WIDEAZONE.COM, SIRAH PULAU PADANG – Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kaget. Di Kecamatan Sirahpulau Padang berkembang keyakinan makrifat yang dinilai masyarakat setempat sebagai ajaran sesat dan menyesatkan warga. Mengapa begitu?
Menurut Sayuti (45), warga Sirah Pulau Padang, ajaran makrifat itu berada di luar hakikat ke-Islaman. Sebab menurut Bred, orang yang kali pertama mengajarkan aliran makrifat tersebut, Allah itu tidak mengharuskan umat-Nya untuk melakukan salat lima waktu dalam sehari semalam.
“Cukup duduk saja sembari mengingat Allah, orang tersebut sudah bisa dikatakan sebagai orang yang telah melakukan shalat. Ini yang membuat saya dan masyarakat Sirah Pulau Padang khawatir,” tegas Sayuti kepada Wideazone.com, Selasa (19/2/2019).
Setahu Sayuti, baik di dalam Alquran maupun Hadist Rasulullah SAW, salat adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Setiap umat Islam harus melakukan salat lima waktu sehari semalam. Namun adanya ajaran makrifat yang hanya duduk saja sembari mengingat Allah sudah bisa dikatakan telah melaksanakan salat, itu yang mengkhawatirkan warga.
Menuut Sayuti, sudah banyak pengikut ajaran tersebut. Sebab dalam beberapa bulan terakhir, sudah banyak jumlah yang ikut belajar dan mengamalkan ajarannya. “Saya sudah berusaha sebisanya untuk mengingatkan warga, namun ibarat berteriak hanya gaungnya saja yang membahana. Justru pengikut ajaran makrifat itu semakin membludak,” katanya.
Atas berkembangnya ajaran tersebut, Sayuti meminta agar pemerintah segera bertindak untuk menghentikan kesesatan warga Desa Terusan Menang OKI. Sebab, kata Sayuti, di desa inilah ajaran makrifat yang terbilang sesat dan menyesatkan itu berkembang.
Ketika dikonfirmasi ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Prof Dr Aflatun Muchtar melalui Ketua Komisi Fatwa, MA KH Amin Demiyati SH, mengatakan ajaran itu bisa menyesatkan warga. Karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Sebab, jika ditinjau dari ilmu tasawuf, bisa dikatakan bahwa Bred merupakan orang yang memahami ajaran itu secera tercecer. Ia menganggap Allah SWT, bersemayam di dalam dirinya.
“Karena itu ia mengatakan salat lima waktu itu hanya dikerjakan sewaktu saja, dengan cara duduk dan mengingat Allah. Dengan cara ini, seseorang telah dianggap salat seperti layaknya umat Islam. Tindakan itu, adalah sikap yang ingkar sunnah. Apapaun delik dan dalilnya, terkait soal ijtihad ajaran itu, pemhaman makrifat tersebut adalah keliru. Karena penyebarnya keliru memahami ajarannya sendiri, maka yang mengikutinya juga menjadi keliru,” ujar Amin Demyati.
Terkait masalah itu, Amin Demyati, mengatakan dengan izin ketua MUI Sumsel,
pihaknya akan menurunkan tim ke lapangan, untuk melakukan kajian dengan pola-pola intelijen. “Soal nanti apakah ada tindakan hukum, itu kita serahkan ke pihak kepolisian. Jika hanya bisa menegur dan memberi nasihat agar mereka menghentikan aktifitas yang menyesatkan itu,” katanya. (abror vandozer)








![Semarak hari lahir [Harlah] ke-28, DPW Partai Kebangkitan Bangsa Sumatera Selatan [PKB Sumsel] mengelontorkan 1250 karung beras bagi anak yatim piatu di panti asuhan hingga nonton bareng piala dunia [nobar pildun] 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260719-WA0001-225x129.jpg)








![Konferensi Kerja Provinsi [Konkerprov] PGRI Sumatera Selatan I/2026 yang digelar di Ballroom Wyndham OPI Hotel, Jumat 19 Juni 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260619-WA0015-360x200.jpg)

