SKK Migas Apresiasi Keberhasilan Medco E&P Grissik dalam Percepatan Proyek Dayung Facility Optimization

- Jurnalis

Jumat, 12 Juli 2024 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

proyek Dayung Facility Optimization [DFO] di Dayung Gas Gathering Station.

proyek Dayung Facility Optimization [DFO] di Dayung Gas Gathering Station.

WIDEAZONE.com, MUBA | SKK Migas mengapresiasi tinggi Kontraktor Kontrak Kerja Sama [KKKS] Medco E&P Grissik [MEPG] atas keberhasilan mempercepat penyelesaian proyek Dayung Facility Optimization [DFO] di Dayung Gas Gathering Station.

Proyek DFO ini awalnya direncanakan untuk mulai beroperasi pada akhir Juli 2024, namun berkat dedikasi dan kerja keras tim MEPG, proyek ini berhasil melakukan start-up pada 30 Juni 2024.

Kepala Divisi Manajemen Proyek Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi [SKK Migas] Syaifudin menyampaikan SKK Migas memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas upaya MEPG dalam mempercepat proyek ini.

“Kami juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) dalam setiap tahap penyelesaian proyek. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen KKKS dalam meningkatkan pasokan energi yang lebih efisien dan andal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” katanya dalam keterangan pers, Rabu, 10 Juli 2024.

Percepatan proyek DFO ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi yang baik antara SKK Migas, Tim Proyek, Tim Operasi, Vendor, serta para Kontraktor yang terlibat. Semua pihak bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi, memungkinkan proyek ini selesai satu bulan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antar setiap tim yang saling mendukung demi mencapai tujuan yang sama.

Baca Juga:  Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Sementara, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Selatan, Anggono Mahendrawan menyampaiakn terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh KKKS dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

“Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai bentuk kerja sama dan koordinasi yang intensif, sehingga proyek-proyek strategis seperti DFO dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya.

“Selesainya proyek Dayung yang lebih cepat dari target ini merupakan kebanggaan bagi kami di Wilayah Sumbagsel, untuk itu kami apresiasi MEPG yang telah berhasil menyelesaikan proyek lebih cepat dari target yang ditetapkan. Kami berharap proyek Dayung segera dapat menambah produksi di wilayah Sumatera Bagian Selatan,” tambah dia.

Proyek DFO ini adalah sebuah langkah optimalisasi pada Gas Turbine Compressor unit GTC-101. Sebelumnya, unit ini hanya memiliki dua tingkat kompresi yaitu intermediate dan high. Namun, setelah dilakukan modifikasi, kini unit ini memiliki tiga tahap tekanan: low, intermediate, dan high.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Penambahan, Low Pressure compressor dilakukan dengan memindahkan dan memodifikasi Intermediate Pressure Compressor dengan suction pressure 200 psig pada unit GTC-301 menjadi Low Pressure Compressor dengan suction 100 psig untuk unit GTC-101. Dengan adanya optimalisasi ini, penyaluran gas dari Stasiun Dayung ke Grissik meningkat dari ~28 MMscfd ke ~33 MMscfd.

Selain optimalisasi Gas Turbine Compressor, lingkup proyek DFO juga mencakup penambahan degassing column, charge pump dan injection pump pada Produced Water System. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penanganan air hasil produksi sampai ~9,800 BWPD untuk mengantisipasi semakin banyaknya produksi air dari reservoir Lapangan Dayung di akhir umur produksinya.

Air hasil produksi ini akan disalurkan ke sumur injeksi, memastikan proses penganganan air dapat berjalan lebih lancar dan efektif, mendukung kelancaran operasional keseluruhan. [AbV/red]

Berita Terkait

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara
Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎
BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata
Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Tunjangan Pegawai Tirta Musi “Tersandera” Ratu Dewa Buka Suara

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10 WIB

BCR Gebrak Pasar 16 Ilir, Bidik Pusat Ekonomi dan Wisata

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Berita Terbaru