang Ini

“Ditangkapnya teroris di kecamatan Lubai Muara Enim, bahkan delapan pelaku tersebut terpapar adalah anak-anak. Bahaya !!! sangat mengerikan ini, ini tidak main-main, mereka dilatih untuk menembak, dipersenjatai, karena jaringan terorisme ini jaringan internasional. Anak-anak ini kan polos, kepribadian mereka polos, mudah dipengaruhi,” tambah Romi.

Dikatakan Romi, faham radikalisme sangat mudah masuk, apalagi di zaman sekarang ini, kalau kita lihat jiwa nasionalisme kita mulai luntur, kerana sejak setelah zaman reformasi semua sudah bebas. Hasil survey BNPT RI 45 persen penyebab radikalisme dan terorisme ini adalah soal agama bukan masalah kemiskinan.

Baca Juga:  Asap Ancam Warga, NasDem Sumsel Buka Posko ISPA Gratis hingga Sebar 40 Ribu Masker Plus Air Mineral‎

“Terorisme ini berbagai macam cara, asal muasal dari Kawasan timur tengah yang membawa orang-orang Indonesia yang kemudian dilatih, di didik, dirusak pikirannya dengan doktrin di cuci otak semua dan akhirnya membuat sebuah jaringan terorisme di Indonesia dengan berbagai macam faham-faham yang dapat memecah belah NKRI,” ujarnya.

Sebagai ketua FKPT Sumatera Selatan, Romi Afriansyah mengimbau kepada masyarakat jangan mau di adu domba. Nasionalisme kita tumbuhkan, kita NKRI merah putih kita, harus bangga Garuda di dada kita, harus bangga kita orang Indonesia. Indonesia ini adalah negeri yang cinta damai dan ini sudah diwariskan oleh nenek moyang, menjadi orang yang kasih sayang, toleransi menghargai siapapun saudara kita.

“Dari agama apapun, dari suku apa pun, dari budaya apa pun, kerana kita Bhineka Tunggal Ika. Karena banyaknya suku, banyaknya budaya, asiik jadinya bung Eja dan ini jangan dirusak,” tegasnya. [AbV]

Berita Terkait

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel
Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar
Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil
Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan
Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah
Polres OKU Timur Matangkan Operasi Sikat I Musi 2026
‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:36 WIB

TO Curat Pembobol Rumah Kosong di Palembang Dibekuk Jatanras Polda Sumsel

Kamis, 24 September 2026 - 22:22 WIB

Sidang SMBR: Saksi Ungkap Surat Penugasan KMM, Selisih Stok 27 Ribu Ton hingga Beban Bunga Rp118 Miliar

Kamis, 24 September 2026 - 22:14 WIB

Sidang Dugaan Korupsi Semen Baturaja, Pengacara: Pinjaman Rp1,8 Triliun Bukan Era Dede-Jamil

Kamis, 24 September 2026 - 12:25 WIB

Kinerja DPRD Sumsel 2 Tahun Dinilai Memprihatinkan: Dari Borosnya APBD hingga Lemahnya Pengawasan

Rabu, 23 September 2026 - 16:07 WIB

Fakta Terungkap di Persidangan Usai 15 Tahun Warga Kenten Raya Tercekik Krisis Air Bersih Tirta Betuah

Berita Terbaru