“Kemarin sekitar seminggu lalu bersama Menkoperekonomian juga dengan Menteri Perdagangan, menteri-menteri terkait. Kita ini semua sekarang sepakat, ada neraca, neraca komoditas, berapa projection sampai dengan satu tahun ke depan,” kata dia.
Lebih lanjut Arief menyebutkan, neraca komoditas pangan ini akan diupdate secara berkala selama tiga bulan sekali. Ia pun menekankan, produksi dalam negeri tetap menjadi prioritas guna memenuhi kebutuhan bahan pangan di dalam negeri.
“Tetapi saya berpesan, tetap untuk ketersediaan nomer satu adalah produksi dari dalam negeri. Sehingga neraca yang paling utama di depan adalah kesanggupan,” ucapnya. (JFA)
Halaman : 1 2



















