banner 2560x598

banner 2560x598

Rem Blong, Bus Sriwijaya Terjun ke Jurang

  • Bagikan
Tim Basarnas, Polres Pagaralam, Dinas Perhubungan Pagaralam datang ke lokasi kecelakaan guna melakukan evakuasi korban kecelakaan
Tim Basarnas, Polres Pagaralam, Dinas Perhubungan Pagaralam datang ke lokasi kecelakaan guna melakukan evakuasi korban kecelakaan
banner 468x60

NYAWA manusia seolah barang permainan. Tewas akibat menumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang. Akibat kecelakaan terjun ke jurang Liku Lematang Desa Prahu Dipo Kecamatan Dempo Selatan Pagaralam, puluhan penumpang bus tersebut, puluhan nyawa melayang.

WIDEAZONE.COM, PAGARALAM — Mujur tak dapat diraih, malang pun tak bisa ditolak. Begitu yang dialami puluhan penumpang bus Sriwijaya tujuan Bengkulu-Palembang.

Senin dinihari (23/12/2019) yang tenang. Jalan di kawasan Kecamatam Dempo Selatan Kota Pagaralam Senin dinihari itu dalam keadaan tenang.

Di sekitar pukul 23.15 Wib, kendaraan angkutan bus Sriwijaya yang melalui jalan itu tiba-tiba terjun ke jurang kawasan Liku Lematang, tepat di Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan Pagaralam.

Pada kecelakaan tunggal itu, jeritan para penumpang yang membahana di kawasan jurang sedalam 200 meter itu mengejutkan warga yang bermukim di sekitarnya.

Warga yang mengetahui adanya kecelakaan itu segera memberitahukan persoalannya ke polisi dan tim Badan SAR Nasional (Basarnas).

Dua jam dari kejadian itu, tim Basarnas, Polres Pagaralam, Dinas Perhubungan Pagaralam datang ke lokasi kecelakaan.

Karena suasana gelap, tim merasa kesulitan untuk memberikan bantuan ke titik kecelakaan sedalam sekitar 200 meter dari pembatas jalan.

Menurut Dinas Perhubungan Kota Pagaralam, Erwin, pihaknya sudah melngkapi rambu-rambu lalulintas di lokasi kejadian.

“Kondisi jalan yang berliku.memang menyulitkan pengendara. Apalagi di lokasi kejadian memang rawan kecelakaan. Tapi kami selalu mengimbau masyarakat untuk hati-hati saat melewati jalan tersebut,” kata Erwin ke pada wartawan, Selasa (24/12/2019).

Menjawab pertanyaan tentang apakah kecelakaan itu terjadi akibat rem blong, Erwin menyatakan masih didalami.

Menurut Erwin, lokasi kecelakaan itu alurnya berliku. Jika pengendara tidak hati-hati, bisa saja akan terjadi kecelakaan lalulintas.

“Namun semua tanda dan rambu lalulintas sudah kita pasang di lokasi. Bahkan lampu-lampu jalan sudah kita pasang di sana,” kata Erwin.

Menurut Erwin, bus berangkat dari Bengkulu menuju Palembang sekitar pukul 16 petang. Sedangkan kecelakaan terjadi Senin malam sekitar pukul 23.13 Wib. Karena kecelakaan itu pihaknya bersama kepolisian, tim Basarnas, Tagana, Pol PP dan masyrakat bahu-membahu untuk mengevakuasi korban kecelakaan dari dasar jurang.

Dalam kecelakaan itu, kata Erwin, 26 orang tewas dan 13 lainnya luka-luka. “Ada yang patah kaki dan tangan. Mereka yang tewas umunya terjepit di tempat duduk,” tukas Erwin.

Menurut dia, rute jalan dari Bengkulu ke Pagaralam memang alurnya berliku. Apabila pengendara kendaraan tidak waspada, bisa saja memgalami kecelakaan.

Ketika ditanya apakah bus Sriwijaya itu memuat penumpang kapasitasnya berlebihan, Erwin menyatakan belum ada konfirmasi dari perusahaan angkutan PO Sriwijaya.

Semenrara itu Kapolres Pagaralam IPTU Rizki, menyatakan evakuasi yang dilakulan masih berlanjut.

Namun dugaan sementara, kecelakaan itu terjadi akibat rem bus Sriwijaya itu blong. Akibarnya mobil bus tersebut menerobos garis pembatas antara jalan dan jurang Liku Lematang Desa Prahu.

Bus yang mengangkut 37 orang penumpang itu langsung meluncur dan terjun ke jurang sedalam 200 meter.

Akibat kecelakaan tersebut, 25 penumpang meninggal dunia. Sedangkan 13 orang lainnya luka parah dan luka-luka ringan.

25 penumpang meninggal dunia. Sedangkan 13 orang lainnya luka parah dan luka-luka ringan.
25 penumpang meninggal dunia. Sedangkan 13 orang lainnya luka parah dan luka-luka ringan.

Untuk mengevakuasi korban, pemerintah menurunkan tim Basarnas, Polres Pagaralam, BPPD Kota Pagaralam, Satpol Pamong Praja, Tagana Pagaralam dan masyarakat setempat.

Menurut Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, bus Sriwijaya itu memiliki 52 kursi tempat duduk penumpang.

Dari jumlah korban yang ada saat bus itu terjun ke jurang, jumlahnya tidak terjadi over penumpang. “Jika kita hitung deretan kursi penumpang, jumlahnya tidak terjadi over kapasitas,” katanya.

Namun hingga saat ini pihaknya belum mendapat koordinasi dari pihak perusahaan bus Sriwijaya berapa jumlah pastinya penpang yang dibawa.

“Karena sopirnya meninggal dalam kecelakaan itu, maka kami belum memperoleh informasi yang pasti tentang bus tersebut,” kata Kapolres.

Sementara alat-alat yang digunakan untuk mengevakuasi masih diberlakukan secara manual. Apalagi keadaan di lokasi sangat sulit untuk menghadirkan alat-alat berat.

Menurut dia, situasi jalan di lokasi kecelakaan sangat berliku, sedangkan tikungannya sangat tajam. “Jika tidak hati-hati dan tak memiliki keterampilan lebih, maka kita akan menghadapi situasi yang berbahaya,” katanya.

Meski ada dugaan bahwa rem bus Sriwijaya blong, namun Kapolres tak mengatakan rem mobil itu los. “Setahu saya, jalan tempat dilalui bus itu terdapat tekanan dan gesekan ban karena rem, tapi kami akan mempelajarinya lebih lanjut”.

Sedangkan Faris, dari Tim Basarnas Lahat, mengatakan setelah la menit mendapat laporan tentang kecelakaan itu pihaknya langsung ke lokasi kejadian.

“Kita melakukan gerakan cepat untuk membantu melakukan evakuasi. Kita sudah mengevakuasi korban dari dalam bus tersebut. Semua korban kita larikan ke Rumah Sakit Basemah Pagaralam,” katanya.

Semua tas, kopor dan peralatan milik korban sudah dikeluarkan dari bagasi, termasuk satu unit sepeda motor korban. (*)

Laporan Abror Vandozer
Editor Anto Narasoma

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *