Pekerja TKBM Harus Miliki Sertifikat Profesionalisme

- Jurnalis

Selasa, 26 Maret 2019 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WIDEAZONE.COM, PALEMBANG — Pendidikan dan pelatihan bagi para pekerja Koperasi Tenaga Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Boom Baru Palembang, merupakan keharusan yang disesuaikan dengan tuntutan saat ini.

Ketua Koperasi TKBM Boom Baru Palembang, Muhammad Unif SA, mengatakan pekerjaan di lapangan membutuhkan tenaga terampil yang terdidik.

Karena itu para pekerja TKBM harus mampu membaca dan menjawab tuntutan zaman.

“Medan pekerjaan di lapangan membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengoperasikan alat-alat kerja sesuai keterampilan di lapangan, ” ujar Muhamad Unif, di ruang kerjanya, Selasa (23/3/2019).

Menurut dia, pola kerja di lapangan saat ini sudah dilengkapi dengan peralatan canggih yang harus dikuasai pekerja. Apabila para pekerja tidak menguasai itu, mereka akan tertinggal dan kalah bersaing dengan tenaga kerja asing.

Tiap kegiatan, kata Unif, membutuhkan materi penunjang. Karena itu ketika berbicara soal pendidikan dan pelatihan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Pendidikan dan pelatihan kerja ini diharapkan dapat memenuhi tuntutan profesional pekerja di lapangan, ” katanya.

Pendidikan dan pelatihan kerja tersebut diharapkan dapat menghilangkan paradigma buruk bahwa pekerja TKBM tidak profsional dan tak mampu mengimbangi pasilitas kerja yang sesuai tuntutan saat ini.

Jadi, kata Unif, banyak hal terkait tanggung jawab pekerja untuk menuntaskan kewajibannya di areal kerja.

Baca Juga:  Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026

“Apalagi pasiltas peralatan yang ada sangat canggih. Apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan terkait peralatan itu, para pekerja kita dianggap tidak memenuhi syarat, ” kata Unif.

Sebagai legalitas pekerja profesional, para personal di lapangan diharapkan memiliki sertifikasi tettulis dari lembaga pelatihan kerja.

Sebab sertifikat inilah yang dapat diperrtanggungjawabkan sesuai dengan tututan pekerjaan era milenial. Namun Unif juga khawatir, ketika para pekerja itu sudah memiliki sertifikat, mereka memutuskan untuk berhenti dari tugasnya. “Mereka lebih memilih bekerja di luar negeri dengan sertifikat itu, ” katanya.

Untuk memgatasi sikap yang tak simpatik tersebut, Unif punya cara terbaik untuk mengantisipasinya agar mereka tidak pindah kerja ke luar negeri. “Kita punya cara sendiri untuk mengantisipasi itu, ” ujar Unif tanpa menjelaskan rincian kebijakannya.

BPJS
Sementara itu, untuk hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, Koperasi TKBM Boom Baru Palembang sudah menyiapkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) untuk tiap pekerja.

Kalau selama ini Unif sendiri yang memegang tanggung jawab pengurusan BPJS tersebut, saat ini tanggung jawabnya dilimpahkan ke Andi, Shinta dan Dani.

Ketiga orang itu sudah mulai menguasai aturan dan peraturan terkait jaminan kesehatan tersebut. Karena itu untuk tahun ini mereka mulai diberi tanggung jawab untuk memblow up agar pelaksanaan layanan BPJS tersebut dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Baca Juga:  Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi--CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

“Misalnya, tiap anggota itu dicatat sesuai kebutuhannya. Catatan ini harus sesuai dengan data yang tercatat di kantor pelayanan BPJS, ” kata Unif.

Apabila catatan itu dapat diaplikasi secara seragam dengan catatan yang tertera di kantor BPJS, maka ketika terjadi kecelakaan kerja, para pekerja itu dapat dilayani sesuai tujuan dan peruntukannya.

Sebaliknya, apabila ada pekerja yang tak tercatat di kantor BPJS, sedangkan catatannya ada di kantor TKBM Boom Baru, pekerja bersangkutan tidak akan dilayani oleh penyelengara BPJS.

“Ini yang tidak kita kehendaki. Kerena layanan BPJS itu sangat penting. Karena peserta kita harus benar-benar tercatat sesuai tujuannya, ” tukas Unif.

Unif juga berpesan agar pembayaran iuran BPJS itu harus tepat waktu. Artinya jangan sampai kewajiban membayar setiap (tahun) itu tidak dilunasi tepat waktu.

Apabila tahun ini pelunasan iuran BPJS Itu tidak dilunasi, maka tahun dengan nilainya akan menjadi dua kali lipat.

“Karena itu saya berharap kepada Andi, Shinta dan Dani dapat mengatasi semuanya terkait BPJS bagi pekerja TKBM, ” kata Unif, menutup pembicaraan.

Berita Terkait

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes
Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri
Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan
Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan
Soal Belasan Rumah Warga Retak Imbas Proyek Tower Bank Mandiri, Adhi Karya: Perbaikan Siap, Nilai Ganti Rugi Belum Ada Titik Tengah
Federal Oil Edukasi Pengguna Motor Matic di Palembang Lewat Feders Gathering 2026
Polemik Parkir Rajawali Belum Usai, Komisi II DPRD Palembang Desak Tindak Lanjut Kasus Dugaan Perusakan

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:21 WIB

Subsidi Energi Bengkak Rp3,5 Triliun, BBM Dibatasi–CNG Gantikan LPG hingga Tantangan LisDes

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gelombang Protes Tower Mandiri, Warga 24 Ilir Desak DPRD Gelar RDP dengan Adhi Karya dan Bank Mandiri

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:51 WIB

Bangun Dulu, Urus Izin Belakangan? Polemik Tower Mandiri Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Medco E&P Grissik Dukung Budidaya Lele, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:51 WIB

Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Aman Selama Kemarau, Perluasan Jaringan Jadi Tantangan

Berita Terbaru