PPPA Sumsel Siap Dampingi Korban Pelecehan Seksual

- Jurnalis

Sabtu, 20 November 2021 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi STOP Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan

Ilustrasi STOP Pelecehan Seksual di Dunia Pendidikan

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Universitas Sriwijaya [Unsri] diharapkan dapat diselesaikan dengan bijak.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumatera Selatan [ Kadis PPPA Sumsel], Henny Yuliati, Jumat [19/11].

“Termasuk kondisi psikologis korban jika itu memang benar-benar terjadi,” ungkapnya.

Henny mengatakan pihaknya siap siap mendampingi korban jika benar-benar terjadi pelecehan guna mendapatkan perlindungan terutama terkait psikologis.

“Korban disarankan melapor ke polisi agar ada perlindungan hukum yang kuat, dan kami siap mendampingi terkait psikologis korban,” ujarnya.

Jika kejadian itu, tutur Henny, benar-benar terjadi atau bukan pengakuan hoaks, tentu menjadi masalah serius di lingkungan kampus. Harus ada upaya dan tindakan tegas agar kejadian itu tidak terulang lagi.

Baca Juga:  Tunjangan Pendidikan Tersandera 3 Bulan, Pegawai Sepakat Demo, Manajemen Berdalih Penyesuaian Permendagri ‎

“Dampak psikologis mahasiswi tentu menjadi perhatian. Harus ada perhatian serius, sehingga tidak berdampak pada mahasiswi lain,” jelasnya.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Sriwijaya [BEM-KM Unsri] kembali menerima laporan dari mahasiswi terkait dugaan pelecehan oleh oknum dosen. Kali ini laporan yang diterima ada dua korban.

Presiden Mahasiswa [Presma Unsri], Dwiki Sandy membenarkan laporan terbaru dari mahasiswi itu, dan BEM-KM Unsri melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan sudah bertemu dengan dua orang mahasiswi tersebut dan telah menjelaskan kronologi kejadian.

Baca Juga:  Viral! Merokok Kala RDP, Anggota DPRD Banyuasin Disorot: Etika Dipertanyakan ‎

Terduga pelaku yakni oknum dosen yang dilaporkan kedua korban ini sama, namun berbeda dari laporan yang sebelumnya.

Dwiki menyebutkan sebelumnya sempat juga ada laporan dari salah satu mahasiswi atas dugaan pelecehan, akhir September yang lalu.

Ia pun enggan membeberkan identitas korban maupun terduga pelaku, termasuk kronologi kejadian yang menimpa korban. “Saat ini permasalahan sedang dicoba untuk diselesaikan di level kampus,” pungkasnya. [SA]

Berita Terkait

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September
ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam
1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang
Pemburu Pajak Kakap Palembang! Jejak Jamiah: Jaksa yang Tak Pernah Minta Jabatan
Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!
Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat
Oknum Ngaku Wartawan Diciduk saat Terima Uang Rp10 Juta dari Perangkat Desa
SR di Empat Lawang Krisis Air Sedangkan Anggaran Sekolah Rakyat Puluhan Triliun

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:15 WIB

Realisasi APBD Palembang 2026: Pendapatan Baru 65 Persen, Belanja 59 Persen hingga Akhir September

Selasa, 29 September 2026 - 20:27 WIB

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

1 Kilo Sabu di Bawah Kursi, Perjalanan Innova Mewah Kandas di Palembang

Selasa, 29 September 2026 - 12:49 WIB

Bapenda Palembang Buru Penunggak Pajak Kakap, Bersiap “Ditempel”!

Senin, 28 September 2026 - 14:04 WIB

Pangkalan Balai Jadi “Distributor Asap” Sampah Dibakar Saat Kabut Asap Pekat

Berita Terbaru

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Headlines

ISPU Palembang Kategori Berbahaya, Sudah di Level Warna Hitam

Selasa, 29 Sep 2026 - 20:27 WIB