Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menambahkan bahwa Jalan Tol seksi Pekanbaru-Bangkinang menjadi bagian penting yang termasuk ke dalam koridor pendukung dari Trans Sumatra untuk mendorong perekonomian dan mendongkrak pariwisata.
“Mendorong tumbuhnya investasi untuk ke perkebunan, pertambangan, dan industri turunannya di kawasan Kabupaten Kampar. Tapi yang juga penting adalah mendorong, mendongkrak timbulnya kawasan pariwisata yang sekarang kita kenal dengan kawasan Candi Muara Takus,” jelasnya.
Untuk diketahui, Jalan Tol seksi Pekanbaru-Bangkinang telah mulai beroperasi sejak bulan Desember 2022. Danang menyebut bahwa semenjak dioperasikan, dilihat dari lalu lintas harian rata-rata (LHR), ruas jalan tol tersebut sangat diminati oleh masyarakat.
“Selama nataru kan kita operasikan dan minat masyarakat itu di ruas-ruas LHR-nya, volume di ruas itu kira-kira 3 ribu sampai 4 ribu kendaraan per hari. Tapi secara transaksi itu bisa mencapai 7 ribu. Ini menunjukkan minat masyarakat untuk menggunakan jalan ini sangat tinggi,” tandasnya. (JFA)
Halaman : 1 2



















