WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Banjir yang melanda Kota Palembang merupakan peristiwa alam yang selalu datang setiap tahun.
Pemerhati masalah sosial kemasyarakatan Dr Drs Tarech Rasyid MSi, mengatakan bahwa peristiwa alam seperti ini, selalu melanda di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Palembang.
“Kalau saya perhatikan selama ini, masyarakat kita selalu menyalahkan pemerintah apabila banjir melanda di berbagai tempat. Padahal tanpa kita sadari bahwa bisa saja ada kesalahan kita juga dalam konteks lingkungan di sekitar kita,” ujar Tarech Rasyid kepada media ini, Rabu 12 Maret 2025.
Lho, kok ada juga kesalahan masyarakat?
“Iyalah. Coba kita perhatikan warga yang bermukim di pinggiran sungai, selalu membuang sampah rumah tangga ke sungai. Itu saya perhatikan saat saya berada di sana,” jelas Tarech.
Bahkan yang membuang sampah rumah tangga sembarangan itu tidak hanya satu keluarga saja, tapi orang-orang yang hidup dan tinggal di pinggiran sungai kota ini, selalu bersikap buruk seperti itu.
Selain itu, kata Tarech, berkurangnya wilayah resapan air yang digunakan masyarakat sebagai lokasi pemukiman. Nah, jika banjir melanda wilayah kota, yang disalahkan pastilah pemerintah, dalam kaitan ini pihak walikota.
Menurut Tarech, sejak dulu Sumatera Selatan [Kota Palembang] merupakan wilayah sembilan sungai. Karena itu corak wilayahnya rawan banjir.
“Tapi terus terang saja, apabila musim hujan, banjir tidak saja terjadi di Kota Palembang saja, tapi di Jakarta, Bekasi, Lampung, Bengkulu, serta wilayah dalam kawasan berair akan selalu kebanjiran,” katanya.
Tak hanya di Indonesia, banjir juga terjadi di Jepang, Singapura, Australia, dan Malaysia yang penataan kawasannya terbilang lebih baik.
Jadi wajar apabila Palembang yang dikenal sebagai Venesia dari timur ini selalu kebagian banjir ketika musim hujan tiba.
Namun warga tak perlu cemas menghadapi banjir. Sebab masyarakat harus bahu-membahu untuk membantu pemerintah dalam hal mengatasi kawasan banjir.
Selain sampah, yang membuat terjadinya genangan air adalah sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai.
“Jika ditambah dengan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan di sungai, banjir pasti akan melanda wilayah itu,” tukasnya.
Menurut Tarech, sampah rumah tangga dan sedimentasi merupakan bagian kecil yang mengakibatkan banjir.
Tapi memotong jalur kawasan resapan air karena pembangunan gedung perumahan, bangunan ekonomis, serta dijadikan wilayah pemukiman warga, tentu akan mengurangi wilayah resapan air hujan.
“Ini yang perlu menjadi kesadaran warga. Sebab jika tidak diri kita sendiri yang berusaha membantu pemerintah, maka siklus genangan air akan tetap melanda masyarakat kita apabila musim huja tiba,” tutupnya.
Laporan Anto Narasoma



![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-225x129.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-225x129.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-225x129.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-225x129.jpg)

![Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika [Kominfo] Kota Palembang, Kemas Haikal saat mendampingi Wali Kota Ratu Dewa.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261024-WA0003-129x85.jpg)

![Regulasi Izin Pertambangan Rakyat [IPR] dan tata kelola distribusi bahan bakar minyak [BBM] menjadi fokus pembahasan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan [Sumbagsel] bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0026-129x85.jpg)
![Massa Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA Sumsel] menggeruduk Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan [Kejati Sumsel], Jumat 23 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261023-WA0012_copy_1489x694-129x85.jpg)
![Kota Palembang menggandeng Rumah Sakit Permata Palembang melalui penandatanganan nota kesepahaman [Memorandum of Understanding/MoU] yang dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, Kamis 22 Oktober 2026, di RS Permata Palembang.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261022-WA0007-129x85.jpg)


![Pengamat politik Sumatera Selatan sekaligus Sekretaris Wilayah Asosiasi Ilmu Politik Indonesia [AIPI] Sumsel, Ahmad Haekal Al-Haffafah.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261021-WA0001-360x200.jpg)
![Corporation Anti Corruption Agency Sumatera Selatan [CACA-Sumsel] bersama PB Front Pemuda Merah Putih [FPMP] dalam aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Selasa 20 Oktober 2026.](https://wideazone.com/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261020-WA0016_copy_1519x678-360x200.jpg)

