Hadir dalam kesempatan, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru beserta Akhmad Najib Asisten I dan Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati, tak ketinggalan pula dari praktisi hukum, Suwito Winoto ketua DPD Ferari Sumsel, juga hadir di tengah acara tokoh akdemisi Dr Tarech Rasyid, Rektor Universitas IBA, dan Kapolda Sumsel yang diwakili Kombes Pol Budi Sajudin Dir Intelkam.
Dalam sambutannya Herman Deru mengucapkan terimakasih atas undangan dari DPP Gencar yang malam ini menggelar dialektika akar rumput. “Malam ini saya mendapatkan penghargaan, saya ucapakan terima kasih mendapatkan penghargaan yang diluar dugaan saya mudah mudahan ini menjadi cemeti bagi saya untuk berbuat lebih bagus,” kata Gubernur Sumsel.
Sementara Charma Aprianto selaku Ketua Umum DPP Gencar dan selaku pembawa acara memberikan waktu kepada para tokoh yang hadir untuk menyampaikan pandangan terkait demokrasi.
Menurutnya, kenapa buzzer itu kerap memberikan informasi yang mengiring masyarakat akar rumput, terutama teman buzzer yang memilik latar belakang wartawan dia mampu menghadirkan sebuah berita dan seolah olah itu prioritas, dan seolah-olah itu benar padahal itu hoax. “Nah ini berbahaya bagi demokrasi,” ujar Dr Tarech Rasyid.
Dan berbahaya lagi, lanjut Rektor UIBA, bahwa pemahaman ini beredar di media hp (Handphone) yang sehingga dimiliki masyarakat kelas bawah masyarakat akar rumput.
“Jika hoax ini menumpang di masyarakat akar rumput akan muncul kesadaran-kesadaran palsu, kesadaran-kesadaran yang dimanipulasi oleh kekutan-kekutan media, kekutan-kekuatan dari teman-teman yang buzzer ini. Jadi saya kira buzzer harus kita hentikan didalam proses demokrasi. Buzzer akan merusak akar rumput,” jelas alumni aktivis 98 dalam penyampaian pandanganya.
Sementara ketua DPRD Sumsel memaknai acara dialektika akar rumput yang mengangkat tema demokrasi adalah pembicaraan dua arah seperti yang di sampaikan ketua Gencar menyebut dirinya sebuah prodak hasil dari demokrasi.
“Demokrasi ini harus dimaknai, saya berfikir hal-hal yang tidak di inginkan itu tidak akan terjadi. Saya berharap bahwa pesta demokrasi ini harus dimaknai pesta rakyat untuk memilih pemimpinya. Bukan pesta rakyat yang karena pragmatis sehingga memilih pemimpinya arahan dan bayaran. Itu namanya bukan pesta demokrasi,” kata Ketua DPRD Sumsel.
Ketua DPP Gencar memberikan peluang bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk berdialog hingga akar rumput.
“Kita tidak mengambil sebuah kesimpulan secara lisan pada malam hari ini. Kesimpulan yang kita ambil adalah secara tersirat bahwa maknanya, masih ada demokrasi yang mempunya kehidupan di republik ini,” kata Charma
Menurut ia, kita masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan sebuah demokrasi secara formal, dengan bersuara. Tetapi kondisinya kebangsaan hari ini memang cukup sensitif sehingga sebagian pihak mengatakan demokrasi itu mati, sebagian pihak lagi mengatakan demokrasi ini bablas.
“Mari kita kembali ke demokrasi yang menjadi ciri khas bangsa yaitu demokrasi Pancasila, demokrasi yang terpimpin,” ucap Charma Aprianto di akhir acara.
Laporan Nopriansyah – Editor Abror Vandozer



![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-225x129.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-225x129.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-225x129.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-225x129.jpg)

![Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Banyuasin melalui program _Go to School_ di MAN Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Rabu 7 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0010-129x85.jpg)
![Tujuh orang kini memikul amanah besar: menjaga jejak sejarah Palembang agar tak hilang ditelan laju pembangunan kota. Mereka resmi dilantik sebagai Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kota Palembang periode 2026-2029, Kamis 8 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261008-WA0009-129x85.jpg)

![Anak-anak muda anggota Tim Cegah Api Greenpeace Indonesia dan Perkumpulan Rawang di Palembang menyuarakan dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan gambut di sekitar Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 7 Oktober 2026. [Abriansyah Liberto-WI]](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0020-129x85.jpg)
![Kabid Pajak Daerah I Badan Pendapatan Daerah [Bapenda] Kabupaten Banyuasin, Panca Al-Azhar](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261007-WA0004-129x85.jpg)


![Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 disepakati sebesar Rp9,534 triliun, turun Rp213,16 miliar atau 2,19 persen dibandingkan APBD Induk 2026 yang mencapai Rp9,747 triliun.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260926_205852_350@-1377407375_copy_3194x1843-360x200.jpg)

![Wakil Ketua Komisi Informasi Sumsel Haidir Rohimin didampingi Komisioner KI Sumsel Hadi Prayogo, Yoppy Van Houten saat melakukan monitoring dan evaluasi [monev] dengan Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem Sumsel H Nopianto, Selasa 8 September 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260908_123130_982_copy_3264x2079-360x200.jpg)
