Tarech Rasyid: Buzzer Ciderai Demokrasi

- Jurnalis

Jumat, 4 Desember 2020 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pengurus Pusat Gerakan Cinta Rakyat (DPP Gencar) Menggelar dialektika akar rumput dengan tema

Dewan Pengurus Pusat Gerakan Cinta Rakyat (DPP Gencar) Menggelar dialektika akar rumput dengan tema "Demokrasi Mati, Demokrasi Bablas, Demokrasi Jalan Tengah" di Room Konzo Hotel Grand Inna Daira, 3 Desember 2020, Rabu malam.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Dewan Pengurus Pusat Gerakan Cinta Rakyat (DPP Gencar) Menggelar dialektika akar rumput dengan tema “Demokrasi Mati, Demokrasi Bablas, Demokrasi Jalan Tengah” di Room Konzo Hotel Grand Inna Daira, 3 Desember 2020, Rabu malam.

Hadir dalam kesempatan, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru beserta Akhmad Najib Asisten I dan Ketua DPRD Sumsel, Anita Noeringhati, tak ketinggalan pula dari praktisi hukum, Suwito Winoto ketua DPD Ferari Sumsel, juga hadir di tengah acara tokoh akdemisi Dr Tarech Rasyid, Rektor Universitas IBA, dan Kapolda Sumsel yang diwakili Kombes Pol Budi Sajudin Dir Intelkam.

Dalam sambutannya Herman Deru mengucapkan terimakasih atas undangan dari DPP Gencar yang malam ini menggelar dialektika akar rumput. “Malam ini saya mendapatkan penghargaan, saya ucapakan terima kasih mendapatkan penghargaan yang diluar dugaan saya mudah mudahan ini menjadi cemeti bagi saya untuk berbuat lebih bagus,” kata Gubernur Sumsel.

Sementara Charma Aprianto selaku Ketua Umum DPP Gencar dan selaku pembawa acara memberikan waktu kepada para tokoh yang hadir untuk menyampaikan pandangan terkait demokrasi.

Dalam pandangan Rektor UIBA, Dr Tarech Rasyid mencontohkan seperti para buzzer bisa saja untuk menciderai nilai demokrasi. “Buzzer itu sebenarnya menciderai demokrasi,” katanya.

Menurutnya, kenapa buzzer itu kerap memberikan informasi yang mengiring masyarakat akar rumput, terutama teman buzzer yang memilik latar belakang wartawan dia mampu menghadirkan sebuah berita dan seolah olah itu prioritas, dan seolah-olah itu benar padahal itu hoax. “Nah ini berbahaya bagi demokrasi,” ujar Dr Tarech Rasyid.

Dan berbahaya lagi, lanjut Rektor UIBA, bahwa pemahaman ini beredar di media hp (Handphone) yang sehingga dimiliki masyarakat kelas bawah masyarakat akar rumput.

“Jika hoax ini menumpang di masyarakat akar rumput akan muncul kesadaran-kesadaran palsu, kesadaran-kesadaran yang dimanipulasi oleh kekutan-kekutan media, kekutan-kekuatan dari teman-teman yang buzzer ini. Jadi saya kira buzzer harus kita hentikan didalam proses demokrasi. Buzzer akan merusak akar rumput,” jelas alumni aktivis 98 dalam penyampaian pandanganya.

Sementara ketua DPRD Sumsel memaknai acara dialektika akar rumput yang mengangkat tema demokrasi adalah pembicaraan dua arah seperti yang di sampaikan ketua Gencar menyebut dirinya sebuah prodak hasil dari demokrasi.

“Demokrasi ini harus dimaknai, saya berfikir hal-hal yang tidak di inginkan itu tidak akan terjadi. Saya berharap bahwa pesta demokrasi ini harus dimaknai pesta rakyat untuk memilih pemimpinya. Bukan pesta rakyat yang karena pragmatis sehingga memilih pemimpinya arahan dan bayaran. Itu namanya bukan pesta demokrasi,” kata Ketua DPRD Sumsel.

Ketua DPP Gencar memberikan peluang bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan untuk berdialog hingga akar rumput.

“Kita tidak mengambil sebuah kesimpulan secara lisan pada malam hari ini. Kesimpulan yang kita ambil adalah secara tersirat bahwa maknanya, masih ada demokrasi yang mempunya kehidupan di republik ini,” kata Charma

Menurut ia, kita masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan sebuah demokrasi secara formal, dengan bersuara. Tetapi kondisinya kebangsaan hari ini memang cukup sensitif sehingga sebagian pihak mengatakan demokrasi itu mati, sebagian pihak lagi mengatakan demokrasi ini bablas.

“Mari kita kembali ke demokrasi yang menjadi ciri khas bangsa yaitu demokrasi Pancasila, demokrasi yang terpimpin,” ucap Charma Aprianto di akhir acara.

Laporan Nopriansyah – Editor Abror Vandozer

Berita Terkait

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi
Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara
Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU
UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor
Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM
Pasca Gerebek Sarang Narkoba, 2 Warga Desa Ditangkap
Munas IX Kadin Indonesia Akan Dibuka Ketua MPR RI
MAPPI Sumsel Gelar Musda ke III, ini kata Awaludin

Berita Terkait

Kamis, 25 Maret 2021 - 15:00 WIB

Dibantu Warga, Satgas TMMD Lakukan Pengecoran Jalan Akses Masuk Kampung Jawi

Sabtu, 6 Maret 2021 - 23:19 WIB

Tak Lama Lagi Masjid Nurul Imam Miliki Menara

Jumat, 26 Februari 2021 - 17:53 WIB

Perdana di Sumsel, PLN UIWS2JB Hadirkan KBLBB dan SPKLU

Kamis, 18 Februari 2021 - 16:52 WIB

UPTD Puskesmas Kandis Gelar Rapat Lintas Sektor

Minggu, 31 Januari 2021 - 22:47 WIB

Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM

Berita Terbaru