PLN ULP Ampera Gelar Aksi Goeser “Pangkas Ranting Pohon’

- Jurnalis

Minggu, 12 Mei 2024 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim PLN Unit Layanan Pelanggan [ULP] Ampera menggelar aksi Goeser [Gerakan Operasi Eksekusi Serentak] berdasarkan riskbase maintenance dengan melakukan pemangkasan ranting pohon yang mengganggu jaringan kabel PLN di wilayah kerja ULP Ampera, Kamis 9 Mei 2024.

Tim PLN Unit Layanan Pelanggan [ULP] Ampera menggelar aksi Goeser [Gerakan Operasi Eksekusi Serentak] berdasarkan riskbase maintenance dengan melakukan pemangkasan ranting pohon yang mengganggu jaringan kabel PLN di wilayah kerja ULP Ampera, Kamis 9 Mei 2024.

WIDEAZONE.com, PALEMBANG | Tim PLN Unit Layanan Pelanggan [ULP] Ampera menggelar aksi Goeser [Gerakan Operasi Eksekusi Serentak] berdasarkan riskbase maintenance dengan melakukan pemangkasan ranting pohon yang mengganggu jaringan kabel PLN di wilayah kerja ULP Ampera, Kamis 9 Mei 2024.

Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gangguan pasokan listrik akibat pohon yang mengenai jaringan. Terlebih lagi pada cuaca ekstrem hujan deras disertai angin yang belakangan terjadi sangat berpotensi mengganggu keamanan jaringan listrik. Banyak pohon tumbang atau ranting pohon menyentuh kabel jaringan milik PLN dan bisa mengganggu aliran listrik, hingga terjadi pemadaman.

Manager Unit Layanan Pelanggan [ULP] PLN Ampera, Muhammad Aulia, menjelaskan kegiatan Goesr ini dilaksanakan berdasarkan riskbase maintenance yang telah disiapkan oleh petugas pelayanan teknik, jadi dalam eksekusinya sudah dengan jelas diketahui lokasi yang akan dilakukan pemangkasan.

Pengerjaan dilakukan oleh 10 petugas gabungan dengan mengerahkan 2 unit mobil dan 1 crane untuk menjangkau pohon yang tinggi. Hal ini untuk memastikan ranting pohon tidak menyentuh jaringan kabel PLN. Kegiatan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB

Baca Juga:  Jelang TMMD Berakhir, Satgas Rapikan Halaman RTLH Ibu Sriyanti

“Kabel jaringan listrik itu sangan sensitif. Jika ada benda asing, misalya ranting pohon yang menyentuhnya, maka perangkat pelindung jaringan akan mendeteksinya sebagai potensi bahaya. Hal ini dapat menyebabkan pemadaman. Jadi minimal jaraknya antara ranting pohon dengan kabel itu harus tiga meter,” kata Aulia.

Manager UP3 Palembang, Widodo, berharap masyarakat dapat mendukung kegiatan prmangkasn pohon demi kenyamanan bersama dalam menikmati listrik. Ia juga berharap agar masyarakat aktif melapor, jika menemukan instalasi listrik PLN yang rusak atau ingin melakukan pemangkasan pohon demi keamanan.

“Kami mohon dukungan masyarakat untuk mengizinkan pemangkasan pohon yang melewati jarak aman dengan jaringan listrik. Silakan mengakses PLN Mobile untuk melakukan pelapor atau call center 123 untuk mepercepat perbaikan,” ungkap Widodo.

Dari aksi Goeser tersebut, PLN ULP Ampera telah melaksanakan pembersihan sepanjang 10,3 kms di 4 penyulang dan melakukan pemangkasan 85 pohon yang berpotensi menggangu suplai listrik.

Baca Juga:  Tinggal Tahap Finishing, RTLH Ibu Sriyanti Dikebut Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang

Terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu [UIDS2JB], mengucapkan terima kasih atas dukungan stakeholder dan masyarakat dalam kegiatan pemangksan yang dilakukan oleh PLN ULP Ampera.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat, stakeholder, dan tentunya petugas di lapangan yang telah bersinergi melaksanakan pemangkasan pohon untuk menjaga keandalan listrik. Kegiatan seperti ini tidak dapat dilakukan hanya satu kali. Pohon yang dipangkas punya potensi tumbuh kembali, apalagi di musim penghujan yang mana tanaman cenderung rimbun,” ungkapnya.

“Kami pun melakukan kegiatan serupa di Lubuk Linggau, Jambi, Bengkulu, bahkan seluruh wilayah kerja PLN S2JB. Kami mohon kerjasama warga dan pemerintah setempat dalam kegiatan rutin seperti ini, agar masyarakat dapat menikmati listrik yang andal.” pungkas Adhi. [AbV]

Berita Terkait

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”
ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut
Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo
Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal
Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik
ISPA Mengganas! Besok Palembang Berlakukan PJJ bagi TK hingga SMP
Delapan Sepeda Motor Terjaring KTL di Palembang
Polrestabes Palembang Gaspol! 102 Motor Digulung, Balap Liar hingga Konvoi Liar Dibabat

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:16 WIB

DPRD Palembang Bilang PT Green SM “Ngampuk” Jangan Seenaknya Meski Punya “Orang Kuat”

Senin, 14 September 2026 - 18:04 WIB

ISPU Palembang di Angka 209, DPRD: 2.222 Siswa Terpapar ISPA, PJJ Tetap Lanjut

Senin, 14 September 2026 - 11:42 WIB

Drama Taksi Listrik Asal Vietnam, Sikap Ketua ADO Sumsel? Warganet Bongkar Jejak Seruan Demo

Kamis, 10 September 2026 - 21:59 WIB

Taksi Listrik Asal Vietnam Disetop! Satu Masuk Kandang Dishub, DPRD Palembang: Bila Beroperasi Ilegal

Rabu, 9 September 2026 - 15:01 WIB

Edaran PJJ Diabaikan, SMPN 19 Palembang Tetap Gelar Kegiatan, Ngaku Sudah Izin Kadisdik

Berita Terbaru

Suasana di sebuah rumah di kawasan Parit 9, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, mendadak berubah menjadi tempat kejadian perkara berdarah, Kamis 17 September 2026.

Banyuasin

Petani di Banyuasin Tewas di Tangan Anaknya Gegara Lahan

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:33 WIB

Ilustrasi MENELAAH KATA,

Sastra

MENELAAH KATA, “KARENA RINDU”

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:52 WIB