‘Sakit Hati’ Nyawa Adik Bupati Muratara Melayang di Tangan Kakak Adik

- Jurnalis

Jumat, 8 September 2023 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reserse Kriminal Umum [Dirreskrimum] Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo dalam keterangan terkait penjelasan motif kedua tersangka [Kakak Adik] dalam pembunuhan terhadap adik Bupati Muratara di Mapolda Sumsel, Jumat 8 September 2023.

Direktur Reserse Kriminal Umum [Dirreskrimum] Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo dalam keterangan terkait penjelasan motif kedua tersangka [Kakak Adik] dalam pembunuhan terhadap adik Bupati Muratara di Mapolda Sumsel, Jumat 8 September 2023.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Dipicu ‘sakit hati’ nyawa adik Bupati Musi Rawas Utara [Muratara] Muhammad Abadi melayang di tangan tersangka [Kakak Adik] Ariyansyah [35] dan Arwan [30]. Kedua tersangka membacok korban secara membabi buta hingga tewas. 

Peristiwa tersebut bermula saat tersangka Arwan diusir dalam pertemuan yang berlangsung di salah satu rumah warga di Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara pada Selasa 5 September 2023 lalu. 

“Saat kejadian sedang ada pertemuan tertutup di TKP yang membahas bisnis di Desa Belani dihadiri korban Muhammad Abadi dan Deki serta masyarakat sekitar,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum [Dirreskrimum] Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo dalam keterangan, Jumat 8 September 2023.

Tidak lama kemudian, jelas Kombes Anwar datanglah korban saat pertemuan berlangsung untuk masuk ke dalam ruangan untuk mengetahui apa yang dibahas pada pertemuan tersebut. “Korban menegur tersangka Arwan. Mungkin menegurnya dengan kata kata yang tidak diterima oleh tersangka sehingga tersangka tersinggung dan sakit hati lalu pulang ke rumahnya memberitahukan kepada kakaknya tersangka Ariyanysah,” ujarnya. 

Baca Juga:  Herman Deru Pastikan 18 Sapi Kurban dari Presiden Prabowo Tepat Sasaran

“Lalu kedua tersangka kembali mendatangi tempat rapat untuk menanyakan mengapa korban mengusir tersangka,” jelasnya. 

Disinggung apakah terdapat unsur persaingan bisnis ataupun pemilihan Kepala Desa [Pilkades], Dirreskrimum menegaskan pihaknya tidak terlalu jauh mengarah ke sana, sebab yang paling utama dalam konstruksi kasus pembunuhan dan pengeroyokan saja diutamakan. 

“Yang jelas motif utama kedua tersangka menganiaya dan mengeroyok korban adalah dipicu sakit hati dengan korban. Untuk motif lain kita belum bisa memastikannya apakah ada motif lain,” sebutnya seraya menegaskan. 

Lebih lanjut, Kombes Anwar mengatakan kedua pelaku membacok korban dengan senjata tajam jenis parang dan golok yang sudah mereka bawa di dalam mobil yang digunakan saat mendatangi korban. “Korban mengalami luka bacok di sekujur tubuh dan wajahnya. Sedangkan satu korban lagi bernama Deki juga mengalami luka bacok di tangan saat ini masih menjalani perawatan,” ujar dia. 

Baca Juga:  AP3K Sumsel Desak Hasil RDP Komisi II DPR RI Dieksekusi: Bukti Nyata Perjuangan PGRI untuk PPPK

Di hadapan polisi tersangka Arwan mengaku sebelum kejadian pembacokan, dirinya datang ke rumah Pandit tempat berlangsungnya pertemuan. Saat tiba di TKP Arwan diusir dan dikeroyok oleh beberapa orang termasuk korban Muhammad Abadi dan Deki adik korban Abadi.

“Setelah itu saya pulang menceritakan ke kakak saya kalau saya dikeroyok oleh Abadi saya dipukuli wajah dan tarik rambut saya oleh mereka,” katanya. 

Mendengar cerita adiknya dikeroyok, tersangka Ariyanysah lalu mengajak adiknya untuk mendatangi Abadi untuk menanyakan apa permasalahan sehingga Abadi dan Deki mengusir dan mengeroyok adiknya. 

“Sesampainya di TKP saya turun dari mobil sedangkan adik saya Arwan saya suruh untuk menunggu di dalam mobil lalu saya memanggil Deki. Saat itu, Deki keluar sambil bawa kursi mengejar saya,” ucapnya. 

“Lalu saya pun mundur lari ke mobil langsung ambil parang bersama adik saya sehingga terjadilah pembacokan,” timpalnya. [AbV]

Berita Terkait

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak
Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa
Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas
Kasus Dugaan Pelecehan di ICU RSUD Martapura Memanas, Manajemen Bantah Tuduhan Keluarga Pasien
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Ketua DPRD Kota Prabumulih dan CP Sepakat Damai

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:00 WIB

Sengketa Pengelolaan Universitas PGRI Palembang Masuk Meja Hijau, YPLP PT-PGRI Sumsel Digugat‎

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:13 WIB

Semifinal Prancis vs Spanyol Bikin Nobar TVRI Sumsel Membludak

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:09 WIB

Korps Adhyaksa Palembang Perluas Penyidikan Korupsi Lampu Jalan, Tujuh Lurah Kembali Diperiksa

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:49 WIB

Direktur Perumda Prabumulih Dipolisikan Soal Dugaan Penggelapan Dana Taping Gas

Berita Terbaru