Tarech: Masa Lalu dalam Estetika Puisi

- Jurnalis

Selasa, 8 November 2022 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas IBA Palembang Dr Drs Tarech Rasyid MSi bersama  Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS di ruang Seni Budaya Universitas IBA Palembang, Senin (7/11/2022),

Rektor Universitas IBA Palembang Dr Drs Tarech Rasyid MSi bersama Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS di ruang Seni Budaya Universitas IBA Palembang, Senin (7/11/2022),

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Diskusi peluncuran buku terbitan ke-50 antologi puisi, Paus Sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS di ruang Seni Budaya Universitas IBA Palembang, Senin (7/11/2022), sungguh menarik.

Sebab, pembahasan mengenai kreativitas dan upaya penyair Isbedy membangun ruang-ruang kenangan masa lalunya, begitu kental tercatat di dalam kumpulan puisinya.

Rektor Universitas IBA Palembang Dr Drs Tarech Rasyid MSi, mengatakan bahwa kepiawaian penyair dalam menumpahkan ide dan gagasan benar-benar matang.

“Dari ide, diri pribadi, dan pokok peristiwa yang ia kemas ke dalam diksi kalimat, terasa begitu kuat,” ujar Tarech, saat memulai diskusi tentang buku antologi puisi Isbedy, Senin (7/11/2022).

Sebelum pembahasan buku yang diluncurkan itu dilakukan panitia penyelenggara (mahasiswa Universitas IBA), tampil para pembaca puisi di depan podium, Anto Narasoma, Vebri Al-Lintani, Direktur Umum Universitas Terbuka Sumatera Selatan Dr Meita Istianda, Fitri Anggarini, dan tayangan musik Ali Goik.
Sebelum pembahasan buku yang diluncurkan itu dilakukan panitia penyelenggara (mahasiswa Universitas IBA), tampil para pembaca puisi di depan podium, Anto Narasoma, Vebri Al-Lintani, Direktur Umum Universitas Terbuka Sumatera Selatan Dr Meita Istianda, Fitri Anggarini, dan tayangan musik Ali Goik.

Pokok masalah dalam buku puisi bertajuk Ketika Aku Pulang itu, kata Tarech, menyajikan keseimbangan antara masalah estetika puisi dan persoalan isi yang ia tulis.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Karena dalam imajinasinya yang liar, Isbedy mencermati tiap perustiwa masa lalu (nasihat ibunya) tentang perjuangan hidup, ia kemas secara apik.

Konsep kata, ujar Tarech, merupakan kekuatan yang ia rumuskan masa sebelum ia menjadi penyair, sekarang, nanti, atau masa yang akan datang begitu kokoh sebagai tinggak penceritaan isi di dalam rangkaian kalimat pada puisi pertama, Andai Aku Pulang, Adakah Masa Lalu.

“Ini pertanyaan bersifat nisbi. Tapi pengalaman masa lalu itu tetap ada di dalam ingatan diirnya (Isbedy Stiawan),” ujar Tarech.

Baca Juga:  Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Sementara sebagai host, penyair Anwar Putra Bayu selalu mengarahkan imajinasi para undangan untuk selalu “masuk” ke dunia puitik, sehingga mampu memahami buku antologi ke-50 bertajuk Ketika Aku Pulang tersebut.

Sebelum pembahasan buku yang diluncurkan itu dilakukan panitia penyelenggara (mahasiswa Universitas IBA), tampil para pembaca puisi di depan podium, Anto Narasoma, Vebri Al-Lintani, Direktur Umum Universitas Terbuka Sumatera Selatan Dr Meita Istianda, Fitri Anggarini, dan tayangan musik Ali Goik. (*)

L-editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan
Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel
AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang
Dualisme PB-PGRI Membara, Nasib PGRI di 17 Kabupaten/Kota Sumsel Disorot: Zulinto Angkat Suara
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Zulinto Mengutuk Keras Aksi Biadab Pelaku Rudapaksa Anak SD di Gandus, Desak Polisi Segera Tangkap!

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Dilaporkan Dugaan Gelapkan SHM Rp1,5 Miliar, Notaris HRY: Ada Perjanjian Antara Pemilik Tanah dengan Developer

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:28 WIB

Sidang Penggelapan Berlanjut, Kuasa Hukum Eddy Rianto: Murni Utang Piutang, Bukti Transfer “Cicilan” Diabaikan

Rabu, 13 Mei 2026 - 02:28 WIB

Hasil Identifikasi Inafis: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Pejabat Kemenkumham Sumsel

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:02 WIB

AP-BKB Keluarkan Maklumat, Bangunan 7 Lantai Ancam Warisan Sejarah Palembang

Berita Terbaru