Gubernur Herman Deru Tegaskan RUTILAHU Bukan Seremonial, Gerakan Nyata Bangun Kepedulian Sosial

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, saat meluncurkan Gerakan Rutilahu di Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Selasa 5 Mei 2026, pagi.

Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, saat meluncurkan Gerakan Rutilahu di Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Selasa 5 Mei 2026, pagi.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel], Dr H Herman Deru, menegaskan bahwa Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni [Rutilahu] Pemprov Sumsel Tahun 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata untuk menggugah dan menggerakkan kekuatan gotong royong masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat meluncurkan Gerakan Rutilahu di Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Selasa 5 Mei 2026, pagi.

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap target nasional pembangunan 3 juta rumah, dengan progres di Sumatera Selatan yang menggembirakan. Capaian tersebut tidak lepas dari partisipasi para donatur, masyarakat, perangkat kelurahan, serta unsur pemerintahan di lapangan.

“Ini bukan hanya soal menjalankan program. Yang membuatnya luar biasa adalah ketika semua pihak dilibatkan dan saling percaya. Dari situ, kita tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menghadirkan senyum bagi saudara-saudara kita,” ujar Herman Deru.

Ia menekankan bahwa gerakan ini merupakan gerakan mulia yang harus diperluas gaungnya hingga ke seluruh kabupaten dan kota. Herman Deru pun mendorong para bupati dan wali kota untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan program.

Mengacu pada pengalamannya pada 2012, Herman Deru mengisahkan keberhasilan program bedah rumah yang berhasil meraih rekor MURI. Saat itu, dengan anggaran awal Rp1,5 miliar, sebanyak 300 rumah tidak layak huni berhasil diperbaiki tanpa membebani APBD maupun APBN. Kunci keberhasilan terletak pada transparansi dan pelibatan masyarakat secara langsung.

Baca Juga:  160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

“Setiap bantuan kami serahkan secara terbuka di hadapan lurah, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Bahkan, masyarakat yang mampu turut menyumbang, baik berupa uang, tenaga, maupun bahan bangunan. Karena transparan, kepercayaan tumbuh dan gotong royong pun bergerak,” jelasnya.

Menurutnya, sifat dasar masyarakat Indonesia yang gemar bergotong royong harus terus digugah. Pemerintah perlu menghadirkan formula yang mampu menyentuh hati masyarakat agar mau berkontribusi, selama prosesnya dilakukan secara terbuka dan akuntabel.

Momentum Gerakan Bersama Rutilahu ini, lanjutnya, menjadi kesempatan penting untuk memperkuat solidaritas sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu warga yang membutuhkan tanpa memandang suku, agama, maupun ras.

“Yang terpenting adalah mereka warga yang layak dibantu dan masuk dalam data yang valid. Dari sinilah kita bangun kebersamaan dan kepedulian,” tutupnya.

Dengan semangat gotong royong yang terus digelorakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis program pembangunan rumah layak huni akan semakin masif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman [Disperkim] Provinsi Sumatera Selatan, Ir H Novian Aswardani, mengatakan Program Gebrak Rutilahu Tahun 2026 diselenggarakan sebagai perwujudan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengakselerasi peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman [PKP].

Program ini merupakan implementasi nyata dari amanat Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 5 Tahun 2023 tentang RP3KP serta sejalan dengan komitmen pemerintah pusat, termasuk yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2018 tentang pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh.

Baca Juga:  BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan--Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota telah melaksanakan pembangunan baru [PB] rumah layak huni dari berbagai sumber pendanaan sebanyak 25.170 unit dari total 348.051 kepala keluarga [KK] angka backlog kepemilikan di Provinsi Sumatera Selatan.

Sementara itu, peningkatan kualitas [PK] rumah tidak layak huni mencapai 4.094 unit, yang mampu mengurangi angka backlog RTLH dari total 495.204 KK di Provinsi Sumatera Selatan.

Pada tahun 2026, target pembangunan baru rumah layak huni direncanakan sebanyak 25.563 unit dan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni di kabupaten/kota sebanyak 3.000 unit yang bersumber dari dana APBN, APBD, serta pemangku kepentingan lainnya.

Sedangkan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni melalui CSR BUMD dan BAZNAS yang telah terealisasi pada tahun 2025 sebanyak 459 unit, dengan target tahun 2026 sebanyak 551 unit.

Melalui Program Gebrak Rutilahu Tahun 2026 ini, diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih masif dalam rangka mewujudkan permukiman layak melalui peningkatan kualitas kawasan kumuh secara terpadu dan berkelanjutan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus mengurangi angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Berita Terkait

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎
160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎
Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎
Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎
Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog
Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:58 WIB

BPBD Sumsel: 90 Persen Karhutla Ulah Manusia, Aktivis Rawang: Audit Total Perizinan–Hentikan Alih Fungsi Kawasan ‎

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:37 WIB

160 Peserta Ikuti Pembekalan Lomba Konten Literasi Sumsel, Siap Adu Kreativitas Lewat Video Digital ‎

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:41 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel Tegaskan Siap Kawal Program Strategis Nasional dan Stabilitas Keamanan ‎

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:23 WIB

Konkerprov PGRI Sumsel I/2026 Soroti Dinamika Organisasi hingga Perlindungan Guru ‎

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:01 WIB

Pengurus PGRI 17 Kabupaten/Kota di Sumsel Satu Komando: Tolak Mandat bukan Panitia Pengantin–Versi Ketua Mandat Bilang Kedepankan Dialog

Berita Terbaru

Bayumi AP SE MSi [Praktisi Pendidikan dan Ketua Komunitas]

Opini

Memaknai Kemerdekaan: Dari Ruang Kelas untuk Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 - 10:23 WIB