Soal Perairan Natuna, China Akui Milik Negaranya

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2020 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta Laut Natuna

Peta Laut Natuna

CHINA secara tegas menentang negara atau pihak mana pun yang mengesahkan arbitrase internasiomal terkait Laut Natuna. Menurut Xi Jinping, pengadilan arbitrase internasional terkait perairan Natuna itu tidak sah.

WIDEAZONE.COM, JAKARTA — Klaim China atas perairan yang kaya sumber daya alam itu adalah sah di mata hukum internasional.

“Klaim kami atas Laut Natuna itu sah, termasuk di dalam Konvensi PBB terkait Hukum Kelautan (UNCLOS 1982),” kata Jinping.

Bahkan melengkapi pernyataan itu, juru bicara Kementerian Laur Negeri China, Geng Shung dalam pertemuan dengan para jurnalis di Beijing, Kamis (2/1/2020), mementahkan keputusan pengadilan arbitrase internasional terkait Laut China Selatan. Menurut dia, arbitrase internasional itu ilegal.

Baca Juga:  Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa

Geng Shuang menilai, keputusan mahkamah justru ilegal dan tidak berlaku. China tidak menerima atau menerima putusan arbitrase tersebut. “Ini merugikan kepentingan China,” kata Gang Shuang.

Kisruh China dan Indonesia di perairan dekat Natuna terjadi setelah puluhan kapal nelayan Tiongkok yang memasuki wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia selama beberapa hari terakhir, dikawal kapal perang fregat China.

Kemunculan kapal-kapal Tiongkok itu terdeteksi Badan Keamanan Laut RI (Bakamla) sejak 10 Desember 2019 lalu.

Gambar Istimewa
Gambar Istimewa

Dalam kaitan itu, Pemerintah Indonesia telah melayangkan nota protes terhadap China dan memanggil duta besarnya di Jakarta. Bahkan mendesak Tiongkok untuk mematuhi UNCLOS dan putusan arbitrase.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Pegawai Tirta Musi Tak Kunjung Cair, Dijanjikan Dua Pekan Malah Review

Tak hanya jalur diplomatik yang dilakukan, namun Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah melaksanakan operasi siaga tempur ke Natuna terkait pelanggaran wilayah yang dilakukan China, oleh Koarmada 1 dan Koopsau 1.

Berdasarkan rilis dari Pusat Penerangan (Puspen) TNI, alat utama sistem senjata (alutsista) yang digelar, tiga unit KRI, satu pesawat pengintai maritim dan satu pesawat Boeing TNI AU. (*)

Laporan Abror Vandozer/rel
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk
Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu
APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?
Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Fantastis! Palembang Runner-up Kedua se-Indonesia dengan Polusi Udara Terburuk

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Status Siaga Puncak! Kasus ISPA di Palembang Tembus 17 Ribu

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WIB

APBD Perubahan Palembang Diketok Hari ini: Kejar Mandiri Fiskal, Utang Jadi Prioritas, Gaji P3K Bakal Ditanggung Pusat?

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Berita Terbaru