Soal Banjir Palembang, Tarech: Sistem Drainase Terputus

- Jurnalis

Rabu, 12 Maret 2025 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Dr Drs Tarech Rasyid MSi.

Pemerhati Sosial Kemasyarakatan Dr Drs Tarech Rasyid MSi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Banjir yang melanda Kota Palembang merupakan peristiwa alam yang selalu datang setiap tahun.

Pemerhati masalah sosial kemasyarakatan Dr Drs Tarech Rasyid MSi, mengatakan bahwa peristiwa alam seperti ini, selalu melanda di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Palembang.

“Kalau saya perhatikan selama ini, masyarakat kita selalu menyalahkan pemerintah apabila banjir melanda di berbagai tempat. Padahal tanpa kita sadari bahwa bisa saja ada kesalahan kita juga dalam konteks lingkungan di sekitar kita,” ujar Tarech Rasyid kepada media ini, Rabu 12 Maret 2025.

Lho, kok ada juga kesalahan masyarakat?
“Iyalah. Coba kita perhatikan warga yang bermukim di pinggiran sungai, selalu membuang sampah rumah tangga ke sungai. Itu saya perhatikan saat saya berada di sana,” jelas Tarech.

Bahkan yang membuang sampah rumah tangga sembarangan itu tidak hanya satu keluarga saja, tapi orang-orang yang hidup dan tinggal di pinggiran sungai kota ini, selalu bersikap buruk seperti itu.

Baca Juga:  DPP PKB Tetapkan KSB Definitif DPC se-Sumsel, Sejumlah Pengurus Diganti Usai Evaluasi Kinerja

Selain itu, kata Tarech, berkurangnya wilayah resapan air yang digunakan masyarakat sebagai lokasi pemukiman. Nah, jika banjir melanda wilayah kota, yang disalahkan pastilah pemerintah, dalam kaitan ini pihak walikota.

Menurut Tarech, sejak dulu Sumatera Selatan [Kota Palembang] merupakan wilayah sembilan sungai. Karena itu corak wilayahnya rawan banjir.

“Tapi terus terang saja, apabila musim hujan, banjir tidak saja terjadi di Kota Palembang saja, tapi di Jakarta, Bekasi, Lampung, Bengkulu, serta wilayah dalam kawasan berair akan selalu kebanjiran,” katanya.

Tak hanya di Indonesia, banjir juga terjadi di Jepang, Singapura, Australia, dan Malaysia yang penataan kawasannya terbilang lebih baik.

Jadi wajar apabila Palembang yang dikenal sebagai Venesia dari timur ini selalu kebagian banjir ketika musim hujan tiba.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Prabumulih Mediasi Sengketa Dokter Bedah dengan Rumah Sakit Swasta

Namun warga tak perlu cemas menghadapi banjir. Sebab masyarakat harus bahu-membahu untuk membantu pemerintah dalam hal mengatasi kawasan banjir.

Selain sampah, yang membuat terjadinya genangan air adalah sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai.

“Jika ditambah dengan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan di sungai, banjir pasti akan melanda wilayah itu,” tukasnya.

Menurut Tarech, sampah rumah tangga dan sedimentasi merupakan bagian kecil yang mengakibatkan banjir.

Tapi memotong jalur kawasan resapan air karena pembangunan gedung perumahan, bangunan ekonomis, serta dijadikan wilayah pemukiman warga, tentu akan mengurangi wilayah resapan air hujan.

“Ini yang perlu menjadi kesadaran warga. Sebab jika tidak diri kita sendiri yang berusaha membantu pemerintah, maka siklus genangan air akan tetap melanda masyarakat kita apabila musim huja tiba,” tutupnya.

Laporan Anto Narasoma

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎
Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Semarak Harlah ke-28, PKB Sumsel Gelontorkan 1250 Karung Beras hingga Nobar Final Pildun 2026
Komisi II DPRD Prabumulih Minta Klarifikasi PD Petro Prabu soal Dugaan Penggelapan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:17 WIB

Diduga Gelapkan SHM Klien Senilai Rp1,5 Miliar, Oknum Notaris di Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel ‎

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen PGRI Resmi Bergeser ke Meja Penuntut

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Berita Terbaru