Sidang Senat Khusus Terbuka Dies Natalies Ke-37 Politeknik Negeri Sriwijaya

- Jurnalis

Sabtu, 2 November 2019 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Politeknik Negeri Universitas Sriwijaya DR ING Ahmad Taqwa MT

Direktur Politeknik Negeri Universitas Sriwijaya DR ING Ahmad Taqwa MT

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Acara Dies Natalies ke 37 Politeknik Negeri Sriwijaya tahun ini mengambil tema”Kreativitas dan Inovasi Teknologi Untuk Meningkatkan Sumber Daya Pendidikan Vokasi Yang Unggul di Era Revolusi Industri 4.0″.

Acara Sidang Senat Khusus Terbuka dihadiri oleh Direktur Politeknik Negeri Universitas Sriwijaya DR ING Ahmad Taqwa MT, Ir Hari Purwanto MSc DIC Staf Ahli Menristek Dikti Bidang Infrastruktur dan segenap Dekan Polsri, Sabtu (2/11/2019).

Saat diwawancarai usai membuka Sidang Senat Khusus Terbuka Dies Natalis Ke-37 Tahun Politeknik Negeri Sriwijaya Direktur Politeknik Sriwijaya DR ING Ahmad Taqwa MT mengatakan, kegiatan ini sekaligus memang adalah suatu yang melekat didalam pendirian Lembaga Politeknik bahwa Orasi Ilmiah merupakan bagian dari kegiatan akademik, dalam meningkatkan pengembangan Program di Politeknik.

Sidang Senat Khusus Terbuka Dies Natalies Ke-37 Politeknik Negeri Sriwijaya
Sidang Senat Khusus Terbuka Dies Natalies Ke-37 Politeknik Negeri Sriwijaya

“Tahun ini kita mengajak pak Hari karena dibidang Infrastruktur, karena pak Hari adalah Staf Ahli dari Kementerian juga Nadin dan Bambang karena Menterinya terpisah 2  Otomatis kita punya 2 orang tua untuk dipendidikan ada Nadin kalau dibidang Penelitiannya ada  Bambang jadi risteknya tetap ada didalam,” ujarnya. 

Dia menjelaskan,  untuk pengembangan tentang teknologi terutama di bidang infrastruktur dan pola kebutuhan kedepan seperti apa. Bahwa diprediksi dengan disaksi Revolusi Industri 4. 0 dan ada banyak pekerjaan yang hilang tetapi akan banyak lapangan pekerjaan yang baru timbul.

Baca Juga:  Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

” Itu hanya bisa kita gapai kalau Sumber Daya Manusianya kita siapkan dan lingkupnya kedepa itu sudah tidak lagi seperti Pendidikan Konpensional jadi lebih kepada pola” bebernya

Taqwa menuturkan, untuk pola belajarnya harus ditopang keflexiblelannya mudah berubah berpindah tidak menetap pada satu tempat, kreatif dan inovatif.

Dia menjelaskan,  sebelum Presiden pelantikan, di kementerian kita sudah menyusun sebuah Grand desain Presiden minta dinaikan angka ATK dari 34,58% artinya dari semua rakyat kita yang berpotensi masuk Perguruan Tinggi itu sebanyak 100%. Ini hanya 34,58% saja yang bisa masuk perguruan tinggi,

“Nah itu minta ditingkatkan menuju angkanya 50%.  Karena Korea sendiri sudah diatas 60% tetangga tetangga kita sudah tinggi, itu untuk menaikan ditambah lagi karena masih jomlahnya persentase mereka yang sekolah dibidang akademis yang dibentuk kompetensinya menjadi pemikir, pengembang, konseptor dan Ilmu Ilmu punda mental. Mengambila bidang S1 mereka itu angkanya 7,2 juta  dari data yang ada dibanding mereka yang mengambil pendidikan yang berbasis keilmuan teknik,”ucap Taqwa.

Taqwa menjelaskan,  mahasiswa Indonesia berjumlah 8 juta. Untuk Strata satu (S-1) Pendidikan Akademis 720 ribunya bersekolah di Politeknik dari angka itu saja yang dipoliteknik mengcover paling banyak 250 ribuan itu di Politeknik Negeri.  Polsri sendiri berkapasitas 12 ribu jadi angka inj diminta agar supaya naik menjadi dari 8 juta dari 50% itu prediksi kedepan 22 juta rakyat Indonesia yang masuk Perguruan Tinggi itu potensinya angkanya 50% berarti menjadi 11 juta. Jadi masih perlu 3 juta inj semua harua vokasi supaya membuat porsi dilapangan pekerjaan dengan benar ,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bank Sumsel Babel Permudah Akses Kredit Guru Bersertifikasi

 

Laporan : Akip

Berita Terkait

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎
ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat
AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Eks Ketua Forum Guru Honorer Sebut Pernyataan Riza Pahlevi Hanya Slogan
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:43 WIB

Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:29 WIB

ASAS SMKN Sumsel Masuki Hari Ketiga, 644 Siswa Ikuti Penentuan Kenaikan Tingkat

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:55 WIB

AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru

Bayumie Syukri AP MSi, Praktis Pendidikan dan Ketua Komunitas

Headlines

Menemukan Kembali Jiwa Pendidikan di Lembar Rapor ‎

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:22 WIB