Ratu Dewa: Setiap Aksi Jujur Adalah Bentuk Perlawanan Terhadap Korupsi

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan sambutan dalam momentum peringatan Hari Korupsi Sedunia [Hakordia] 2025 di di Hotel Novotel Palembang, Kamis 4 Desember 2025.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan sambutan dalam momentum peringatan Hari Korupsi Sedunia [Hakordia] 2025 di di Hotel Novotel Palembang, Kamis 4 Desember 2025.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG |
Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang memperingati Hari Antikorupsi Sedunia [Hakordia] dengan menggelar acara khusus yang dipusatkan di Hotel Novotel Palembang, Kamis 4 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi komitmen seluruh jajaran pemerintah untuk membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Acara turut dihadiri Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Sekretaris Daerah Aprizal Hasyim, unsur Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah [OPD].

Kehadiran para pejabat ini menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi menjadi gerakan bersama lintas sektor.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ratu Dewa menekankan bahwa integritas harus menjadi fondasi utama dalam bekerja, bukan sekadar slogan atau formalitas peringatan tahunan.

“Melalui momentum Hari Antikorupsi Sedunia ini, mari kita jadikan integritas sebagai budaya kerja, bukan sekadar slogan,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasdam II/Sriwijaya Tutup TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang di Talang Jambi

Dewa menegaskan bahwa tindakan kecil yang jujur, meski tampak sederhana, memiliki kontribusi besar dalam membangun ekosistem pemerintahan yang bersih.

Menurutnya, reformasi birokrasi dimulai dari perubahan perilaku setiap individu ASN dalam menjalankan tugas.

“Setiap tindakan kecil yang jujur adalah aksi nyata yang berkontribusi dalam memberantas korupsi di Kota Palembang. Kita ingin menghadirkan pemerintah yang bukan hanya taat aturan, tetapi juga menjadi teladan dalam komitmen antikorupsi,” tambahnya.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa peringatan Hakordia bukan sebatas seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk menguatkan komitmen kolektif dalam mewujudkan pemerintahan berintegritas.

Tema nasional “Satukan Aksi Basmi Korupsi” disebutnya selaras dengan upaya Pemkot Palembang memperbaiki sistem pengelolaan anggaran, pelayanan publik, dan proses pengambilan keputusan.

Dewa meminta seluruh OPD untuk memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperluas penerapan inovasi digital guna mencegah celah penyimpangan.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Junaidi Alias Ajun Bantah Keras Tudingan Hakim dan JPU Tak Netral

Pelayanan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan bebas dari gratifikasi maupun pungutan liar.

“Pastikan setiap program dan anggaran dikelola secara akuntabel. Jalankan tugas dengan jujur, transparan, dan bebas dari gratifikasi maupun pungutan liar. Jadilah teladan bagi seluruh ASN,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga mendorong OPD untuk terus mendukung dan menindaklanjuti program Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Program ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat pencegahan korupsi melalui sistem pengawasan yang lebih sistematis dan terukur.

“Saya mengimbau seluruh perangkat daerah untuk mendukung dan menindaklanjuti MCSP dari KPK sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam pencegahan korupsi,” pungkas Dewa. [AbV/red]

Berita Terkait

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja
Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179
Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan
DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:33 WIB

‎5 Kepala Dinas hingga Staf Ahli Dirolling, Wali Kota Palembang Minta Rencana Aksi 100 Hari Kerja

Jumat, 18 September 2026 - 11:05 WIB

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Kamis, 17 September 2026 - 20:33 WIB

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Sabtu, 12 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Anak Yatim hingga Jadi Nahkoda Dishub Palembang: Kisah Panjang Sariyansyah Ismail

Berita Terbaru

Kualitas udara di wilayah Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, terpantau berada pada kategori tidak sehat, Jumat 18 September 2026, pagi.

Banyuasin

Kualitas Udara Pangkalan Balai Tidak Sehat, AQI Capai 179

Jumat, 18 Sep 2026 - 11:05 WIB

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB