SMK Negeri 2 Palembang Siap Laksanakan Muatan Lokal Aksara Oeloe

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2020 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMK Negeri 2 Palembang

SMK Negeri 2 Palembang

HURUF ulu yang menjadi pertanyaan masyarakat Sumatera Selatan, memiliki konotasi mendalam yang begitu potensi untuk dipahami.

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Terkait adanya keinginan para pakar huruf ulu agar huruf itu dimasukkan sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah, mendapat sambutan dari sejumlah kepala SMA dan SMK Negeri se-Sumsel.

Menurut Kepala Sekolah Memengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Palembang Drs H Zulkarnain MT, dirinya menyambut baik apabila huruf ulu dimasukkan sebagai program muatan lokal di sekolah-sekolah menengah.

“Saya sangat setuju jika huruf ulu dimasukkan sebagai pelajaran muatan lokal,” ujar Zulkarnain ke pada Wideazone.com dan ZoomPost, Sabtu (22/3/2020).

Sebagai warga Sumatera Selatan sangat wajib untuk melestarikan warisan budaya nenek moyangnya. Karena itu Zulkarnain meminta agar huruf ulu itu disosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat. Setelah diketahui warga Sumsel, maka para pakar memberikan pelatihan ke pada para guru. “Dengan mengetahui dan memahami huruf tersebut, barulah diupayakan sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah,” katanya.

Baca Juga:  Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Menurut Zulkarnain, di Jawa memiliki huruf ha na ca ra ka (ho no co ro ko), Sama seperti di Jawa, masyarakat Bali dan juga Bugis telah lebih dahulu melestarikan dan mengembangkan huruf tradisi peninggalan nenek moyang mereka.

“Karena itu saya setuju apabila aksara oeloe ini dimasukkan sebagai pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah menengah,” ujarnya tersenyum.

Sementara itu, pakar huruf oeloe, Achmad Rapanie Igama, mengatakan siap untuk melakukan sosialisasi dan pengembangan aksara oeloe ke masyarakat. “Bahkan saya pun siap memberikan pelatihan ke para guru di sekolah,” kata Rapanie.

Baca Juga:  Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi

Sebagai pihak yang memahami aksara oeloe, katanya, ia akan selalu siap membantu dunia pendidikan. Artinya, untuk program pelajaran muatan lokal, Rapanie akan memberi ruang seluas-luasnya.

Menurut Rapanie, huruf oeloe, yang juga dikenal sebagai surat oeloe, merupakan warisan budaya nonbenda nenek moyang Sumsel. Karenanya Rapanie dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan selalu komitmen untuk menyosialisasikan huruf ini agar masyrakat benar-benar memahami bahwa nenek moyang mereka telah mewariskan tradisi menulis dengan aksara oeloe.

“Pokoknya kita siap membantu pihak sekolah untuk membuka pelajaran muatan lokal tekait aksara ulu,” kata Rapanie menutup perbincangan. (*)

Laporan Abror Vandozer/ Miska Rini
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi
SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas
Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel
Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan
Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci
Seleksi Siswa Baru di Sumsel Makin Kompetitif, TKA Penentu di Jalur Prestasi
Palembang Gandeng University of Colorado Perkuat Implementasi Pendidikan Inklusif
Kemensos Apresiasi Kesiapan Pemkot Palembang, Sekolah Rakyat Segera Dibangun

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:24 WIB

Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

Kamis, 30 April 2026 - 06:50 WIB

SMP Negeri 41 Palembang Terapkan ‘Double Shift’ Ruang Kelas Terbatas

Jumat, 24 April 2026 - 20:07 WIB

Dari Lari Pagi ke Gerak Budaya, Senam Kriya Resmi Menggema di Sumsel

Rabu, 22 April 2026 - 05:56 WIB

Hari Kartini 2026 di SMPN 18 Palembang: Emansipasi Bukan Slogan

Senin, 20 April 2026 - 20:54 WIB

Tangis Haru Iringi Pelepasan 76 Guru Palembang Menuju Tanah Suci

Berita Terbaru