Ratusan Pedagang Datangi Pemkot Prabumulih

- Jurnalis

Jumat, 29 Maret 2019 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PRABUMULIH — Ratusan pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Inpres Prabumulih atau IPPIP, pada Kamis, (28/3/2019) pagi mendatangi kantor Pemerintah Kota Prabumulih, di Jalan Jenderal Sudirman Desa Pangkul, Kelurahan Cambai Kota Prabumulih.

Para pedagang ini menggelar unjuk rasa mendesak pihak Pemkot Prabumulih agar menggusut praktek jual beli lapak kios dan mengusir pedagang illegal (abal-abal) yang saat ini menempati ruko lapak PTM II Kota Prabumulih.

Aksi pedagang tersebut diterima oleh Sekda Prabumulih, H, Kowi S, Sos mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih.

Dalam orasinya Sekretaris IPPIP Taufik Hidayat mewakili pedagang ketika dibincangi di lokasi PTM I Prabumulih mengatakan semenjak gedung PTM II mulai dioperasikan banyak ditempati oleh pedagang gelap (illegal, red) dan tidak masuk dalam data validasi pedagang Pasar Inpres Prabumulih.

“Sementara kami yang sudah berdagang puluhan tahun, dan dijanjikan akan menempati PTM II jika sudah dibangun dan dibuka pemerintah kota Prabumulih, ternyata tidak dapat.

Malah pedagang yang tidak jelas, yang berjualan di emperan dan pinggir-pinggir jalan dapat,” ungkap Taufik.

Taufik menambahkan, ada 6 poin tuntutan yang akan mereka sampaikan ke Wali Kota Prabumulih terkait aksi demo tersebut.

Baca Juga:  Sekda Edward Candra Hadiri Gala Dinner, Wamendagri Tekankan Peran Strategis Aparatur Hadapi Tantangan Global

“Ada 6 tuntutan yang akan kami sampaikan ke bapak walikota, dan aksi ini akan terus kami lakukan bahkan dengan massa yang lebih besar lagi jika tuntutan kami ini tidak didengar dan tidak dipenuhi oleh pemerintah Kota Prabumulih,” Ujar Taufik didampingi para pedagang peserta aksi lainnya.

“Yang jelas minta segera ganti kepala pasar, minta divalidasi data pedagang sebenarnya, dan menggusut jual beli lapak dan kios di PTM II. Untuk jelasnya lihat saja dilembaran tuntutan yang dibagikan tadi,” tandasnya lagi.

Lebih lanjut pihaknya juga menyampaikan kekecewaan dengan para anggota DPRD Prabumulih, yang sampai saat ini tidak ada tindaklanjut dan solusi usai mereka menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan rapat koordinasi bersama DPRD Prabumulih kala itu

“Sudah ada pertemuan, dan bahkan sudah ada kesepakatan dengan pedagang. Namun sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya, makanya kami tidak perlu lagi minta ke mereka dan memilih demo ke walikota,” terang Taufik.

Sementara itu, A Azadin menambahkan agar Pemerintah Kota dalam hal ini, yakni Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM untuk serius menyelesaikan permasalahan para pedagang pasar inpres tersebut.

Baca Juga:  Kedekatan Wagub Cik Ujang dengan Warga Banyuasin Terjalin Hangat dalam Silaturahmi Sumber Marga Telang

“Masalah ini sudah sangat lama, mulai dari PTM II akan dibangun hingga selesai masih banyak terjadi tumpang tindih dan ketidak adilan yang dialami para pedagang ini.

Aksi ini akan terus kami lakukan sampai ada titik terang dan kejelasan dari pemerintah,” terang politisi senior partai Golkar, sekaligus mantan Ketua DPRD Prabumulih yang hadir mendampingi para peserta aksi.

Dikatakannya, masih banyak pedagang yang semestinya memproleh jatah pembagian lapak dan kios PTM II tetapi tidak dapat.

“Banyak yang tidak dapat, sementara yang tidak jelas dan abal-abalan dapat dan sudah berjualan di PTM II. Dan ini sebenarnya ada apa, makanya kita minta usut dan usir para pedagang gelap tersebut,” pungkasnya.

Kemudian adapun terkait keenam poin tuntutan para pedagang yang ditandatangani oleh Ketua IPPIP H Muhammad Yusuf, dan Sekretaris Taufik Hidayat MS, diantaranya; Turunkan kepala pasar, penolakan relokasi (pemindahan) pedagang, memvalidasi data pedagang Pasar inpres yang sebenarnya, mengusir pedagang illegal atau abal-abalan, memberhentikan pembangunan aset negara (pengrusakan aset negara dan mengusut jual beli lapak kios PTM 2. Prabumulih ini. (jun/saf)

Berita Terkait

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang
Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi
Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru
Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan
Polda Sumsel Gebrak “Sumsel Bhayangkara Run 2026” Total Hadiah Capai Rp367 Juta hingga Ratusan Doorprize
Open House Idul Adha 1447 Wagub Cik Ujang Buka Rumah Dinas untuk Semua Kalangan
Gubernur Herman Deru Isi Hari Raya Idul Adha dengan Berbagi Kurban
Momentum Iduladha, Sekda Sumsel Edward Candra Pererat Silaturahmi Lewat Open House

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:11 WIB

Begal Organisasi PGRI Bikin Gaduh, PGRI Sumsel Siapkan Aksi Pembubaran Massal “Sweeping” di Palembang

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:35 WIB

Zulinto Nyatakan Klaim Ketua Mandat PGRI Sumsel Riza Pahlevi Ilegal “Pembegalan Organisasi” Instruksikan Kuasa Hukum Lapor Polisi

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pegang SK Resmi! PGRI Sumsel Tancap Gas, Riza Pahlevi: Organisasi Guru Harus Kembali ke Tangan Guru

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Herman Deru Sebut Sumsel Zero Konflik, Kader NU Diminta Perkuat Moderasi dan Kerukunan

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:35 WIB

Polda Sumsel Gebrak “Sumsel Bhayangkara Run 2026” Total Hadiah Capai Rp367 Juta hingga Ratusan Doorprize

Berita Terbaru

Akademisi Fakultas Hukum Universitas PGRI Palembang, Dr Dadang Apriyanto SH MH

Headlines

Mengakhiri Polemik PGRI: Hormati Putusan Inkrah Pengadilan

Jumat, 5 Jun 2026 - 21:18 WIB