Status KEK Tanjung Api-Api Dicabut, Begini Respon Gubernur

- Jurnalis

Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perekonomian

Ilustrasi Perekonomian

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Presiden Joko Widodo [Jokowi] resmi mencabut status Tanjung Api-Api [TAA] sebagai Kawasan Ekonomi Khusus [KEK].

Keputusan itu dikeluarkan Jokowi pada 5 Januari 2022 lalu lewat Peraturan Pemerintah [PP] nomor 2 tahun 2022.

Gubernur Sumatra Selatan [Sumsel], Herman Deru, mengaku tak terkejut dengan putusan tersebut. Menurutnya, keputusan Presiden Jokowi sudah sejalan dengan keinginan Pemprov Sumsel untuk memindahkan lokasi KEK yang disahkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [SBY] pada 2014 silam.

“Titik lokasi itu kita minta cabut, tidak resepersentatif dan jauh dari calon lokasi pelabuhan [Tanjung Carat] yang akan dibangun. Jadi memang kita yang minta dicabut agar posisi KEK pindah lebih dekat ke pelabuhan yang menjadi Proyek Strategis Nasional [PSN],” ungkap Herman Deru, Sabtu [22/1/2022].

Baca Juga:  Revitalisasi Gedung Pasar 16 Ilir Jalan Terus, BCR Tantang Legalitas P3SRS dan Klaim Kepemilikan Kios

Deru menjelaskan, mendekatkan KEK dengan wilayah pelabuhan menjadi dasar pihaknya membarui lokasi. Deru menilai KEK TAA sulit terealisasi karena tidak memenuhi syarat. Baginya mustahil ada KEK tanpa pelabuhan untuk mendukung ekspor.

“KEK itu kawasan ekonomi khusus dengan menggandeng investor. Bagaimana investor mau masuk jika tidak ada pelabuhan. Di mana-mana dalam sejarah, KEK itu harus ada pelabuhan dulu. Cek saja KEK di Indonesia pasti ada pelabuhan,” jelas dia.

Sejauh ini Pemprov Sumsel tengah berjuang untuk merealisasikan pelabuhan samudra baru di kawasan Tanjung Carat. Pelabuhan dalam diharapkan dapat membawa komoditas Sumsel untuk ekspor ke pelabuhan dunia, tidak lagi bergantung dengan provinsi tetangga seperti Lampung.

Baca Juga:  Kendaraan Listrik di Sumsel Tembus 2.047 Unit, PLN Perkuat SPKLU Center

Prioritas kita pelabuhan dulu, baru KEK. Sebab sejak 2014, KEK kita terkendala pembebasan tanah,” jelas dia.

New Palembang Tanjung Carat akan menjadi pelabuhan ekspor Sumsel menggantikan pelabuhan sungai Boom Baru di Sungai Musi yang mengalami pendangkalan. Selama ini pengangkutan komoditas Sumsel hanya melalui Boom Baru, mulai dari komoditas minyak sawit, karet, kelapa, dan lainnya.

Untuk pembangunan pelabuhan baru, pihak Pemprov akan melakukan sharing dana dengan badan usaha. Pihaknya memperkirakan biaya proyek itu menghabiskan Rp2 triliun.

Berita Terkait

Fauzi Amro Gebrak Literasi Keuangan di Sumsel, Ibu Rumah Tangga Dibentengi dari Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong
HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde
Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎
17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation
CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP
PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional
Patialo Kini Terang Benderang: Listrik 24 Jam Nyalakan Asa Anak Desa
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:04 WIB

HGB 351 Mati Sejak 2020, Warga Desak Wali Kota Palembang Segera Buka Jalan Cinde

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Andreas Desak Bapenda Palembang Buka-bukaan Soal Penunggak Pajak Kakap PBB‎

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:58 WIB

17 Perkara Karhutla Korporasi di Sumsel Masuk Scientific Crime Investigation

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:51 WIB

CKN Dorong Instruktur Kuasai AI Lewat Training dan Sertifikasi BNSP

Selasa, 29 September 2026 - 19:16 WIB

PLN Raih Penghargaan BPS: Data Listrik Jadi Senjata Baru Pembangunan Nasional

Berita Terbaru