Sambut Milad Ke 5, Prodi Politik Islam Gelar Seminar Kebangsaan

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2019 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menyambut Milad ke-5 Prodi Politik Islam Fakultas Hukum (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang Gelar Seminar Kebangsaan dengan Tema

Menyambut Milad ke-5 Prodi Politik Islam Fakultas Hukum (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang Gelar Seminar Kebangsaan dengan Tema "Dengan Hari Lahir Prodi Politik Islam Kita Bentuk Generasi Yang Intelektual dan Berkarya" di gedung Akademik Center, Kamis (12/12/19)

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Menyambut Milad ke-5 Prodi Politik Islam Fakultas Hukum (FAHUM) UIN Raden Fatah Palembang Gelar Seminar Kebangsaan dengan Tema “Dengan Hari Lahir Prodi Politik Islam Kita Bentuk Generasi Yang Intelektual dan Berkarya” di gedung Akademik Center, Kamis (12/12/19).

Kegiatan Pembukaan dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Dr Mamat Selamat MA didampingi Gubernur Sumsel yang diwakilkan Kadis Sosial Provinsi Sumsel, DR H Rasyidin Hasan, Wakil Rektor ll, DR Zainal Burlian SH MM DBA, Dekan FAHUM, Dr Nor Huda Ali MAg MA, Perwakilan Pendiri Prodi Politik Islam, Prof DR H Jufri Suyuti Pulungan MA, Kepala Prodi Politik Islam, DR Muhammad Syawalluddin MA, Ketua Panitia Pelaksana Dhimas Arya Pratama dan para peserta seminar.

Usai acara pembukaan Semarak Hari Lahir Prodi Politik Islam, Wakil Rektor II, DR. Zaenal Burlian, SH., MM., DBA. mengatakan, Politik Islam sangat di minati oleh calon calon mahasiswa makanya kita harus segera menyiapkan fasilitas untuk proses pembelajaran baik sarana maupun bangunan sumber daya manusianya yang berkualitas” kata Burlian.

“Untuk Fasilitasnya ada beberapa fakultasnya, disini ada 9 fakultas dikarenakan sudah ada gedung baru Kampus B Jakabaring disini akan kita luruskan yang bernuansa atau berbasis Islam, kita akan adakan gedung sendiri sekarang ini gedungnya masih disini, lokasi kita hanya 5 hektar tetapi yang di Jakabaring sangat luas sekali luasnya 35 hektar” ucapnya.

“Antara kampus A dan kampus B perkuliahannya akan menjadi lebih baik lagi (Leluasa) ada ruang kuliah dan ruang praktikumnya, perpustakaan, laboratorium, dll mudah mudahan Tahun 2020 kita sudah disana, disana nanti ada Fakultas; Sains dan Teknologi (FST), kemudian Ekonomi Bisnis Islam (FEBI), Psikologi Islam, dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), sisanya akan tetap berada di kampus A termasuk Prodi Politik Islam yang berada di bawah FAHUM)” tutup Burlian.

Baca Juga:  Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

DR Muhammad Syawaludin MA selaku Kepala Prodi menambahkan, Prodi Prodi Islam didirikan sudah lama oleh 4 Profesor diantaranya ada, Prof DR H Jufri Suyuti Pulungan MA, Prof Hatamar Rasyid, Prof DR Zulkifli dan Prof Izan Paijanu. Sebagian Profesor ini sudah mengabdi diberbagai Universitas, tambah Syawaludin.

“Pendiri pendiri Prodi Politik Islam Terdiri dari Orang orang hebat, yang menarik adalah, Animo Mahasiswa dari tahun ke tahun untuk tau dan masuk ke Prodi Politik Islam, dulu di tahun 2012 hanya delapan (8) mahasiswa, kemudian tahun 2013 melonjak menjadi 53, dan di Tahun 2015 kembali melonjak menjadi 280 mahasiswa yang mendaftar. karena keterbatasan ruang kuliah kita hanya terima 80. Sehingga saat ini jumlah mahasiswa mencapai 383, dan yang sudah menjadi pegawai Negeri ada 19 orang yang terdata, sisanya masih dalam proses pendataan serta mencari kerja, ini yang menarik” ungkap Syawaludin.

”Saya menekankan kepada generasi Milenial yang ingin tau tentang politik islam, dalam rangka seminar ini tidak untuk membandingkan berbagai macam politik islam yang berkembang belakangan ini, setelah Pilpres kita tau ada 2 pemikiran politik islam yang berkembang, masalah khilafah dan Pancasila, didalam kontek itu kita tidak melihat kontekstasi, mencoba mencari terobosan baru bahwa itu adalah fakta sejarah politik islam yang memang ada sejak jaman dahulu” paparnya.

Baca Juga:  Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal "Pembegalan Organisasi" Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Harapan kedepannya, makin diterimanya prodi politik islam pada tataran sistem pemerintahan, terutama dalam penerimaan Pegawai Negeri Sipil. (Akip)

Berita Terkait

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel
Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎
DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik
Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal
Gelombang Amarah Mahasiswa Guncang UPGRIP, Desak Sikap Tegas Rektor Soal Dugaan Pelecehan Seksual, hingga Ketetapan BPH
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Permendikdasmen 4/2026 Jadi Tameng Guru dari Kriminalisasi, Zulinto: Negara Harus Hadir Lindungi Pendidik ‎

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Teguh Sumarno dan Mansyur Arsyad sebagai Tersangka, Zulinto: Berpotensi Merembet ke Sumsel

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:22 WIB

Kabar Gembira: Pemkot Palembang Buka Seleksi Beasiswa Jenjang Doktor bagi PNS, Pendaftaran Ditutup 14 Juli ‎

Senin, 29 Juni 2026 - 19:32 WIB

DPRD Sumsel Jamin 320 Siswa SMA 11 dan SMA 20 Aman di Dapodik

Senin, 29 Juni 2026 - 11:32 WIB

Warning Keras LKBH PB PGRI! Guru Jangan Terjebak Kepengurusan Ilegal

Berita Terbaru