RUU HIP Ditunda, Pancasila Kekuatan Politis Kehidupan

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2020 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pengamat sosial politik dari Universitas IBA Palembang, Dr Tarech Rasyid,

pengamat sosial politik dari Universitas IBA Palembang, Dr Tarech Rasyid,

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Sejak kelahiran lima sila (Pancasila) yang berkaitan nilai-nilai kehidupan rakyat Indonesa, fungsi sosial politiknya, sangat didukung rakyat.

Namun menurut pengamat sosial politik dari Universitas IBA Palembang, Dr Tarech Rasyid, hal mendasar dari lima sila sebagai kekuatan politik itu, tidak dipolitisir, sehingga bisa mempersempit ruang gerak kehidupan rakyat.

Terkait masalah ditundanya Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), disambut gembira Tarech Rasyid.

Menurut Tarech, jika RUU HIP itu disahkan DPR, maka ia khawatir kontrol sosial negara terhadap rakyat akan mempersempit ruang gerak masyarakat.

“Sejak setelah Orde Baru, kehidupan rakyat sudah sangat baik. Bahkan aktivitas sosial masyarakat berjalan baik sekali,” ujar Tarech, Kamis (18/6/20)

Baca Juga:  Batching Plant Diduga Tanpa Izin, DLH PALI Ultimatum PT Adipati Raden Sinun

Karena itu, katanya, penundaan pembahasan RUU HIP sangat ia setujui. Sebab konteks sosialnya akan mampu mengembangkan aspirasi masyarakat yang sudah berjakan selama ini.

Sejak Orde Baru, kata Tarech, aspirasi masyarakat terkungkung oleh ketidakbebasan untuk melaksanakan aspirasi.

“Karena itu, setelah Orde Baru tumbang, rakyat mampu berperan aktif dalam pembangunan sosial,” ujarnya.

Jika RUU HIP itu diberlakukan, maka Tarech khawatir kondisi sosial politik rakyat akan kembali seperti di zaman Orde Baru.

Terkait RUU HIP, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin, menyatakan akan mengikuti keputusan pemerintah untuk menunda pembahasannya

Baca Juga:  Dua Sopir Angkot di Palembang Nyambi Maling Motor Diringkus

“Rancangan regulasi tak akan bisa dilaksanakan tanpa ada persetujuan pemerintah,” kata Azis ke pada wartawan, Rabu (17/6/2020).

Sementara Wakil Ketua DPR RI lainnya, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan DPR setuju dan sepakat dengan keputusan pemerintah terkait RUU HIP tersebut.

“Pemerintah saat ini sedang fokus menangani COVID-19. Kita juga menginginkan agar penanganan COVID-19 itu dilakukan secara terukur, sehingga kesehatan rakyat tetap terjaga. Dengan demikian proses ekonomi dapat berjalan baik,” tukas Dasco.

Hingga saat ini, kata Dasco, pembahasan RUU HIP secara teknis belum ada. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

Berita Terkait

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan
Bus Palala Jurusan Padang Terbakar di Jalintim, 38 Penumpang Nyaris Terpanggang
Pembunuhan Sadis Perempuan di Muara Enim Dipicu Hal Sepele
Pelarian Terpidana Kekerasan Seksual di Sekayu Kandas!
Komisi II DPR RI dan Pansus DPRD Sumsel Sepakat Cabut HGU PT Melania

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Aktivasi IMEI Ilegal di 12 Ribu Telepon Seluler Asal Luar Negeri Terbongkar! Empat Tersangka Diciduk

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:08 WIB

Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:18 WIB

Bus Palala Jurusan Padang Terbakar di Jalintim, 38 Penumpang Nyaris Terpanggang

Berita Terbaru